
keluarga Rangga awalnya terkejut mendengar semua cerita tentang Rangga dan Mita, tapi bagaimana pun juga mereka tetap merestui hubungan Rangga dan Mita, apalagi setelah mereka tau Mita adalah anak kandung dari om Bram, walaupun Rangga sempat mendapatkan hadiah sebuah tamparan dari papanya karena sudah menikah diam-diam selama ini
hubungan antara om Bram dan Mita semakin lama semakin membaik dengan bantuan Rangga yang selalu mempertemukan mereka berdua, Rangga berusaha menjadi penengah antara mereka berdua, Mita pun menyadari bila semua yang terjadi bukan seratus persen kesalahan papanya
Rangga langsung mengajak Mita untuk ke dokter kandungan agar mulai menjalankan program kehamilan, karena Mita cukup lama mengkonsumsi pil penunda kehamilan dari dulu saat dia masih bekerja, bagi Rangga sekarang sudah tidak ada alasan lagi bagi Mita untuk tidak ingin mempunyai anak darinya, dan tentu saja Mita juga akan melakukan itu dengan senang hati sekarang
semua wanita di dunia ini akan bahagia bila bisa melahirkan buah hatinya dari orang yang mereka cintai
om Bram dan keluarga Rangga sudah mulai mempersiapkan acara resepsi pernikahan untuk anak mereka, yang akan diadakan dua Minggu setelah kedatangan Rangga ke kantor om Bram, mereka juga sudah mendaftarkan pernikahan Rangga dan Mita ke catatan sipil
Mita saat ini benar-benar tidak bisa mengungkapkan kebahagiaan yang di rasakan dalam hatinya, dan dia juga tak lupa terus menanyakan perkembangan pencarian Cindy terhadap papanya yang belum membuahkan hasil
hari ini Bastian dan Siska memulai acara bulan madu mereka ke sebuah perkampungan kecil, mereka memutuskan untuk menyewa sebuah rumah yang tidak terlalu besar tapi dirasa cukup nyaman, apalagi bisa istirahat sejenak dari kebisingan ibu kota
mereka berdua melakukan apapun semuanya sendiri di rumah itu memasak, berbelanja dan lain-lainnya. mereka memutuskan untuk merasakan kehidupan yang lain dari yang biasa mereka lakukan
pagi itu mereka berbelanja ke pasar seperti yang sudah mereka rencanakan, saat Siska sedang memilih sayuran tiba-tiba saja Bastian berlari ke suatu arah mengejar sesuatu. tapi sia-sia yang dia kejar sudah pergi menjauh menghilang di atas sebuah motor
" sayang " teriak Siska
Bastian pun menghentikan langkahnya saat yang dia kejar sudah menghilang dan kembali ke arah Siska
" kamu kenapa ? " tanya Siska
" gpp kok sayang " jawab Bastian
" trus kamu ngapain ? kejar siapa tadi ? " tanya Siska lagi yang heran melihat Bastian seperti itu
" ga sayang tadi aku kayanya lihat orang yang aku kenal, udah ayo kamu mau beli apa lagi " jawab Bastian, dan mereka pun mulai membeli lagi kebutuhan mereka
setelah pulang dari pasar saat hendak kembali ke rumah yang sudah mereka sewa, mereka berdua mampir di toko roti yang ternyata itu adalah tempat kerja Cindy, tapi hari itu Cindy belum datang karena entah mengapa hari itu Cindy ingin sekali memakan manisan jambu kristal yang dulu dia minta dari Adit, akhirnya hari ini Ana yang menggantikan posisi Cindy di kasir
bagi Ana itu tidak masalah malah sebenarnya Ana berharap Cindy tidak usah lagi bekerja tapi Cindy menolaknya
__ADS_1
" sayang kamu kenapa ? " tanya Siska ke Bastian karena Siska melihat Bastian seperti sedang memikirkan sesuatu
" gpp kok sayang " jawab Bastian
" yakin ? " tanya Siska dan di balas senyuman oleh Bastian
Bastian langsung berjalan ke arah kasir menunggu istrinya memilih apa yang dia mau
" apa yang tadi itu beneran Cindy ya " ucap Bastian dalam hatinya
Siska pun mulai memilih beberapa roti di toko itu lalu berjalan ke arah kasir karena Bastian sudah menunggu disitu, saat Siska sudah di depan kasir dia memanggil beberapa kali Bastian tapi tidak di jawab, ternyata Bastian sedang melamun
" sayang kamu kenapa si ? jadi aneh gitu habis kita dari pasar tadi " tanya Siska sudah sedikit kesal
" oh.. ya maaf sayang " jawab Bastian yang tersadar dari lamunannya
" jawab dulu kamu tadi sebenarnya kejar siapa ? " tanya Siska
" aku tadi kayaknya liat Cindy sayang pas di pasar, dan kalau di ingat-ingat harusnya sekarang kehamilannya sudah besar juga kaya perempuan tadi " jawab Rangga dan Siska seperti terlihat bingung
" salah kali kamu sayang, masa dia tinggal di tempat sejauh ini ? " ucap Siska
" mungkin, mulai nanti kita coba keliling-keliling aja ya sambil jalan-jalan untuk memastikan, kan daerah ini agak kecil sayang kalau memang itu Cindy pasti kita bakal ketemu sama dia, gimana ? " ucap Bastian
" ya sayang kan memang tujuan kita kesini juga jalan-jalan sepuasnya " jawab Siska tersenyum manis dan di balas kecupan di kepala Siska
tanpa Siska dan Bastian sadari orang yang berada di depan meja kasir itu sedang memperhatikan percakapan mereka berdua
" aduh aku harus gimana ya ? tapi Cindy bilang dia ga mau ketemu sama semua orang di masa lalunya untuk sementara ini, tapi kedua orang ini siapa ? " ucap Ana dalam hatinya, dia yakin yang mereka maksud adalah Cindy yang sama saat mendengar nama Adit
" ini mbak berapa ? " tanya Siska sambil menyerahkan roti yang sudah dia pilih
" maaf bapak dan ibu pengantin baru ya ? " ucap Ana berusaha mencari tau
__ADS_1
" akh.. kelihatan ya " jawab Siska malu
" ya cuma pengantin baru yang umbar kemesraan ga lihat tempat " ucap Ana dalam hatinya
" ya mbak maaf sebelumnya kami sedang mengadakan hadiah untuk pengantin baru, kami memberikan sebuah kue untuk ucapan selamat dan doa dari kami semoga pernikahan bapak dan ibu bisa langgeng " jawab Ana
" makasih nya mbak doanya " jawab Siska bahagia
" maaf apa boleh saya mengambil foto bapak dan ibu ? " tanya Ana sambil mengeluarkan ponselnya
" akh... ga usah kalau gitu " jawab Bastian sinis
" maaf pak ini cuma untuk di jadikan laporan aja kok " ucap Ana berusaha mendapatkan foto orang yang ada di depannya itu
" sayang ga boleh gitu kita sudah di doakan loch sama mereka " bujuk Siska ke Bastian
akhirnya dengan berat hati Bastian mengikuti kemauan istrinya itu, setelah membayar semua roti yang tadi di pilih Siska mereka berdua pun pergi dari toko itu untuk kembali ke rumah sewaan mereka
" aneh banget masa ada yang kaya gitu " ucap Bastian dalam hatinya jiwa pengacara nya yang berbicara
setelah melihat Bastian dan Siska pergi Ana memanggil salah satu karyawannya untuk menggantikannya, dan dia bergegas pulang ke rumahnya untuk menemui Cindy
" Cin.. Cindy.." panggil Ana saat masuk ke dalam rumah
Cindy yang mendengar namanya dipanggil langsung menghampiri Ana dari dapur
" kenapa mbak ? " tanya Cindy
" kamu kenal orang ini ga ? " tanya Ana sambil menunjukkan foto di ponselnya, Cindy pun mulai terlihat sedih
bantu like dan komentar ya teman-teman 😊
terima kasih 😊
__ADS_1
maaf ya kalo masih banyak typo maklum masih belajar...