
Angel sudah duduk di ruang tunggu, menunggu pesawat yang akan membawa dia kembali ke luar negeri, tak selang berapa lama duduk lah Irwan di samping Angel tapi tak dihiraukan oleh Angel tekad nya sudah bulat untuk mulai melupakan Irwan
" masih marah ya ? " tanya Irwan memulai obrolan
Angel hanya melirik ke arah Irwan dan mengambil ponselnya dari saku untuk mencari kesibukan
" maaf ya " lanjut Irwan
" ga ada yang perlu di maafin kamu memang ga salah " jawab Angel datar masih asik dengan ponselnya tanpa menoleh ke arah Irwan
Irwan merampas ponsel Angel untuk membuat Angel mau menatapnya
" kamu apa-apaan si..!! balikin ponsel aku !! " ucap Angel sedikit berteriak
" maaf " ucap Irwan menatap wajah Angel, bukannya mengembalikan ponsel Angel malah memasukkan ke sakunya
" ok.. aku maafin, sudah kan.. jadi jangan ganggu aku lagi balikin ponsel aku sini " jawab Angel dengan tegas
" tapi aku maunya terus ganggu kamu " jawab Irwan sambil tersenyum
" mau kamu apa si Wan ? " tanya Angel sudah mulai marah
" aku mau kamu ganggu aku lagi kaya dulu " jawab Irwan dengan senyuman sejuta pesonanya
hufh... Angel membuang napasnya dengan kasar
" aku tau kok kamu cuma terpaksa ada di samping aku, sebentar lagi juga kita udah jalan masing-masing, jadi aku pilih menyerah Wan " ucap Angel lirih sambil menundukkan kepalanya
" gpp kok kalau kamu udah menyerah, biar mulai sekarang aku yang kejar kamu " jawab Irwan dengan yakin, sontak saja membuat Angel langsung menatap ke arah Irwan
tak lama pun terdengar suara pemberitahuan bahwa pesawat mereka sudah siap dan mereka di harapkan menuju ke pesawat, Irwan langsung berdiri dan menggenggam tangan Angel
" ayo " ucap Irwan menatap Angel
Angel pun terkejut dalam sekejap wajahnya jadi merona belum pernah ada sejarahnya Irwan menggenggam tangan Angel, selama ini yang ada Angel yang selalu mendekatkan diri ke Irwan
" aku udah bilang mulai sekarang aku yang akan kejar kamu " Irwan pun mulai melangkahkan kakinya menuju ke pesawat tanpa melepaskan tangan Angel
__ADS_1
" akh... ni orang kenapa ? pasti salah sarapan di rumahnya tadi pagi " ucap Angel dalam hatinya
mereka berdua pun sudah di dalam pesawat dan duduk di bangkunya masing-masing yang bersebelahan, saat sudah duduk Irwan kembali menggenggam tangan Angel
" lepas Wan " ucap Angel, Irwan berhasil membuat Angel merona
" mulai sekarang aku ga mau lagi tahan semua perasaan aku ke kamu " ucap Irwan menatap wajah Angel dengan intens Angel pun hanya bisa tertunduk malu
" maaf ya kalau selama ini aku jadi nyakitin kamu, tapi aku janji mulai sekarang aku akan selalu ada buat kamu, bukan sebagai penjaga kamu lagi tapi sebagai orang yang akan berada di samping kamu, i love you Angel " lanjut Irwan
DUAR.... seandainya saja saat ini Angel berada di dalam kamarnya dan sendirian maka dia akan berteriak sekencang-kencangnya...
" apa kamu mau jadi pacar aku ? " tanya Irwan angel pun hanya diam dan menganggukkan kepalanya, lalu Irwan mencium punggung tangan Angel
sedangkan di tempat yang berbeda ada Rangga dan Mita sedang berjalan-jalan menikmati suasana di tempat itu, Rangga selalu menggenggam tangan Mita seolah mau menunjukkan ke seluruh dunia bahwa Mita adalah miliknya
senyuman bahagia pun selalu menghiasi kedua insan itu, setelah sekian banyak cobaan yang mereka hadapi akhirnya sekarang mereka bisa saling memiliki seutuhnya, setelah lelah berkeliling mereka pun beristirahat duduk di sebuah bangku di taman
" sayang kenapa dulu kamu nekat nikahin aku ? " tanya Mita sambil menyenderkan kepalanya ke tubuh suaminya
" ya karena aku cinta sama kamu lah " jawab Rangga dengan santai lalu mencium ujung kepala Mita
" kamu mau aku jawab jujur " jawab Rangga dan Mita pun mengangguk
" awal nya si aku memang cuma tertarik liat kamu waktu pertama kamu khawatir sama Cindy ternyata bisa juga ada perempuan baik disitu " ucap Rangga
" maksud kamu " ucap Mita langsung duduk dengan benar dan menatap wajah Rangga dengan wajah sedikit cemberut
" katanya suruh jujur " ucap Rangga
" trus ? " ucap Mita
" aku ga tau kapan aku mulai cinta sama kamu nya, cuma waktu aku lihat kamu di pelukan laki-laki lain apalagi sampai ciuman, aku ga tau kenapa tapi aku belum pernah ngerasain itu rasanya semua darah aku jadi panas dan mau meledak " ucap Rangga Mita pun mulai mengubah ekspresi wajahnya
" aku belum pernah ngerasa semarah itu dalam hidup aku " lanjut Rangga dan Mita pun mulai merona
" jadi aku langsung putusin aku harus miliki kamu seutuhnya, ga boleh ada satu orang pun bisa sentuh kamu lagi " lanjut Rangga sambil mencium ujung kepala Mita
__ADS_1
" kalau kamu sendiri kenapa mau nikah sama aku ? " tanya Rangga dan Mita pun langsung cengengesan
" hmm... kamu juga harus jawab jujur " ucap Rangga sedikit kesal melihat istrinya cengengesan
" aku butuh orang di samping aku buat jaga aku " jawab Mita
" jadi kamu nikah sama aku ga pakai cinta gitu ? " tanya Rangga semakin kesal
" aku memang suka sama kamu tapi aku ga pernah ngerti yang namanya cinta sayang, sampai aku dengar pernikahan kamu mau di percepat, aku baru sadar kalau ternyata aku sudah jatuh cinta sama kamu dari lama " jawab Mita tersenyum manis menghadap suaminya
Rangga yang mendengar ucapan Mita pun memeluk Mita dengan erat
" kamu harus janji ke aku, ke depannya nanti jangan pernah coba buat pergi dari aku " ucap Rangga
" aku janji sayang " jawab Mita Rangga pun mencium kening Mita
" kamu minum terus kan obat dari dokter kemarin ? " tanya Rangga saat melepaskan pelukannya dan Mita pun mengangguk
" aku udah ga sabar kamu bisa hamil anak aku sayang " ucap Rangga dan kembali memeluk Mita
" kamu mau punya anak berapa dari aku ? " tanya Mita saat Rangga sudah melepaskan pelukannya
" sepuluh " jawab Rangga dengan entengnya
" kenapa ga sebelas aja sayang sekalian kita bisa bikin tim sepak bola " jawab Mita sambil memonyongkan bibirnya
Rangga pun tertawa melihat kelakuan istrinya itu
" ga lah sayang, hamil itu sudah susah apalagi nanti melahirkan jadi aku minta anak satu aja dari kamu, ya kalau kamu ga keberatan si dua juga gpp.. " jawab Rangga
" berarti Cindy juga di sana susah ya sayang, mana dia sendirian di sana, aku jadi ingat Cindy sayang " ucap Mita lirih
" kita doakan aja yang terbaik buat dia sayang, semua sudah di atur kita ga bisa lawan " ucap Rangga sambil mengelus rambut istrinya dan Mita pun mengangguk
bantu like dan komentar ya teman-teman 😊
terima kasih 😊
__ADS_1
maafin ya kalau masih banyak typo maklum masih belajar...