
" Apa kamu benci aku ? " tersenyum hangat, Lena hanya menggelengkan kepalanya
Alvian membuka ikatan Lena sedangkan Bastian yang mau mencegah langsung di pegang oleh Adit. Dan Adit memberikan kode keras untuk tidak menghalanginya membuat Bastian terpaksa menghentikan niatnya
" Tapi aku tau kok kamu kecewa sama aku "
" Kenapa kamu bilang gitu Vian, liat keadaan kamu perempuan itu yang buat kamu begitu..!! " Bastian berteriak dari kejauhan
" Kamu kenapa ? " tersengal-sengal tertahan tangisan
" Aku ga apa kok, kamu sekarang bisa pergi dengan bebas. Karena sekarang aku udah cacat untuk selamanya "
Bastian dan Adit saling memandang seolah mereka sedang berbicara, apa maksud ucapan Alvian ? karena mereka tau bila kini Alvian sudah bisa mulai berdiri walaupun belum bisa untuk berjalan, sedangkan David hanya bisa tersenyum
" Ternyata bisa jadi aktor hebat ini si anak tengil "
" Kamu ? "
" Ya sekarang aku udah lumpuh, jadi kamu bisa pergi sekarang. Cari kebahagiaan kamu " Lena langsung memeluk tubuh Alvian dengan erat
Hati Lena memang kecewa dengan apa yang di lakukan oleh Alvian walaupun itu bukanlah kenyataan, tetapi hati tetap hancur mengetahui pria yang sangat dia cintai kini telah tak dapat lagi berjalan
" Ayo " Alvian menarik tangan Lena
" Maaf Vian sekali ini papa ga akan ikutin kemauan kamu " mencegah mereka berdua
" Pah ini semua bukan kesalahan Lena pah, ada orang lain yang merencanakan semuanya "
" Apa maksud kamu ? "
" Tolong bawa ke sini orangnya Vid " David memberikan kode kepada anak buahnya, tak selang berapa lama anak buah David sudah membawa wanita tersebut ke dalam gudang itu
" Kenapa ini ? " wanita tersebut menatap Bastian dengan penuh kebencian
" Perempuan ini yang udah jebak aku pah, perempuan ini kirim foto kami lagi berduaan di dalam kamar hotel dan mengatakan hal-hal yang kurang baik sama Lena. Itu alasan Lena pergi tinggalin aku pah "
Bastian langsung berjalan mendekati wanita tersebut dan melepaskan sebuah tamparan yang sangat keras hingga wanita tersebut jatuh tersungkur
" Apa maksud kamu ? besar banget nyali kamu main-main dengan keluarga Pratama..!! "
Wanita tersebut bangkit dan menatap Bastian tanpa rasa bersalah ataupun takut
" Pukul lagi, bahkan saya tidak takut mati asalkan bisa menyakiti kalian "
Mendengar ucapan wanita tersebut Bastian semakin meradang, Bastian mengeraskan rahangnya dan sudah mengangkat kembali tangannya hendak menampar kembali wanita tersebut dan langsung di pegang tangannya kirinya oleh Alvian
" Kalo ada yang sakitin anak papa, papa marah ga ? " Bastian menoleh ke arah Alvian
__ADS_1
" Ga ada di dunia ini yang boleh sakitin anak papa " dengan tegas
" Baru aja papa tampar anak papa sendiri "
FLASH BACK
David mulai melajukan mobilnya ke arah lokasi yang di beritahukan kepada anak buahnya
" Apa maksud omongan lo tadi ? " menatap tajam David
" Gw akan bilang semuanya ke lo sekarang, perempuan yang ada di dalam kamar hotel itu gw udah tau dia siapa "
" Siapa ? "
" Dia kakak lo "
" Ga lucu, gw anak tunggal "
" Dia sama kayak gw, lo pasti ngerti kan ? "
" Lo ga lagi bohongi gw kan ? "
" Ga ada untungnya buat gw, gw udah lakuin tes DNA dan kalian dari ayah yang sama " Alvian hanya bisa terdiam mendengar penjelasan dari David
" Jadi sekarang tugas gw udah selesai, gw cuma ga mau istri gw sedih. Sekarang semua terserah lo mau ambil tindakan apa ? "
" Ga ada yang namanya anak tak mempunyai ayah, masa kecilnya bahagia "
" Gw harus gimana ? tapi kalo gw ungkap semuanya nanti mama bisa sedih. Tapi gimana juga dia punya hak yang sama dengan gw "
FLASH OFF
" Kamu ngomong apa Vian ? "
" Ya kan kak " Alvian tersenyum dan menatap wajah wanita tersebut
" Saya bukan kakak kamu " dengan sinis
" Ya kamu memang bukan kakak kandung aku, tapi kita tetap aja satu papa. Papa kita sama-sama Bastian Pratama" tersenyum hangat
" Vian jelasin ini semua sama papa "
" Ini om " David menyerahkan sebuah amplop yang berisi hasil tes DNA Alvian dan wanita tersebut, Bastian membuka amplop tersebut dan membacanya. Sedangkan Adit hanya melirik sambil tersenyum meledek
" Kalian keterlaluan sih saat muda dulu "
" Kamu " menatap wanita tersebut
__ADS_1
" Kenapa kaget ? ternyata saya masih hidup, dan perempuan bodoh itu ga menggugurkan saya " Bastian hanya bisa terdiam seribu bahasa, dia sendiri tak tau apa yang harus dia lakukan
" Sebaiknya papa selesaikan masalah papa dulu, aku mau bawa Lena sekarang " Alvian menarik tangan Lena keluar dari dalam gudang tersebut, sedangkan David dan anak buahnya mengikuti dari belakang
" Len sekarang semuanya udah jelas kan ? aku ga pernah khianati kamu. Tapi maaf sekarang kamu harus pergi cari kebahagiaan kamu, karena aku sekarang udah cacat " Alvian melepaskan genggaman tangannya dan sedikit mendorong tubuh Lena
Seluruh otak Lena seperti kosong dia tak dapat berpikir apapun melihat semua kenyataan yang terjadi, dia hanya melangkahkan kakinya menjauh begitu saja. Alvian hanya menatap punggung Lena tanpa mengeluarkan suara sama sekali
" Aku akan lepaskan kamu sayang kalo kamu memang memilih pergi, aku udah banyak sakiti kamu. Bahkan kamu sampe seperti itu karena keluarga aku "
Tiba-tiba saja Lena seperti mendapatkan kembali semua kesadarannya dia pun menghentikan langkahnya
" Apa yang aku lakuin ? Vian ga pernah selingkuh di belakang aku sama sekali, kenapa aku harus pergi cuma karena sekarang dia lumpuh ? apa cuma segitu yang namanya cinta ? "
Lena membalikkan tubuhnya dan berlari kecil ke arah Alvian lalu memeluk tubuhnya dengan sangat erat, Lena kembali menangis dengan hebat sambil terus memeluk tubuh Alvian
" Maaf.. Maafin aku, kenapa aku bisa ga percaya sama kamu ? tolong jangan suruh aku pergi " Alvian membalas pelukan Lena
" Apa kamu bisa terima keadaan aku yang udah begini ? " Lena menjawab dengan anggukan kepalanya
" Maafin aku yang udah buat kamu begini, tolong biarin aku jaga kamu selamanya "
" Kamu ga salah kok sayang, apa bener kamu mau jaga aku selamanya ? " Lena menjawab dengan anggukan kepalanya
" Makasih ya, kamu harus percaya kalo selamanya aku cuma cinta sama kamu " Lena menangis dengan hebat di dalam pelukan Alvian
" Udah... Udah... Mau sampe kapan lo bikin sandiwaranya ? " menepuk pundak Alvian, mendengar itu Lena langsung melepaskan pelukannya
" Rese lo ganggu kesenangan orang aja " Alvian menatap tajam sedangkan David hanya tersenyum mengejek
" Maksudnya ? " Lena menghapus air matanya
" Dia bohongin lo, kalo dia bilang dia akan cacat selamanya. Sekarang aja dia udah mulai bisa berdiri kok "
" Vian " lirih
" Maaf.. Anggap aja hukuman kamu tinggalin aku gitu aja " Lena kembali memeluk tubuh Alvian
" Maaf ya, aku cuma berpikir ga mau halangi kebahagiaan kamu " Alvian membalas pelukan Lena
" Kamu harus ingat ini selamanya kebahagiaan aku ada di kamu, jadi jangan pernah lakukan bahkan hanya berpikir untuk tinggalin aku selamanya "
Bantu like dan komentar ya teman-teman 😊
Terima kasih 🤗
Kalo bisa berikan vote ðŸ¤
__ADS_1
Dukungan dari kalian sangat berarti untuk aku 🤗