
Setiap hari Adit hanya menghabiskan waktunya untuk tidur di siang hari dan ke bar pada malam hari, semua urusan kantor dia lupakan semuanya dia serahkan kepada Erik, Adit menjadi sosok yang dingin melarikan semua masalahnya ke minuman beralkohol
Adit pun tidak pernah mendatangi kediaman mama Linda hanya sekali dia datang untuk fitting baju pengantin, dan di saat dia datang ke rumah mamanya tidak ada satu patah katapun keluar dari mulutnya menyapa Siska yang sebentar lagi akan menjadi istrinya
Bagi Adit sekarang hidupnya sudah tidak berarti lagi itu alasan dia mengikuti kemauan mama Linda, lain hal dengan mama Linda dia merasakan bahagia karena Adit menuruti keinginannya
Besok adalah hari pernikahan Adit dan Siska, tetapi malam itu dia tetap berada di bar dia mengirimkan pesan kepada ketiga sahabatnya agar mereka datang
" Gw besok mau nikah sama Siska " ucap Adit ketika semua sahabatnya sudah berkumpul
" Lo apa-apaan si Dit..!! " Bastian langsung berteriak dan memasang wajah marahnya
" Gw udah bilang sama lo, kalo lo mau ambil aja gw ga butuh perempuan kayak gitu "
" Ga butuh lo bilang ? lo sadar ga sekarang keadaan lo kayak apa..!!? "
" Pikir-pikir dulu Dit, atau lo cari tau dulu lah kebenarannya sebelum lo ambil keputusan " bujuk Bagas
" Gw udah liat semuanya dengan jelas, apa yang di kerjakan sama perempuan itu di belakang gw " dingin
" Sebagai teman lo gw cuma bisa nasehatin lo, jangan sampai nanti lo menyesal di belakang " Bagas kembali mencoba
" Enggak.. Keputusan gw udah bulat " Adit tetap dengan ekspresi yang sama dan suara yang dingin
" Ya minimal lo dengerin lah dulu penjelasan dari dia "
Bastian yang saat itu sudah terpancing emosinya memilih untuk diam, karena dia yakin bila dia terus melanjutkan maka akan terjadi perkelahian antara mereka berdua, lain hal dengan Rangga dari awal dia tidak mengeluarkan ekspresi atau suara apapun
" Lo tau hal yang paling gw sesalkan ? " mendengar ucapan dari Adit semua hanya bisa terdiam
" Kenapa gw harus kasih hati gw sama perempuan murahan kayak dia ? dia ga pantas buat gw "
Tiba-tiba... Bugh... Bugh... Bugh... Bogem mentah berkali-kali mendarat mulus di wajah Adit dari Rangga, seorang Rangga yang terkenal paling kalem di antara mereka semua, Bastian dan Bagas yang melihat itu pun terkejut mereka langsung menarik tubuh Rangga yang sudah berada di atas tubuh Adit dan masih terus melancarkan serangannya
Beberapa para keamanan sudah mulai menghampiri mereka dan mereka hanya bisa diam mendapatkan perintah dari Bastian
" Lo jadi cowok jangan b*jingan..!! Kalo lo bisa bilang hati lo buat dia seharusnya lo yang paling tau tentang dia..!! " Teriak Rangga yang sudah berhasil di tarik dari atas tubuh Adit dan masih dipegangi oleh Bagas dan Bastian
__ADS_1
Adit hanya menatap tajam ke arah Rangga tanpa menjawab apapun
" Udah bro, sabar "
" Lepas..!! Lepasin gw..!! " teriak Rangga sambil terus meronta, Bagas dan Bastian akhirnya melepaskan tangannya dari tubuh Rangga
" Lo dengerin gw baik-baik. Bukan dia yang ga pantas buat lo, tapi laki-laki b*jingan kayak lo dan keluarga lo yang ga pantas untuk dapat perempuan kayak dia " sinis
Bugh... Bogem mentah dilempar Adit tepat di wajah Rangga
" Lo ga tau apa-apa tentang gw..!! " Adit berteriak dan marah, Sekarang berbalik Bastian dan Bagas yang sedang menahan tubuh Adit
" Gw tau semua tentang lo, lo itu cuma laki-laki pengecut, lo cuma takut kan buat cari tahu tentang kebenarannya.. Dasar pengecut " sinis sambil menghapus darah segar yang keluar dari ujung bibirnya
" Oh ya satu hal yang lo harus ingat, mulai sekarang gw yang akan jaga dia sebagai adik gw, gw jamin dia ga akan pernah balik sama laki-laki b*jingan dan pengecut kayak lo " Rangga pun pergi meninggalkan tempat itu
Bagas dan Bastian akhirnya melepaskan tangannya dari tubuh Adit saat melihat Rangga sudah menghilang dan prang.... Semua yang ada meja mereka di hempaskan oleh Adit dan bertaburan kemana-mana
" Udah kalo menurut gw.. " Ucapan Bagas pun terpotong
" Diam.. Ini hidup gw biarin gw yang akan milih " dingin dan melepaskan tatapan membunuhnya, Adit langsung beranjak pergi meninggalkan tempat itu
Akhirnya Bagas dan Bastian pun memilih untuk kembali ke apartemen mereka masing-masing, Rangga pulang di sambut oleh istrinya yang bingung melihat wajah Rangga yang sudah lebam, Mita pun membersihkan luka Rangga di ruang tamu
" Kamu kenapa kok bisa gini sayang ? "
" Tadi aku pukul Adit nah ini balasan dari dia "
" Kok bisa kalian sampe pukul-pukulan gini ? "
Rangga pun mulai menceritakan semua kejadiannya dari awal, tanpa mereka berdua sadari Cindy mendengar semuanya dari balik pintu
" Jadi besok Adit mau nikah lagi " meneteskan air mata
" Ga aku harus kuat kasian anak aku kalo aku sampai lemah begini " dia pun memutuskan untuk langsung merebahkan tubuhnya
Hari itu di kediamannya mama Adit sudah ramai oleh sanak keluarga dan kerabat dekat lainnya, Siska sudah siap di dalam kamar dengan riasan pengantin yang sangat cantik, sedangkan Adit sudah rapi dengan semua perlengkapannya walaupun dengan wajah lebam dimana-mana
__ADS_1
Tok..Tok..Tok...
" Masuk "
" Dit kakak boleh masuk ? " Imel membuka pintu kamar Adit
" Ya kak "
" Muka kamu kenapa Dit ? " Imel mengkhawatirkan adiknya
" Ga apa, kenapa kak ? " Imel mulai mendudukkan dirinya di tepi ranjang
" Kakak cuma mau tanya kamu bahagia ga ? "
Imel sudah mengetahui semuanya dari Erik bila adiknya tidak pernah sekalipun datang ke kantor lagi semenjak kejadian Cindy, Adit tidak menjawab apapun Adit hanya berjalan menuju Imel dan memeluk erat tubuh kakak perempuannya itu
" Kenapa Dit ? " lembut namun Adit tetap diam
" Kamu bisa cerita ke kakak kok "
Imel menjadi sedih melihat keadaan adiknya sekarang akibat perbuatan dia dan mamanya, Imel bisa merasakan ada air yang jatuh di pundaknya menandakan Adit sedang menangis tanpa suara
" maafin kakak ya Dit, ini salah kak Imel dan mama Dit " membalas pelukan adiknya
Setelah Adit merasa tenang Adit pun melepaskan pelukannya dan menghapus air mata yang masih tersisa di pipinya
" Adit dengarin omongan kakak ya, mulai sekarang apapun keputusan yang kamu ambil kakak akan selalu mendukung kamu " Imel menggenggam kedua tangan Adit
" Makasih kak "
" Tapi kamu ga boleh gini Dit, kamu harus bangkit kamu harus kuat " Adit pun hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya
" Ya udah ayo keluar, kamu harus ingat ya apapun langkah yang kamu pilih kakak ada di belakang kamu " dengan yakin
Mereka berdua pun keluar dari kamar itu menuju ke arah penghulu yang sudah siap, di antara para tamu sudah ada Bagas, Bastian terlambat datang karena terjebak macet sedangkan Rangga memutuskan untuk tidak hadir di acara tersebut
Bantu like dan komentar ya teman-teman 😊
__ADS_1
Terima kasih 😊
Maafin ya kalau masih banyak typo maklum masih belajar...