
Detik demi detik terus berlalu dengan cepat pasangan pengantin baru itu kini kembali dari acara bulan madu mereka, Adit sudah menyiapkan sebuah rumah yang sangat mewah untuk putri tunggalnya itu merajut rumah tangga mereka
Hubungan Reno dan Andin menjadi renggang setelah acara makan siang tersebut, jauh di dalam lubuk hati Reno dia sedikit kecewa dengan sikap Andin. Sedangkan Andin menjadi canggung setelah mengetahui perasaan Reno yang sesungguhnya
Tok..Tok..Tok..
" Ya "
" Sayang mama masuk ya " Mita membuka pintu kamar Andin
" Ya mah " Mita melangkahkan kakinya dan duduk di tepi ranjang tepat di samping Andin
" Gimana perkembangan hubungan kamu sama Reno ? "
" Perkembangan apa mah ? dia aja belum nikah udah bikin kesel sekarang ga pernah telpon aku lagi. Gimana kalo udah resmi jadi suami aku ? "
" Mama tau Andin kamu suka Alvian kan ? " Andin langsung membulatkan kedua bola matanya mendengar ucapan dari Mita
" Itu mah aku.. "
" Mama ngerti kok sayang, tapi kamu juga harus sadar Alvian bukan jodoh kamu, sebentar lagi dia udah mau nikah sayang "
" Iya aku tau mah " menundukkan kepalanya
" Mama cuma mau tanya sama kamu, apa kamu ga punya perasaan apapun ke Reno ? "
" Aku sendiri ga tau mah, Reno dari dulu selalu buat aku nyaman kalo ada di samping dia, walaupun harus dengerin cerita dia yang selalu ganti pasangan. Dan kadang hal itu bikin aku kesel sama dia sebagai seorang wanita aku merasa dia ga menghargai wanita "
" Tapi sekarang saat aku tau perasaan dia ke aku, aku takut dia bohong mah. Aku takut dia anggap aku kayak perempuan yang selalu ada di samping dia selama ini "
" Sayang mama mau kamu tanya ke hati kecil kamu, apa perasaan kamu ke Reno ? " mengelus rambut Andin
" Pernikahan harus di dasari dengan perasaan dan kepercayaan sayang, walaupun papa paksa kamu untuk nikah sama Reno. Tapi mama akan selalu dukung apapun pilihan kamu "
" Makasih ya mah " Mita tersenyum
Andin memeluk tubuh Mita, dan Mita pun membalas pelukan anaknya. Lalu meninggalkan kamar Andin agar Andin dapat bertanya dengan dirinya sendiri apa yang sebenarnya dia inginkan
" Perasaan dan kepercayaan ? apa Reno bisa kasih itu ke aku ? aku harus mulai berani untuk melangkah. Aku ga bisa terus mengharapkan seseorang yang udah ga mungkin lagi buat aku "
Tut...Tut...Tut...
__ADS_1
" Hem.. "
" Ren apa kamu bisa janji selamanya setia sama aku ? apa kamu bisa janji ga akan tinggalin aku begitu kamu bosen ? "
" Kamu kenapa ? " Reno terkejut setelah beberapa hari tak berkomunikasi sama sekali, tiba-tiba saja mendapatkan serangan yang bertubi-tubi
" Akh... Ya udah ga usah di jawab lupain aja " Andin langsung memutuskan sambungan teleponnya
" Dasar laki-laki ga jelas, apa susahnya dia jawab ? dia ga tau aja gimana malunya harus tanya itu semua " wajah Andin menjadi merona
Ting... Sebuah pesan masuk ke ponsel Andin
" Aku ga tau kenapa kamu tiba-tiba tanya itu ? yang aku tau aku udah janji aku ga akan pernah main perempuan lagi. Aku bisa janji ga akan pernah tinggalin kamu, tapi maaf aku ga bisa untuk setia sama kamu "
Wajah Andin langsung berubah menjadi marah membaca pesan dari Reno dan langsung membuang ponselnya ke sembarang arah
Ting.. Sebuah pesan kembali masuk ke ponsel Andin dengan perasaan kesal dan penasaran yang bercampur aduk, Andin kembali meraih ponselnya
" Karena suatu saat nanti aku pasti bagi hati aku, untuk anak kita wahai calon istri aku satu-satunya " dalam sekejap wajah marah Andin berubah menjadi merona
Di sisi lain ada keluarga Bastian Pratama yang sedang sibuk untuk mempersiapkan acara pernikahan Alvian dan Lena, Alvian selalu membawa Lena ke mana dia berada dan selalu mengenalkan kepada teman-temannya
Siang itu setelah acara makan siang Alvian meminta izin kepada Lena untuk berkumpul bersama dengan teman-temannya. Mereka memaksa Alvian untuk mengadakan pesta pelepasan masa lajang
" Ya sayang "
" Kamu jangan sampe mabuk ya "
" Ya sayang aku janji, nanti selesai acara aku langsung pulang dan telpon kamu ya "
" Hati kamu sekarang udah milik aku, harus kamu jaga ya " dengan manja
" Ya sayang cuma sama teman-teman kantor yang cowok doang kok. Aku cinta kamu "
" Aku juga cinta kamu Vian " mereka pun memutuskan sambungan teleponnya
" Ga tau kenapa perasaan aku ga enak banget sayang, kayaknya malam ini akan terjadi sesuatu "
Malam itu mereka pergi ke sebuah bar yang cukup ternama, semua sudah mulai berpesta Alvian yang notabene merupakan anggota keluarga Pratama membuat acara tersebut dengan sangat meriah. Segala macam minuman tersedia, mereka sudah mulai mabuk hanya satu hal yang mereka tidak ketahui bila ada sepasang mata yang terus mengawasi mereka dari kejauhan
Mereka menghabiskan malam itu dengan berpesta dengan minuman yang mengandung alkohol tanpa di temani oleh wanita, karena itu adalah syarat yang di berikan Alvian untuk mengadakan pesta tersebut. Dan yang lain pun menghargai keinginan Alvian
__ADS_1
Malam semakin larut mereka semua semakin mabuk dan sebagian mulai tak sadarkan diri, dan mereka pun memutuskan untuk kembali karena sudah puas untuk menikmati pesta pada malam itu. Alvian segera menyelesaikan pembayaran
" Gw ke kamar mandi dulu ya "
" Mau gw anter ga Vian ? "
" Ya elah, ga usah "
" Ya udah kita langsung cabut ya "
" Ok hati-hati ya "
" Thank's ya Vian pestanya. Kita doain semoga pernikahan lo langgeng untuk selamanya "
Yang lain langsung memutuskan untuk keluar dari tempat tersebut dan kembali ke tempat mereka masing-masing, sedangkan Alvian memutuskan untuk ke kamar mandi sejenak. Saat hendak menuju ke kamar mandi tanpa sengaja Alvian menyenggol seorang waiter
" Sorry ya "
" Ya pak, bapak seperti sudah mabuk. Bapak mau ini ? ini untuk mengurangi mabuk pak " menyodorkan sebuah gelas
" Tapi itu kan pesanan orang lain " Alvian mengerutkan keningnya
" Ga apa pak, nanti saya bisa pesan ulang "
Bodohnya Alvian tanpa berpikir panjang langsung meminum minuman tersebut, karena dia merasakan kepalanya yang sudah sangat berat. Alvian memberikan beberapa lembar uang merah kepada waiter tersebut
" Makasih ya "
" Sama-sama pak " Alvian kembali melangkahkan kakinya menuju ke kamar mandi
Setelah menyelesaikan urusannya Alvian merasakan kepalanya semakin berat, dia pun mulai melangkahkan kakinya keluar dari dalam kamar mandi untuk pergi dari tempat itu
" Hai Vian " Alvian mencoba memfokuskan pandangannya, tetapi rasa mabuknya tak bisa membuat dia mengenali siapa yang ada di hadapannya
" Kamu udah mabuk ya, ayo aku bantu " Alvian tetap tak dapat mengetahui siapakah gerangan orang tersebut, yang Alvian tau adalah dia seorang wanita
" Kenapa jadi berat gini sih kepala gw, tadi kayaknya ga begini ? "
Bantu like dan komentar ya teman-teman 😊
Terima kasih 🤗
__ADS_1
Mampir kak ke karya aku 😉
" Hati Seorang Wanita "