
Satu persatu para undangan mulai naik ke atas pelaminan untuk memberikan ucapan selamat kepada kedua mempelai, di tempat itu pun hadir Dimas bersama istrinya. Dimas mengerti bila hanya sebuah penyesalan tak akan dapat membuat sebuah peristiwa berubah sesuai dengan keinginannya
Pada malam itu ada terselip kekecewaan di dalam hati Adit karena putri kecilnya tak bisa berada di sampingnya, putri kecilnya berdiri di antara keluarga Bastian untuk menutupi statusnya seperti keinginan Zahra
Malam pun semakin larut seluruh para undangan sudah mulai membubarkan diri satu persatu, kini pasangan suami istri itu pun sudah berada di dalam kamar pengantin mereka
Pernikahan itu mungkin terjadi demi kebahagiaan seorang gadis kecil yang bernama Zahra Pratama, tetapi mereka berdua sendiri belum tau apa yang harus mereka lakukan di dalam pernikahan tersebut
Liana pun memilih untuk membersihkan diri terlebih dahulu, lalu langsung mendudukkan dirinya di tepi tempat tidur dengan seribu pertanyaan di dalam hatinya, sedangkan Adit masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri
" Sekarang apa yang harus aku lakuin ? aku sendiri ga tau apa yang Adit mau sebenarnya. Pernikahan ini hanya sebatas untuk Zahra atau aku harus jalanin peran aku sebagai seorang istri juga "
Selesai membersihkan diri Adit pun keluar dari dalam kamar mandi dan melihat Liana masih termenung, Adit berusaha untuk mengerti yang ada di dalam pikiran Liana. Adit pun mulai mendudukkan dirinya tepat di samping Liana
" Aku ga akan paksa kamu untuk jalanin peran kamu sebagai seorang istri selama kamu belum siap " Liana langsung menatap ke arah Adit
" Aku akan tunggu sampe kamu siap, dan aku akan perlakukan kamu sama dengan Cindy. Tapi aku mohon jangan pernah minta aku untuk lupain Cindy " Adit pun menatap ke arah Liana
Kini kedua pasangan suami istri itu menatap semakin dalam, sama-sama mencari sebuah jawaban di dalam mata pasangannya. Adit ingin tau apa yang sebenarnya di inginkan oleh Liana ? Adit tak ingin memaksakan apa yang dia inginkan. Sedangkan Liana ingin mencari kepastian dari Adit, apakah Adit sungguh siap menerima dirinya sebagai seorang istri ?
" Kalo kamu ga mau kita tidur satu ranjang, aku bisa tidur di kursi aja " Liana pun hanya terdiam
Adit sudah hendak bangkit dari duduknya, Adit akan berusaha menghargai apapun keputusan dari Liana, tetapi belum sempat Adit berdiri Liana sudah memegang tangan Adit
" Sekarang aku udah sah jadi istri kamu, kamu berhak lakukan apapun yang sudah semestinya "
Liana mengucapkan kata-kata itu dengan menundukkan kepalanya, wajahnya sudah bersemu merah menahan perasaan malu dan bahagia mendapatkan perlakuan dari Adit
__ADS_1
" Aku mungkin ga akan pernah lupakan Cindy selamanya, tapi aku janji ga akan pernah ada perempuan lain setelah kamu "
Adit pun tersenyum bahagia dan mencium kening Liana dengan sangat lembut
" Apa kamu udah siap ? " Liana hanya menganggukkan kepalanya masih tak berani menatap ke arah Adit
" Terima kasih kamu sudah bersedia menjadi istri aku, dan terima kasih sudah bersedia menjadi bunda dari anak kami " Liana menatap ke arah Adit dan Liana dapat melihat senyuman Adit yang hangat. Senyuman yang selama ini telah hilang akhirnya dapat kembali lagi
Mereka melakukan apa yang seharusnya di lakukan oleh pasangan suami istri, dua orang insan yang telah lama menghabiskan kehidupan mereka dengan kesendirian
Adit benar-benar melakukannya dengan sangat lembut, seperti saat dulu dia melakukannya terhadap Cindy. Sedangkan Liana menjadi sangat bahagia karena merasa sangat di hargai
Setelah melakukan pergumulan yang cukup lama, Adit pun menjatuhkan dirinya tepat di samping Liana. Adit mencium ujung kepala Liana
" Terima kasih " Adit langsung memeluk tubuh Liana dengan erat, sedangkan Liana hanya bisa menutupi wajahnya ke dada bidang Adit menahan rasa malu
Karena sudah sama-sama lelah dengan segala ritual seharian ini, tak butuh waktu lama mereka berdua pun terlelap dalam tidurnya. Adit tidur dengan posisi memeluk tubuh Liana seperti yang sering dia lakukan terhadap Cindy
Pagi pun menyapa Adit dan keluarga kecilnya sudah berada di ruang makan, untuk sarapan pertama mereka sebagai keluarga yang utuh. Adit dan Liana seperti dua orang yang baru saja berpacaran, mereka berdua tampak sedikit canggung
Adit sudah meminta Erik untuk menyelesaikan semua urusan kantor, Adit sudah merencanakan akan pergi berlibur bersama keluarga kecilnya ke sebuah pulau
Setelah selesai sarapan mereka bertiga pergi ke bandara dengan di antar oleh Erik, Erik benar-benar merasa bahagia melihat Adit yang kini dapat tersenyum dengan tulus
Mereka pergi menggunakan jet pribadi Adit untuk pergi ke sebuah pulau, pulau kecil yang di kelilingi oleh laut. Suasana di sana benar-benar sangat indah, setelah sejenak beristirahat Adit mengajak Liana dan Zahra untuk berkeliling
Zahra tak henti-hentinya berlari bermain di pesisir laut bersama Liana, mereka berlari dan bermain berdua sedangkan Adit hanya memandangi mereka berdua dari kejauhan sambil terus tersenyum bahagia
__ADS_1
" Terima kasih kalian berdua sudah mengisi kembali kehidupan aku yang telah gelap, aku ga tau bagaimana kehidupan aku bila kalian berdua tidak hadir di dalam kehidupan aku saat ini "
" Ayah ayo sini " Zahra melambaikan tangannya
Adit mulai melangkahkan kakinya menghampiri mereka berdua, Adit pun ikut bermain air bersama mereka berdua. Hingga saat mereka mulai merasa lelah, mereka memutuskan untuk kembali ke penginapan. Adit menggenggam tangan Zahra dan Liana menggenggam tangan Zahra yang satu lagi
Sejuta kebahagiaan sedang menyelimuti hati mereka bertiga, kebahagiaan yang tak akan dapat di beli dengan apapun. Adit tak henti menumpahkan segala kasih sayangnya kepada Zahra dan Liana
Bagi Adit yang sekarang kesalahan yang pernah dia perbuat adalah sebuah pembelajaran yang sangat berharga, dia tak ingin melakukan semua kebodohannya terdahulu. Segala sesuatu yang penting dalam hidup ini harus di perjuangkan dan di jaga untuk selamanya
Adit berjanji di dalam hatinya bila suatu saat nanti kedepannya akan timbul suatu masalah di dalam keluarga kecilnya ini, dia akan lebih memilih untuk percaya dan belajar untuk mengalahkan rasa egonya
Detik demi detik berlalu, hari demi hari pun terlewatkan dengan sangat cepat. Mereka menghabiskan waktu liburan seminggu mereka di pulau itu tanpa terasa, kini mereka harus mulai kembali ke tempat asal mereka untuk mulai melanjutkan kehidupan mereka. Memulai membina keluarga kecil bahagia mereka
TAMAT....
Terima kasih kakak semuanya atas dukungannya selama ini.. 🤭🤭🤗🤗😍😍
Aku rencana mau buat beberapa extra part nya untuk melanjutkan tentang Zahra Pratama
Menceritakan tentang kisah-kisahnya yang tak ingin membawa nama dari seorang Aditya Pratama, dia hanya ingin menjadi seorang gadis biasa untuk mencari teman sejati..
Semoga beberapa extra part nya nanti bisa di terima ya kakak semua 🤗🤗
Tapi mungkin aku akan libur dulu beberapa hari untuk mencari beberapa ide dan menyelesaikan revisi bab awal ya kak 🤭🤭
Sekali lagi aku ucapkan terima kasih 🤗🤗
__ADS_1