
Siska membuka ke dua bola matanya secara perlahan dan secara perlahan dia melihat sekeliling, semua orang tersenyum bahagia melihat dirinya. Matanya menyapu bersih orang di sekelilingnya mencari sosok seseorang hingga pandangan berhenti saat melihat Nadin
" Kamu ga apa kan sayang ? " dengan suara yang masih lemah
Nadin tak dapat mengucapkan satu katapun dari bibirnya, hanya air mata yang mengalir dari pelupuk matanya dan menganggukkan kepalanya. Terlihat senyuman tipis di bibir Siska pada saat itu
" Benarkan saya bilang, dia akan lebih bahagia liat kamu dari pada saya pas sadar " memegang ujung kepala Nadin, air mata Nadin semakin mengalir dengan deras. Sedangkan semua orang yang berada di situ terharu melihat ketulusan hati seorang Siska
" Jangan nangis lagi dong, nanti mama jadi sedih liatnya " Alvian merangkul pundak Nadin
" Maaf " menyeka air matanya
" Ga perlu ada kata maaf untuk yang namanya keluarga " menggoyangkan pundak Nadin
" Makasih mah, dulu aku merasa ga adil dengan kehidupan ini karena Tuhan telah mengambil mama dari sisi aku. Dan ternyata Tuhan menggantikan seorang mama yang baik untuk aku, bahkan Tuhan kini memberikan aku sebuah keluarga yang utuh "
" Sini sayang " Siska melambaikan tangannya, Nadin pun melangkahkan kakinya ke samping Siska
" Kamu ga marah kan sama mama ? " Nadin menggelengkan kepalanya, terlihat senyuman tipis di bibir Siska
" Makasih ya sayang sudah hadir di kehidupan kami, sekarang mama bisa punya anak perempuan "
" Iya mah, aku janji aku akan jadi anak yang baik untuk mama "
Suasana di dalam ruangan itu semakin larut dalam keharuan melihat masalah keluarga besar Bastian sudah dapat terpecahkan, setelah cukup puas berada di sana keluarga Adit berpamitan untuk pulang ke kediamannya mereka masing-masing
" Kamu pulang dulu sayang, istirahat ya "
" Aku di sini aja ya, aku mau jaga mama " Siska tersenyum bahagia mendengar hal tersebut
" Ya kak Nadin pulang aja dulu sama papa dan Lena biar aku yang jaga mama di sini, nanti kita gantian sekalian bawain salinan buat aku dan mama "
" Ya sayang kalian juga butuh istirahat, biar Vian yang jaga mama di sini "
" Kamu aja yang pulang Vian biar papa yang jaga mama "
" Terus siapa yang bawa mobil pah ? " menepuk jidatnya
" Ya udah papa pulang dulu, sekalian bawa salinan untuk kalian. Nanti malam papa balik lagi "
" Siap pak bos " Alvian tersenyum meledek
Dengan berat hati Nadin mengikuti keinginan Siska, walaupun hati kecilnya ingin sekali berada di tempat itu untuk menjaga Siska dengan baik. Tetapi dia juga tak ingin melawan keinginan dari Siska, mereka bertiga pun kembali ke kediamannya
" Kenapa mah ? aku tau pasti ada yang mau mama omongin kan sama aku ? "
__ADS_1
" Mama udah tau semua masalah yang menimpa kakak kamu "
Siska pun memulai semua cerita yang baru saja dia ketahui dari Nadin, terlihat guratan kemarahan dari wajah Alvian
" Kurang aj*r.. Berani banget orang itu nyakitin keluarga kami, sepertinya gw harus cepat cari tau dan gw akan buat pembalasan untuk ini semua "
" Mama tenang aja, setiap masalah akan ada jalan keluarnya. Sekarang yang terpenting mama cepat sembuh ya, jadi kita bisa sama-sama jaga kak Nadin " Siska tersenyum tipis
" Jangan kasih tau papa kamu dulu ya, mama ga tau apa yang akan papa kamu lakuin kalo dia sampe tau tentang ini. Kamu tau sendiri kan sifat papa kamu "
" Ga perlu papa mah aku aja udah cukup buat kasih orang itu pelajaran, karena udah berani lakuin hal itu ke saudara aku "
Tak butuh waktu lama Siska pun kembali terlelap, sedangkan Alvian langsung mengeluarkan ponselnya dan menghubungi David untuk menceritakan apa yang baru saja dia dengar
" Apa ? "
" Tolongin gw sekali ini " lirih
" Buset ga salah ini anak sombong minta tolong " hati kecil David tertawa geli
" Apa ? kalo gw bisa pasti gw bantu "
Alvian mulai menceritakan apa yang baru saja dia dengar dari mamanya, Alvian bukan tak mampu mencari tau sendiri tetapi Alvian yakin bila masalah ini di tangan David akan lebih cepat mendapatkan informasi tentang orang tersebut
" Jadi makin berani anak ini ke gw, mentang-mentang udah punya Zahra di samping dia "
" Apa ? "
" Gw minta hal ini ga perlu sampe ke telinga Ara, dia sekarang lagi hamil anak pertama kami. Gw ga mau dia jadi kepikiran "
" S*al gw kira dia mau minta apaan " ok... Gw setuju gw janji gw ga akan cerita masalah ini ke Ara "
" Ok... Secepatnya gw kasih kabar ke lo "
" Makasih "
" Hmm.... " David langsung memutuskan sambungan teleponnya
David langsung menghubungi sekretaris pribadinya untuk info yang baru saja dia dengar, agar lebih mudah untuk mencari tau semuanya, David juga menekankan agar info tentang semuanya di dapat secepat mungkin
Hari itu David memutuskan untuk tidak pergi ke kantor dia ingin menghabiskan waktu bersama istrinya tercinta yang sedang mengandung anak pertama mereka, David menemani Zahra untuk menonton acara kegemaran Zahra hingga tiba-tiba saja ponselnya berdering
" Ya "
" Kami sudah tau kejadiannya pak " David langsung bangkit dari duduknya dan sedikit menjauh dari Zahra
__ADS_1
" Gimana kejadiannya ? " David mendengarkan penjelasan dari orang tersebut
" Siapa orangnya ? "
" .......... "
" Kami juga dapat info kalau dia sedang mencari info tentang keberadaan gadis itu pak "
" Ok... Saya ngerti, terima kasih "
" Baik pak " David langsung memutuskan sambungan teleponnya
" Ara ga boleh tau dulu nanti dia jadi kepikiran, dia sekarang lagi hamil anak pertama kami, dia harus tenang. Aku harus cari cara selesaikan masalah ini sendiri "
" Kenapa sayang ? " ternyata sedari tadi Zahra memperhatikan sikap David yang sedikit tegang, Zahra mengetahui bila suaminya sedang memikirkan sesuatu dengan serius
" Ga ada kok sayang "
" Tadi siapa yang telpon ? "
" Urusan kerjaan doang kok " memeluk tubuh Zahra dan mencium ujung kepalanya
" Aku tau kok sayang kamu lagi bohong, tapi aku percaya apapun yang terjadi kamu akan selesaikan semua dengan baik "
" Makanya kamu bandel sih, kenapa juga hari ini kamu ga ke kantor cuma buat temanin aku aja "
" Ya karena kamu dan calon anak kita jauh lebih penting dari pada apapun sayang "
" Gombal " memajukan bibirnya sedangkan David tersenyum bahagia melihat kelakuan istrinya tersebut
" Kamu boleh ga percaya sayang, tapi kamu aja udah jauh lebih penting dari pada apapun. Apa lagi sekarang ada anak kita di dalam rahim kamu sayang, kamu benar-benar bagaikan penerang di dalam kehidupan aku sayang "
" Ayo temanin aku nonton lagi " David menurut mengikuti keinginan Zahra yang bertingkah semakin manja semenjak dia hamil
Zahra terus asik menonton acara kegemaran dirinya sambil tiduran menggunakan kaki David sebagai bantalan, sedangkan David terus saja melamun memikirkan cara terbaik menyelesaikan semua masalah yang ada
" Aku harus bisa selesaikan ini dengan baik, salah langkah sedikit semua masalah bisa jadi runyam. Yang terpenting aku harus tau dulu apa keinginan mereka ? "
Bantu like dan komentar ya teman-teman 😊
Terima kasih 🤗
Kalo bisa berikan vote ðŸ¤
Dukungan dari kalian sangat berarti bagi aku 🤗
__ADS_1