
Setelah keluar dari ruangan itu Mita pun mulai melangkahkan kakinya berjalan menuju ke arah lift dan tak terasa air mata Mita mengalir dengan sendirinya, mengingat pelukan hangat seorang ayah yang sudah sangat lama tidak pernah dia rasakan. Dan terselip rasa haru di dalam hatinya karena dia baru mengetahui bahwa pria itu ternyata masih peduli terhadapnya
Saat pintu lift mulai terkejut karena melihat ada seseorang yang sangat dia kenal dan orang tersebut adalah Rangga, di samping Rangga juga ada seorang pria paruh baya Mita yakin pria tersebut adalah papanya Rangga. Mita langsung menghapus air matanya lalu langsung masuk ke dalam lift dengan cepat
Mita pun tidak menyapa Rangga sama sekali seolah-olah mereka adalah dua orang yang tak saling kenal, sedangkan Rangga sangat terkejut melihat Mita ada disitu apalagi dalam keadaan mengeluarkan air mata dan memegang sebuah cek yang belum sempat Mita simpan
''Rangga kok jadi bengong kamu?" menatap ke arah anaknya yang masih diam mematung sedangkan pintu lift sudah mau tertutup kembali
''Oh ya, maaf pah" Rangga keluar dari dalam lift dan mengekor di belakang papanya
"Kamu kenapa ada di sini Mit? kalo aku ga salah liat tadi yang ada di tangan kamu itu cek, kenapa bisa pegang cek sambil nangis?"
''Silahkan kan pak sudah di tunggu pak Brahma di dalam"dengan sopan, sang sekretaris langsung berdiri saat melihat kehadiran kedua orang tersebut
''Oh ya, terima kasih"
Tok..Tok..Tok..
''Masuk"
''Silakan pak''
Sekretaris itu membukakan pintu ruangan pak Brahma dan menutup kembali pintunya saat merek berdua sudah masuk ke dalam ruangan tersebut
''Hai... Lagi sibuk ya Bram? kita ganggu kamu ga nih?"
''Enggak kok '' tersenyum, dan mulai bangkit dari bangku kebesarannya lalu menyalami Rizal
Brahma Sanjaya dan Rizal adalah teman dekat dari masih kuliah hingga saat ini, Rizal biasa memanggil Brahma dengan panggilan Bram, karena persahabatan mereka berdua lah yang menjadikan alasan mereka ingin menjodohkan anak-anak mereka
''Sini om peluk dulu si dokter tampan calon menantu kesayangan om" Rangga hanya membalas dengan senyuman
Lalu tanpa ragu Brahma memeluk tubuh Rangga dan hal tersebut berhasil membuat emosi Rangga semakin memuncak, karena dengan sangat jelas Rangga dapat mencium parfum Mita masih menempel di tubuh laki-laki itu
"Sialan kamu abis ngapain sama laki-laki tua ini Mit? kenapa ga aku bisa cium wangi parfum kamu nempel di laki-laki tua ini"
''Ayo duduk dulu biar enak ngobrolnya" melepaskan pelukannya dari Rangga
__ADS_1
Mereka bertiga pun mendudukkan dirinya di atas sofa yang berada di dalam ruangan itu, tak lama kemudian sekretaris om Bram mengantarkan minuman ke dalam ruangan itu untuk mereka dan segera keluar dari dalam ruangan tersebut
''Jadi kenapa nih tiba-tiba kamu ngajak kita ketemuan? pasti ada hal penting yang mau di bahas kan"
''Angel mau pulang bulan depan, jadi aku mau bahas masalah tentang pernikahan mereka berdua. Kan biar kita bisa cepat jadi besan dan menimang cucu" tertawa bahagia
Dugh... Rangga serasa tertimpa sebuah beton yang sangat besar membuat dirinya sulit untuk bernapas mendengar ucapan itu
"Bulan depan perempuan itu mau pulang, dan mereka kayaknya punya rencana mempercepat acara pernikahan kami. Tapi gimana sama Mita? aku ga mau nyakitin hati Mita"
Untuk sesaat Rangga melupakan amarahnya terhadap Mita
''Wah bagus juga tuh, aku juga udah ga sabar mau nimang cucu" tertawa
Mereka berdua sang para orang tua itu pun tertawa dengan riang, hanya Rangga yang diam seribu bahasa memikirkan apa yang akan terjadi dengan hubungannya dan Mita
Angelina atau biasa di sapa Angel dia adalah gadis cantik yang hanya berselisih umur dua tahun dengan Mita, alasannya hanya satu karena Angel adalah anak mama tiri Mita dari suaminya yang terdahulu
Keluarga Bram menjodohkan Bram dengan mamanya Angel karena keluarga dari mamanya Angel adalah keluarga pebisnis hebat, itu lah yang membuat seorang Brahma Sanjaya menjadi sukses seperti sekarang
Walaupun mamanya Angel sudah meninggal sekali pun tidak merubah kedekatan mereka berdua, Angel adalah seorang gadis cantik yang sedikit manja sehingga membuat Bram merasa selalu mempunyai seorang gadis kecil yang dapat menghibur hatinya bila dia sedang merindukan Mita
''Ya, jadi rencananya aku mau nikahin mereka dulu nanti saat Angel pulang"
"Aku setuju aja Bram"
''Kamu sendiri gimana Rangga? udah siap nikah sama anak om belum?" menatap ke arah Rangga
Rangga hanya terdiam tanpa menjawab sepatah kata pun, karena kini hanya badan Rangga yang berada di tempat itu tetapi pikirannya sudah berada di tempatlain. Rangga bahkan sama sekali tidak mendengar apa yang sedang di bicarakan
'' Rangga di tanya sama om Bram '' papanya menyenggol tangan Rangga dan berhasil membuat Rangga tersadar dari lamunannya
''Oh ya.. Maaf om Rangga ga dengar, apa ya yang tadi di omongin?''
''Ya ampun calon pengantin kita udah grogi aja nih kayaknya" ledek om Bram lalu ke dua orang tua itu pun tertawa
Mereka pun mulai berbincang untuk membahas semua keperluan pernikahan antara Rangga dan Angel, om Bram dan papanya Rangga sangat bersemangat membahas ini dan itu hanya Rangga yang diam dan sesekali membalas dengan senyuman. Yang ada di dalam pikirannya saat itu adalah dia ingin segera menemui Mita
__ADS_1
"Aduh kapan sih obrolan ini selesai?"
''Sebentar lagi waktunya makan siang ni, gimana kalo kita makan di luar aja?"
''Boleh aja kalo kamu ga sibuk"
''Aduh maaf om saya kayaknya ga bisa ikut makan siang, saya ada perlu om mau ketemu sama seseorang" dengan cepat
''Loh kamu gimana sih? kan papa udah bilang kosongin jadwal kamu hari ini" menatap tajam
''Udah ga apa Zal, namanya juga anak muda pasti semangat kerjanya masih tinggi, bagus itu om suka. Kita makan siang berdua aja, kan udah lama juga kita ga ketemu"
''Ya udah ayo"
Mereka bertiga pun sudah mulai bangkit dari duduknya
''Sini om peluk lagi dulu calon mantu kesayangan om ini"
Dan sudah pasti pelukan dari seorang Brahma Sanjaya berhasil membuat Rangga mengingat kembali emosinya yang mulai padam, dan mereka pun mulai melangkahkan kakinya keluar dari ruangan tersebut
''Kamu tadi kesini bawa kendaraan sendiri apa ga?"
''Ga Bram aku tadi bareng Rangga"
''Oh ya udah nanti habis makan siang biar aku yang anterin kamu"
Mereka pun mulai menuju ke parkiran mobil
"Kalo gitu Rangga duluan ya pah, om"
Rangga pun masuk ke dalam mobilnya dan mulai melajukan mobilnya menuju ke apartemennya, dia harus meminta penjelasan dari Mita apa yang di lakukan istrinya tadi di sana? emosinya sudah mulai tidak bisa dia tahan, dia pun sudah membayangkan hal yang aneh-aneh walaupun sudah pasti itu adalah salah besar..
bantu like dan komentar ya teman-teman 😊
terima kasih 😊
maaf ya kalo masih banyak typo maklum masih belajar....
__ADS_1