Zahra Anak Yang Tak Berdosa

Zahra Anak Yang Tak Berdosa
ga butuh bantuan kamu


__ADS_3

" kamu kenapa tadi di kejar orang-orang itu ? " tanya Bagas berusaha agar ada obrolan


" oh... itu penagih hutang " jawab Ulan berbohong


" berarti ni cewek ga kenal gw ya, tapi kenapa dia kabur ya ? " ucap Bagas dalam hatinya ada sedikit rasa penasaran dalam hatinya


" tapi ngapain kamu bisa ada di kompleks perumahan itu ? " tanya Bagas yang semakin mengikuti alur permainan Ulan


" aku ART " jawab Ulan dengan memalingkan wajahnya menghadap ke jendela mobil


" toch buat mereka aku bukan apa-apa, aku ga ada bedanya kok sama ART di mata mereka " ucap Ulan dalam hatinya tanpa terasa air matanya mengalir dan segera dia hapus


Bagas hanya melirik sekilas dia dapat melihat dengan jelas bahwa gadis di sampingnya sedang menangis, gadis itu hanya berusaha menutupinya


tak selang berapa lama pun mereka sampai di tempat yang di maksud oleh Ulan, Ulan pun langsung turun dari mobil Bagas dan berjalan menuju ke arah gerbang tempat kost, tak selang berapa lama Bagas ikut turun dari mobilnya


" tunggu " ucap Bagas dan Ulan pun membalikkan badannya


" ini ambil aja buat biaya berobat " Bagas pun memberikan beberapa lembar uang merah


" aku ga perlu " jawab Ulan dengan yakin


" lo di bawa ke dokter ga mau, gw kasih duit ga mau. jadi mau lo apa ? " ucap Bagas sedikit kesal


" aku cuma minta kamu jangan dekat-dekat aku, aku ngerasa sial dekat sama kamu, baru sebentar aja aku udah sial dua kali " jawab Ulan


Bagas yang mendengar jawaban Ulan hanya bisa diam sambil mengerutkan dahinya


" ya udah terserah " ucap Bagas sedikit kesal dan langsung kembali ke mobilnya


Bagas pun mulai menghidupkan mobilnya dan meninggalkan Ulan di tempat itu, Ulan yang melihat Bagas sudah pergi pun memasuki gerbang kost itu ke salah satu kamar yang ada di sana


tok..tok..tok... lalu ada seorang wanita membuka pintu dan Ulan pun langsung memeluk wanita itu yang ternyata sahabat terbaiknya


" hei kamu kenapa ? " tanya Susan sahabat Wulan


Wulan hanya terdiam dan menangis di pelukan wanita itu


" udah... tenang, ayo masuk dulu " lanjut Susan


keduanya pun masuk ke dalam kamar kost itu, Susan membawa Wulan agar duduk di tepi kasurnya


" kamu sebenarnya kenapa ? " tanya Susan saat melihat Wulan sudah mulai tenang

__ADS_1


" mereka benar-benar keterlaluan San " jawab Wulan


" kenapa ? " tanya Susan


" mereka mau jodohin aku sama cowok b*jingan cuma buat bisnis " jawab Wulan


" keterlaluan banget si keluarga kamu itu " ucap Susan kesal


" tapi masalahnya bukan itu San, sebenarnya mereka bilang karena aku pembawa sial, jadi mereka bisa buang aku jauh-jauh " ucap Wulan dan kembali memeluk sahabatnya itu sambil menangis


" ga ada yang namanya pembawa sial Ulan, mereka aja yang bersyukur ada orang yang sebaik kamu di antara mereka " ucap Susan


" trus rencana kamu apa ? " tanya Susan


" aku ga mau pulang ke sana lagi San " jawab Wulan sambil melepaskan pelukannya


" ya udah kalau kamu mau, kamu bisa kok tinggal disini aja bareng aku " ucap Susan dan Wulan pun mengangguk


" makasih ya San, nanti aku mau cari-cari kerja " jawab Wulan


" ya udah yang penting sekarang kamu istirahat aja dulu " ucap Susan


mereka berdua pun memilih untuk beristirahat sedangkan Bagas yang berada di tempat lain sedang kesal


" dasar cewek s*alan..!! jadi dia anggap gw pembawa sial dong buat dia " ucap Bagas dalam mobilnya yang sedang melaju menuju ke tempat dia biasa menemani Adit


" kalau di lihat-lihat si kok gw jadi kasian sama cewek tadi ya, masa anak pak Hartawan penampilannya gitu, beda banget sama anaknya yang satu lagi " ucap Bagas dalam hatinya


" akh... ngapain gw jadi mikirin tuch anak, dia aja anggap gw pembawa sial " lanjut Bagas dalam hatinya


malam pun semakin larut setelah menghabiskan lumayan banyak minuman yang mengandung alkohol akhirnya Adit dan Bagas kembali ke apartemennya masing-masing


siang itu Bagas baru saja akan kembali ke kantornya setelah bertemu dengan rekan bisnisnya, dan dia melihat Ulan yang sedang masuk ke dalam sebuah cafe resto, dia pun menghentikan mobilnya dan ikut masuk ke tempat itu


dia duduk di salah satu meja lalu ada seorang pelayan yang menghampirinya


" maaf pak mau pesan apa ? " ucap pelayan itu sedikit malas melihat Bagas


" aku minta ice lemon tea aja " jawab Bagas sambil tersenyum melihat pelayan itu


" baik pak tunggu sebentar " ucap pelayan itu dan meninggalkan Bagas


tak selang berapa lama pun terlihat dari jauh pelayan tadi sudah memegang nampan yang berisikan pesanan Bagas tadi, sambil berjalan ke arahnya, tiba-tiba saja ada seorang pelanggan yang menyenggol pelayan yang sedang berjalan itu

__ADS_1


byur... minuman pesanan Bagas pun membasahi pelanggan wanita yang sedang duduk di meja sebelah pelayan itu


" kamu buta ya..!! " teriak wanita itu


" maaf bu, saya tidak sengaja " ucap pelayan itu sambil mencoba membersihkan baju wanita itu


" dasar pelayan s*alan.. !! jangan sentuh baju saya, kamu tau baju saya ini baju mahal..!! wanita itu kembali berteriak


manager cafe yang melihat ada keributan langsung menghampiri mereka


" maaf bu ada apa ya ? " tanya manager itu dengan sopan


" kenapa kamu punya pelayan bodoh di tempat ini, kamu lihat apa yang dia lakukan " ucap wanita menunjukkan baju nya yang sudah basah


" sekali lagi saya minta maaf bu " ucap manager itu


" maaf.. maaf.. saya ga mau lihat pelayan ini ada disini lagi " ucap wanita itu


" baik bu saya mengerti " jawab manager itu


" mulai sekarang kamu ga perlu kerja disini lagi " ucap manager itu menghadap ke pelayan itu yang ternyata adalah Ulan


Bagas yang melihat semua kejadiannya dari awal sedikit geram dan menghampiri mereka


" berapa harga baju kamu ? " tanya Bagas dengan wajah sombongnya


" sombong banget kamu " jawab wanita itu


Bagas pun tak banyak bicara dia mengeluarkan semua uang cash yang ada di dompetnya dan sebuah kartu nama lalu meletakkan nya di atas meja


" itu ambil, kalau memang masih kurang kamu bisa hubungi saya " ucap Bagas masih dengan gaya sombongnya


wanita itu melihat segepok uang merah di atas meja dia pun hanya bisa diam, yang pasti jauh lebih banyak nominal uang itu dari pada harga bajunya, lalu wanita itu mengambil uang itu dan pergi keluar dari cafe itu


" lo jadi manager harus nya tanya dulu siapa yang salah " ucap Bagas menghadap manager itu dengan tatapan membunuh, manager itu hanya diam dan menundukkan kepalanya


" lo juga punya mulut jangan cuma diam aja kalau orang lain sudah keterlaluan " ucap Bagas menghadap Ulan


" aku ga butuh bantuan kamu " ucap Ulan dingin


Ulan pergi meninggalkan Bagas begitu saja, dia masuk ke dalam loker mengambil tasnya dan keluar dari cafe itu, dia melangkahkan kakinya menuju ke sebuah taman dan duduk disana tanpa dia sadari ternyata Bagas mengikutinya dari tadi


bantu like dan komentar ya teman-teman 😊

__ADS_1


terima kasih 😊


maaf ya kalo masih banyak typo maklum masih belajar


__ADS_2