Zahra Anak Yang Tak Berdosa

Zahra Anak Yang Tak Berdosa
Bastian Si Pembuat Masalah


__ADS_3

Tak butuh waktu terlalu lama sampai lah mereka bertiga di karaoke xx, karena memang keadaan jalan yang sudah mulai lenggang, mereka bertiga pun mulai melangkahkan kakinya masuk ke dalam karaoke xx tempat Cindy dan Mita bekerja


Siapapun orang yang tinggal di kota itu sebagian pasti kenal mereka bertiga, minimal mereka akan kenal dengan Bastian seorang pengacara muda dan hebat yang namanya sudah tidak di ragukan lagi


Walaupun mereka hanya bertiga dan menunggu satu lagi sahabatnya si jones yang belum pasti, mereka tetap memilih ruangan yang VVIP, bagi mereka uang bukanlah masalah, jadi mereka akan selalu mengambil sesuatu yang terbaik


Mereka pun memilih ladies yang tercantik menurut selera mereka masing-masing, dan Mita malam itu ternyata dipilih oleh Rangga, entah mengapa Rangga merasa sedikit tertarik saat pertama melihat Mita


Setelah semua duduk dengan nyaman dan di dampingi oleh para ladies pilihan mereka, Cindy pun masuk ke dalam ruangan itu untuk memulai tugasnya


" Selamat malam pak " sapa Cindy sambil tersenyum ramah seperti biasa


" Malam " Rangga menjawab dan membalas senyuman Cindy


Tapi di saat yang sama tanpa ada yang menyadari diam-diam Bastian mulai memperhatikan Cindy, gadis muda yang sangat cantik dengan polesan make up yang tipis, benar-benar terlihat cantik natural


" Maaf mau pesan apa pak ? "


" Minum apa kita bro ? " Rangga menoleh ke arah sahabatnya yang lain


" Kayak biasa aja lah " jawab Bagas yang sudah asik memegang tangan ladies di sebelahnya


" Ok.. Kita pesan Jack Daniels ya satu " Rangga kembali menghadap ke arah Cindy


" Oh ya pak, mau pake campuran untuk minuman nya ? atau ada pesanan lainnya sekalian "


" Ga usah mbak kita minta es batu aja sama paket buah serta makanan ringan yang lain ya " jawab Rangga


Saat itu Rangga sudah duduk santai di samping Mita, ya Rangga memang sedikit berbeda dengan kedua sahabatnya itu, walaupun dia akan selalu di temani oleh wanita tetapi dia menghargai wanita yang berada di sampingnya


" Oh, baik pak tunggu sebentar ya "


Lalu Mita membisikan sesuatu ke Rangga, dan Rangga pun mengeluarkan 2 lembar uang merah dari dalam dompetnya dan di serahkan ke Cindy, ternyata Mita membisikan untuk memberikan sahabatnya itu uang, padahal tanpa Mita minta pun Rangga akan selalu memberikan uang kepada setiap pelayan setelahnya


" Wah rejeki anak soleh " canda Cindy seperti biasa


Mereka pun yang ada di ruangan itu tersenyum, tetapi senyuman Bastian memiliki arti yang berbeda dia menjadi semakin tertarik kepada Cindy


" Kalo gitu saya permisi dulu pak "

__ADS_1


Cindy mulai melangkahkan kakinya hendak undur diri dari ruangan itu, tiba-tiba Cindy menghentikan langkahnya karena mendengar ucapan dari Bastian


" Tunggu..!! Sekalian tolong panggil manager operasional kamu suruh ke sini ya " perintah Bastian sambil tersenyum jahat


" Siap pak kalo gitu saya permisi dulu "


Cindy melemparkan senyuman termanisnya dan pergi dari ruangan itu, tanpa memikirkan hal yang aneh-aneh


" Lo ngapain bro panggil manager apa lo sekarang udah ga doyan cewe ? " ledek Bagas sambil tertawa terbahak-bahak


Rangga pun ikut tertawa terbahak-bahak hanya para ladies yang tersenyum menahan tawa mereka, mereka takut menyinggung Bastian bila ikut tertawa


" S*alan amat tuh mulut lo bro "


" Lah terus lo mau ngapain ? "


" Liat aja nanti " jawab Bastian dan kembali menampakkan senyum jahatnya


Bagas hanya bisa tertawa mendengar jawaban dari Bastian, hanya Rangga yang langsung memikirkan Bastian akan melakukan keusilannya seperti biasa


" Hmm... Alamat ni bakal ga beres "


Begitu mendengar dari Cindy pak Bambang langsung menuju ke arah ruang VVIP tempat mereka berkumpul, tak butuh waktu lama pak Bambang sudah berada di dalam ruangan itu


" Gw mau itu cewe yang tadi kesini temani gw malam ini " jawab Bastian dengan entengnya


DUAR.... seperti ada serangan bom atom saat mendengar ucapan Bastian, pak Bambang dan Mita yang mendengar ucapan itu langsung merasakan jantungnya berdetak tak menentu


Hanya bedanya kalo pak Bambang bingung antara takut dengan orang di hadapannya atau mengikuti peraturan, bila Mita takut sahabatnya itu akan terlibat masalah


" Maaf pak sebelumnya tapi tugas waitress tidak untuk menemani para tamu pak "


Walaupun dengan ragu-ragu pak Bambang mencoba untuk memberi pengertian kepada Bastian, karena dia juga yakin bila Cindy pasti akan menolak permintaan itu


Masuk lah Cindy yang tak tau apapun ke dalam ruangan itu membawa pesanan tadi, Cindy hanya merasa sedikit heran karena suasananya seperti berubah menjadi dingin tidak seperti tadi


Cindy mulai menyusun pesanan tadi ke atas meja, dia merasa heran melihat pak Bambang yang masih setia berdiri dengan wajah bingung dan Mita yang wajahnya sudah sedikit tegang


Tiba-tiba saja, prang..... Satu botol Jack Daniels yang baru saja di taruh Cindy di meja di lempar oleh Bastian, sontak saja membuat semua yang ada di ruangan itu seketika menjadi tegang

__ADS_1


" Sebaiknya lo pikirin caranya kalo lo masih mau tempat ini buka kayak biasa " dingin


" Udah akh bro apaan si, kenapa lo jadi begini ? "


Bagas sedikit bingung dengan tingkah Bastian malam itu, Bastian adalah yang paling usil antara mereka tetapi biasanya tidak pernah separah ini


" Mbak kita pesan satu lagi ya Jack Daniels nya "


Rangga hanya ingin membuat Cindy keluar dulu dari ruangan itu, karena Rangga kasihan melihat Cindy dengan wajah yang sudah kebingungan dan sedikit takut


" Iya pak " Cindy langsung keluar dari ruangan itu tanpa ada senyuman di bibirnya seperti biasanya


" Kenapa ya kok aku jadi takut gini ? "


" Ya udah lo boleh keluar dan gw ga mau tau dia harus temani gw malam ini di sini " Bastian menatap pak Bambang dengan tajam


" Kalo gitu saya permisi dulu pak " jawab pak Bambang dengan sopan dan meninggalkan ruangan itu


" Lo serius Bas ? aneh banget si lo " protes Bagas


" Ga apa, gw suka aja lihat cewe tadi "


" Sayang tolong dong teman aku " bisik Mita ke Rangga


" Bukan ga mau bantu teman kamu tapi ga bisa, dia memang begitu orangnya kalo udah mau sesuatu "


" Tapi teman aku bukan cewek kayak gitu "


" Udah kamu tenang aja, dia memang gitu tapi ga kasar kok kalo nanti dia sudah berlebihan kita minta bantuan Adit " jawab Rangga Mita pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya


Rangga berusaha mencoba membuat Mita tenang karena dia dapat melihat dengan jelas gadis yang duduk di sampingnya itu sedang sedikit ketakutan


Rangga merasa sekali ini Bastian tidak seperti biasanya, Bastian biasanya sama dengan Bagas mereka adalah playboy sejati jadi mereka tidak pernah bersikeras untuk seorang perempuan, sepertinya sekali ini Bastian tertarik terhadap gadis ini


" Dit lo tolong kesini deh, kayaknya sepupu lo mau buat masalah ni "


Untuk antisipasi Rangga langsung mengirimkan pesan kepada Adit, karena hanya seorang Adit yang bisa mengendalikan seorang Bastian


bantu like dan komentar ya teman-teman 😊

__ADS_1


terima kasih 😊


maaf kalo masih banyak typo masih belajar...


__ADS_2