Zahra Anak Yang Tak Berdosa

Zahra Anak Yang Tak Berdosa
Rencana Jahat


__ADS_3

Pagi mulai menyapa kehidupan di muka bumi, seperti biasanya pagi itu Cindy sudah duduk di meja makan untuk sarapan. Dan rutinitas kesehariannya selanjutnya adalah menemani Adit di kantor


Tok.. Tok.. Tok..


" Masuk "


" Maaf pak untuk urusan pernikahan Rangga dan Mita sudah selesai pak "


Sekarang Erik sudah jarang berada di sisi Adit karena ada Cindy yang selalu setia mendampingi Adit


" Makasih ya Rik "


" Kalo gitu saya permisi dulu pak " ucap Erik sambil sedikit menundukkan kepalanya dan di balas anggukkan oleh Adit


Cindy pun hanya tersenyum mendengar kabar tersebut, berarti sahabatnya takkan lama lagi tidak akan merasakan kesepian lagi, lalu Adit langsung menghubungi Rangga


Tut.. Tut..Tut...


" Halo "


" Baju sama cincinnya udah ready belum ? "


" Udah dong bro "


" Ok.. Yang lainnya udah siap, dan masalah itu udah aman "


" Makasih ya bos "


" Ok lah ya gw lagi sibuk, bye " Adit langsung memutuskan sambungan teleponnya


Waktu baru saja menunjukkan pukul sepuluh pagi, Adit yang tengah sibuk dengan segala urusannya sempat melirik ke arah istrinya yang kini sudah tertidur lagi di atas sofa


" Apa jangan-jangan dia mulai jenuh kali ya ikut gw ke kantor terus ? "


" Atau gw ajak aja dia honeymoon ya, kami juga kan belum lakuin itu "


Adit pun tersenyum sendiri membayangkan dia akan berbulan madu dengan istrinya, lalu tiba-tiba saja suara ketukan pintu membuyarkan lamunan Adit


Tok.. Tok.. Tok..


" Masuk "


" Maaf pak ada masalah serius di proyek kota Z pak " ucap Erik dengan wajah yang sedikit tegang


" Ya udah coba lo turun Rik "


" Maaf pak, tetapi para investor meminta bapak turun langsung, bila bapak tidak turun langsung para investor ingin menarik kembali investasi mereka pak "


" Tapi besok Rangga nikah Rik "

__ADS_1


Erik pun hanya terdiam menunggu keputusan apa yang akan di lakukan oleh orang yang ada di hadapannya saat itu, Adit pun tersenyum saat melihat istrinya yang sedang tertidur


" Oh ya kan sekarang gw udah punya istri, Cindy bisa hadir gantiin gw di pernikahan Rangga "


" Ok, siapin penerbangan buat malam ini "


" Baik pak " ucap Erik sambil menundukkan sedikit kepalanya lalu keluar dari ruangan itu


Adit berjalan mendekati Cindy lalu mencoba membangunkannya, Cindy yang baru terbangun dari tidurnya langsung duduk sambil menyapu kedua matanya


" Sayang ada masalah kerjaan di kota Z, aku harus kesana ga bisa di wakilkan "


" Tapi kan besok Mita sama kak Rangga mau nikah sayang " terdengar sedikit kecewa


" Ya aku tau sayang, tapi para investor minta aku turun langsung ke lapangan sayang " ucap Adit sambil memegang kedua tangan Cindy, Cindy hanya terdiam


" Jadi besok aku tinggalin kamu di sini aja ya, biar ada yang hadir di acara pernikahan mereka "


" Oh.. Ya udah ga apa sayang "


Dengan berat hati Cindy terpaksa menyetujui hal tersebut, walaupun jauh di dalam lubuk hatinya ada perasaan aneh yang tak dapat di jelaskan


" Tapi kamu lama ga sayang ? "


Cindy sedikit cemas berada jauh dari suaminya, karena memang belakangan ini Cindy selalu ingin bermanja-manja kepada suaminya


" Nanti aku pulang dari sana kita buat rencana untuk liburan ya " Adit tersenyum


" Kamu ga bohong kan ? " Cindy senyum sumringah dan Adit pun menganggukkan kepalanya


" Kasian juga dia baru dengar mau liburan aja bahagia banget, berarti dia mulai jenuh di kantor makanya tidur terus "


" Ya udah nanti habis makan siang kita langsung pulang aja ya, aku belum prepare aku berangkat malam ini soalnya sayang " ucap Adit sambil kembali menuju bangku kebesarannya


" Iya udah kita nanti makan disini aja sayang biar kamu ga terlalu capek "


Setelah makan siang mereka berdua pun kembali ke apartemen, Cindy mulai memasukkan pakaian dan keperluan Adit selama di sana, sedangkan Adit langsung menghubungi Rangga


Tut..Tut..Tut ..


" Ya Dit "


" Sorry bro besok gw ga bisa datang ke pernikahan lo, ada masalah serius di kota Z, jadi malam ini gw harus berangkat "


" Oh.. Ya udah ga apa gw ngerti "


" Sorry banget ya di hari penting lo gw malah ga bisa datang "


" Nyantai lah Dit, gw yakin kok pasti urusannya mendesak "

__ADS_1


" Ok.. Makasih ya bro "


" Ok.. Oh ya tapi ingat ya pulang dari sana lo jangan kasih gw oleh-oleh bogem mentah lagi " Akhirnya kedua sahabat itu pun tertawa dan mengakhiri percakapan mereka


" Sayang udah semua, keperluan kamu udah aku masukin semua ke koper " Cindy mulai bermanja-manja


" Ada yang belum sayang, gimana sih masa kamu lupain "


" Apa ? " Cindy mengerutkan keningnya sambil mencoba mengingat apakah masih ada yang tertinggal


" Jatah aku sebagai suami " bisik Adit di telinga Cindy, dalam sekejap wajah Cindy menjadi merona mendengarnya


" Tapi ini masih siang sayang " Cindy tersipu malu


" Ya kan nanti malam aku udah berangkat sayang, lagian kita juga kan ga punya malam pertama yang ada siang pertama " bisik Adit


Adit pun mulai menggandeng tangan Cindy menuju ke arah kamar, dia pun melepaskan hasratnya kepada istrinya, setelah pergumulan yang cukup panjang dan melelahkan Adit pun menjatuhkan dirinya tepat di samping istrinya


" Makasih ya sayang " Adit memeluk tubuh Cindy dan di balas pelukan oleh Cindy


" Nanti malam kamu ga usah antar aku ke bandara ya sayang kasian nanti kamu kecapean " hanya di balas anggukkan kepala Cindy yang masih berada di dada Adit


Adit pun menghujani ujung kepala Cindy dengan ciuman, sebenarnya Adit benar-benar tak ingin berpisah dari istrinya, tapi bagaimanapun juga besok adalah hari di mana sahabatnya dan sahabat istrinya akan menikah


Tak butuh waktu yang lama mereka berdua pun akhirnya terlelap dan saling berpelukan, sedangkan di seberang sana mama Linda dan Imelda sedang melakukan panggilan telepon, untuk memulai semua rencana kotor mereka


" Sayang Adit malam ini mau keluar kota "


" Nah ini dia mah kesempatan kita buat jalanin rencana kita mah, enaknya kita buat apa ya mah perempuan itu ? "


" Kayak rencana yang kamu bilang itu paling bagus sayang "


" Ok mah, kapan kita mau mulai ? "


" Besok aja sayang selesai acara Rangga, biar ga ada yg curiga pasti lagi pada sibuk mereka "


" Akh... Bener tuh mah " Imel bersemangat


" Ya udah kalo gitu sampai ketemu besok ya sayang " mereka berdua pun mengakhiri obrolannya


Hanya untuk menjalankan rencananya mama Linda pun meletakkan banyak sekali mata-mata di sekitar Adit dan Cindy, itu lah kenapa mama Linda selalu tau berita terbaru apapun tentang Adit dan Cindy


Di saat mereka sudah merencanakan semuanya dengan matang dari jauh hari, tanpa ada satu pun orang yang menaruh curiga, karena mereka benar-benar bersikap baik bila berada di hadapan Cindy, tetapi satu hal yang mereka berdua tidak ketahui itu akan menjadi titik awal kehancuran dari seorang Aditya Pratama


Bantu like dan komentar ya teman-teman 😊


Terima kasih 😊


Maafin ya kalo masih banyak typo maklum masih belajar...

__ADS_1


__ADS_2