Zahra Anak Yang Tak Berdosa

Zahra Anak Yang Tak Berdosa
Sekarang Dan Selamanya


__ADS_3

FLASH BACK


Zahra segera mengganti pakaiannya dan bergegas ke luar dari dalam kamarnya


" Pagi bu Ara "


" Pagi "


" Ibu mau keluar ? "


" Aku ga boleh tunjukkan ke dia kalo aku lagi memikirkan masalah itu, aku yakin dia akan langsung bilang lagi ke David "


" Oh... Aku mau ke butik kak Nadin mbak " tersenyum tipis


" Perlu di antar supir ga bu ? "


" Ga usah bu aku bawa mobil sendiri aja, oh ya, habis itu aku mau ajak David makan siang. Jadi jangan bilang ya kalo aku mau ke sana, biar surprise "


" Baik bu " tersenyum


" Maaf ya mbak aku bohong sama mbak " merasa bersalah


Zahra langsung meninggalkan kediamannya dan menuju ke butik Nadin, tak butuh waktu lama dia pun sudah berada di ruangan Nadin bersama dengan Nadin


" Kamu kenapa Ara ? " khawatir


" Aku berharap kak Nadin bisa aku percaya, aku takut kalo cerita masalah ini ke orang lain. Pasti akan sampe ke bunda atau ayah " membuang napasnya dengan kasar


" Kak aku ga tau apa pantas aku cerita ini ke kakak " lirih


" Ra sekarang kita ini keluarga, jadi kamu bisa cerita apapun ke kak Nadin "


" Makasih ya kak " tersenyum getir


" Tadi aku liat ada bekas lipstik di baju kotor David kak, dan ada parfum perempuan yang nempel di bajunya "


" Apa yang kemarin aku liat ? " menatap serius


" Jujur aku bingung kak " menundukkan kepalanya


Nadin berjalan dan berpindah posisi tepat di samping Zahra, lalu menggenggam tangan Zahra dengan lembut

__ADS_1


" Kamu curiga sama suami kamu ? "


" Aku ga tau kak, tapi aku bener-bener takut "


" Ara dengerin kak Nadin ya, sebuah rumah tangga harus di jalani dengan dasar rasa saling percaya. Kalo memang ada suatu masalah lebih baik di selesaikan, jangan di pendam sendiri "


" Kak Nadin mau cerita jujur ke kamu, kemarin kak Nadin liat suami kamu di sebuah keluar dari tempat makan. Sama sekretaris pribadinya dan seorang perempuan " wajah sendu langsung terpampang dengan jelas


" Kamu tenang dulu, dari yang kak Nadin liat suami kamu selalu menghindar dari perempuan itu. Sebelum kak Nadin pergi kak Nadin sempat liat perempuan itu mau jatuh dan suami kamu coba tangkap dia, mungkin aja karena itu "


" Kak Nadin ga lagi bohongin aku kan ? " menatap tajam


" Buat apa kakak bohong sama kamu ? kalo dari yang kakak liat sih perempuan itu kayaknya punya niat ga baik deh Ara "


" Untung aja ke sini, ga sempat cerita ke bunda atau ayah dulu. Apalagi Vian, bisa jadi panjang nanti urusannya "


" Makasih ya kak, apa aku boleh minta tolong sekali lagi sama kakak ? " tersenyum


" Apa nih ? "


" Jangan bilang ke siapa-siapa ya kak, aku malu udah berpikiran tentang suami aku yang aneh-aneh " merona menahan malu


" Ya kak Nadin janji "


" Loh kamu mau ke mana ? "


" Mau ke kantor David kak, mau kerjain dia sedikit. Sekalian siapa tau bisa ketemu cabe busuk di sana " tertawa geli


Nadin hanya bisa menggelengkan kepalanya dan tersenyum melihat tingkah Zahra, sedangkan Zahra langsung bergegas pergi menuju kantor David


FLASH OFF


" Sayang aku.. Aku.. " menggaruk kepalanya yang sama sekali tidak berasa gatal


" Apa yang harus aku bilang ke Ara ? aku ga boleh salah ngomong atau apapun. Aku ga mau Ara jadi sedih "


Zahra bangkit dari duduknya dan dengan cepat David langsung memegang tangan Zahra, karena David berpikir bahwa Zahra akan pergi dari tempat itu tanpa mendengarkan penjelasan terlebih dahulu. Tetapi yang terjadi adalah hal yang lain, Zahra memegang ke dua pipi David dan mencium kening David dengan sangat lembut lalu menatap mata David dengan intens


" Sayang kita sekarang sudah menjadi satu, apa kamu fikir aku akan semudah itu bisa di kalahkan dengan cabe busuk model kayak gitu ? " tersenyum


" Bahasa dari mana itu ? " membulatkan kedua bola matanya

__ADS_1


" Aku minta maaf ya jujur tadi aku sempat curiga ke kamu, aku liat ada bekas lipstik di baju kotor kamu "


" Perempuan kurang aj*r, dia kira dia siapa ? berani banget dia main trik kotor begitu " mengeraskan rahangnya


" Jangan marah sayang, tapi aku udah tau kok semuanya dan aku janji mulai sekarang apapun yang terjadi aku akan percaya sama kamu " mengelus pipi David dengan lembut


" Aku minta maaf ya, pasti tadi kamu sedih " menatap sendu


" Aku yang harus minta maaf sayang, cuma karena itu tadi aku sempat curiga sama kamu. Dengan alasan apapun aku ga mau berbagi kamu dengan siapapun "


David dapat bernafas dengan lega, dia pun langsung bangkit dari duduknya dan memeluk tubuh Zahra dengan erat


" Kamu harus yakin wahai Zahra Pratama, sekarang dan selamanya cukup kamu bagi aku " mencium ujung rambut Zahra


Zahrah pun pergi makan siang bersama suaminya, setelah itu Zahra memutuskan untuk kembali ke kediamannya. Sedangkan David langsung menghubungi seseorang untuk menyelesaikan masalah yang kini dia hadapi, walaupun hal tersebut sudah tak menjadi masalah bagi Zahra. Tetapi David tak ingin memberikan celah bagi seseorang untuk menyakiti hati Zahra


" Gimana ? "


" Semua sudah siap pak, hanya saja sepertinya orang tua dari ibu Tiara adalah sahabat baik papa anda pak "


" Kalo pun gw buat hancur keluarga mereka pasti papa turun tangan, sebaiknya gw bilang dulu sama papa "


" Ok, persiapkan saja semua. Tunggu perintah dari saya "


" Baik pak " David langsung memutuskan sambungan teleponnya


David langsung menghubungi papanya dan menceritakan semua tingkah laku dari anak sahabatnya tersebut, dan papanya berjanji akan mengurus segala permasalahan tersebut


Sedangkan di tempat lain Nadin sedang berada di perjalanan bersama pria yang kini sudah bersarang di dalam hatinya, mereka menempuh perjalanan yang cukup jauh untuk berziarah ke makam mamanya Nadin


Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama kini mereka tiba di sebuah area pemakaman, mereka pun mulai melangkahkan kakinya menuju ke makam mamanya Nadin. Nadin langsung berjongkok tepat di hadapan pusara mamanya


" Mah, maaf ya Nadin baru datang lagi. Mah Nadin ke sini ga sendiri, laki-laki ini pernah menjadi seseorang yang menghancurkan hidup Nadin mah. Tapi sekarang dia sudah menjadi pemilik hati Nadin, mama yang tenang ya mah di sana. Sekarang Nadin sudah berada di tengah keluarga papa mah, dan mereka semua baik sama Nadin mah " meneteskan air matanya


Melihat Nadin mulai menitikkan air matanya Reyhan langsung berjongkok tepat di sebelahnya dan menggenggam erat tangan Nadin


" Bu perkenalkan saya Reyhan, saya pernah berbuat salah sama Nadin bu " saling bertatapan


" Tapi saya janji di depan pusara ibu, mulai sekarang dan selamanya saya akan selalu menjaga dia dengan baik. Saya ga akan biarkan air mata kesedihan keluar dari mata anak ibu "


Hati Nadin bak tertiup angin segar mendengarkan janji Reyhan di hadapan makam mamanya

__ADS_1


Bantu like dan komentar ya teman-teman 😊


Terima kasih kasih 🤗


__ADS_2