
sekarang Siska sudah mulai tinggal di kediaman keluarga Bastian, walaupun ini bukan cucu pertama dari keluarga Bastian, tapi karena orang tua Siska tidak ada di kota ini, jadi mereka harus menjaga anak pertama dari Bastian
begitu juga Wulan sekarang sudah tinggal di kediaman keluarga Bagas, walaupun kandungan Wulan belum terlalu besar tapi mamanya Bagas memaksa untuk pulang ke kediaman mereka, karena mama Bagas sangat menyayangi Wulan, dia tidak ingin terjadi sesuatu dengan kandungan Wulan
sedangkan Mita sampai saat ini belum juga ada tanda-tanda kehamilan, tapi Mita sudah tidak terlalu bersedih lagi, Rangga sudah membuktikan kalau kebahagiaan Mita adalah yang utama, dan mereka masih punya Zahra sang penghibur hati
hari ini Mita berencana untuk menemui mamanya, untuk membicarakan perihal rencananya menyatukan mama dan papa nya kembali, pagi itu setelah semua urusan nya selesai, dia keluar dari apartemennya bareng Rangga tetapi mengendarai mobilnya masing-masing
tok..tok..tok..
" iya sebentar " ucap orang dari dalam
" mah.. " sapa Mita saat pintu terbuka
" masuk Mit, kamu sendiri ? " tanya mamanya
" ya mah, Rangga langsung ke rumah sakit " jawab Mita
mereka pun berbincang-bincang ringan dulu awalnya, Mita ingin lihat situasi hati mamanya terlebih dahulu
" kemarin aku ketemu papa mah " ucap Mita mulai melancarkan rencananya
mamanya hanya diam dan menundukkan kepalanya, Mita pun menggeser posisi duduk nya mendekat ke mamanya, lalu menggenggam tangan mamanya
" apa mama masih marah sama papa ? " tanya Mita dengan suara lembut
" mama ga tau Mit " jawab mamanya menatap Mita
" apa mama ga ada niat buat rujuk lagi sama papa ? " tanya Mita
" kalau untuk itu ga mungkin Mit " jawab mamanya Mita
" kenapa mah ? " tanya Mita, mamanya hanya diam dan air matanya sudah hampir tertumpah
" mah.. kita kan cuma manusia biasa mah pasti kita punya salah, apa mama ga bisa maafin papa ? " lanjut Mita
" mama sudah maafin kok papa kamu " jawab mamanya Mita
" terus kenapa mah ? " tanya Mita
__ADS_1
" papa kamu sama mama sudah sama-sama menikah lagi Mit, jadi itu ga mungkin " jawab mamanya Mita
" istri papa sudah lama meninggal mah dan semenjak itu papa ga pernah nikah lagi mah, mama juga sampai kapan mau tunggu laki-laki itu " ucap Mita mencoba memberikan mamanya penjelasan
" tapi bukan itu aja Mit, papa kamu ga akan berani perjuangin mama sama kaya dulu Mit " ucap mamanya Mita menundukkan kepalanya
" kalau papa sanggup sekarang, apa mama mau kasih papa kesempatan ? " tanya Mita, mamanya Mita hanya terdiam dia sendiri bingung harus berkata apa
" apa mama ga mau coba kasih kesempatan buat papa, supaya papa bisa tebus semua kesalahan papa dulu sama mama " bujuk Mita
" apa kamu di suruh papa kamu ? " tanya mamanya Mita
" enggak mah, Mita cuma mau papa dan mama bisa bersatu lagi, Mita mau papa dan mama bahagia di masa tua kalian " jawab Mita dengan yakin
" tapi apa papa kamu setuju ? " tanya mamanya Mita ragu
" mama harus percaya sama Mita, Mita cuma mau lihat mama bahagia " ucap Mita dengan yakin dan mamanya hanya menganggukkan kepalanya
" makasih ya mah sudah kasih papa kesempatan " ucap Mita dan mamanya hanya tersenyum
Mita pun masih di situ sebentar berbincang ringan dengan mamanya terus mencoba meyakinkan mamanya agar memaafkan papanya, lalu dia pamit pulang dan kembali ke apartemennya
Tut...Tut...Tut...
" ya sayang " sapa pak Brahma
" pah, aku sudah ketemu mama.. mama mau kasih papa kesempatan " jawab Mita
" apa bener mama kamu mau maafin papa ? " tanya pak Brahma seolah-olah dia tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar
" ya pah, aku harap papa jangan kecewain mama lagi, aku cuma mau ada yang urusin papa saat nanti Angel sudah nikah " jawab Mita
" papa janji sayang sama kamu " ucap pak Brahma
" aku percaya sama papa tolong papa jaga mama ya " jawab Mita
" iya sayang, papa ga akan lakukan kesalahan yang sama kaya dulu lagi " jawab pak Brahma dengan yakin
" ya udah gimana kalau nanti kita bikin acara makan malam, gimana pah ? " tanya Mita
__ADS_1
" terserah kamu aja sayang, papa ikut aja " jawab pak Brahma terdengar bahagia
" ajak Angel ya pah, biar Angel bisa kenal sama mama " ucap Mita
" ya sayang nanti papa bilang sama Angel " jawab Brahma
" ya udah pah sampai ketemu nanti malam ya " jawab Mita dan mereka pun mengakhiri percakapan mereka
Mita pun sudah menghubungi Rangga agar cepat pulang karena ada acara makan malam keluarga nya, bagaimanapun juga sekarang Rangga adalah menantu kesayangan keluarga Sanjaya
malam pun tiba Mita dan Rangga menjemput mama Sinta terlebih dahulu baru menuju ketempat yang sudah ditentukan, di sana papa Brahma dan Angel sudah tiba terlebih dahulu
dua orang itu hanya saling diam dan larut dalam pikirannya masing-masing, bahkan Angel yang biasa nya ceria menjadi pendiam malam itu
Angel sedang merasa cemas akankah dia di terima oleh mama Sinta sedangkan dulu mamanya sangat jahat terhadap Mita, papa Brahma bingung dengan apa yang harus dia lakukan nanti di depan satu-satunya perempuan yang pernah tinggal di hatinya itu
selama perjalanan Mita sudah menceritakan tentang Angel, tak selang berapa lama mereka pun tiba di tempat itu, mereka bertiga masuk ke dalam rumah makan itu dan berjalan menuju ke meja papa Brahma dan Angel
sesampainya di meja itu semua saling menyapa, terlihat dengan jelas Angel seperti cemas dengan situasi itu, mama Sinta pun mengerti perasaan Angel, saat Angel menyodorkan tangannya ke mama Sinta, tiba-tiba saja mama Sinta langsung memeluk Angel
" makasih ya sayang, kamu sudah baik sama Mita selama ini " ucap mama Sinta saat memeluk Angel
Angel benar-benar menjadi terharu bahkan dengan mama kandung nya sendiri, dia tidak pernah merasakan kehangatan pelukan seorang ibu seperti saat ini
" ya tante, Angel yang makasih tante bisa terima Angel " jawab Angel
" loch kok tante si, Angel bisa panggil mama aja sama kaya Mita " ucap mama Sinta sambil melepaskan pelukannya
" makasih mah " ucap Angel langsung memeluk kembali perempuan di depannya itu
mereka pun mulai makan malam dengan bercanda ringan, Angel yang lama sudah kembali seperti sedia kala dia selalu bisa membuat suasana menjadi hangat
" nanti Angel biar Mita aja yang antar pulang pah, papa antar mama aja biar bisa sekalian bicara kan " ucap Mita di sela makan malam itu
papa Brahma hanya bisa menganggukkan kepalanya, kedua orang tua itu seperti ABG yang pertama kali jatuh cinta saja, seperti malu-malu membuat ke tiga muda mudi yang ada di situ menjadi senyum-senyum sendiri geli melihat mereka
bantu like dan komentar ya teman-teman 😊
terima kasih 😊
__ADS_1
maafin ya kalau masih banyak typo maklum masih belajar...