Zahra Anak Yang Tak Berdosa

Zahra Anak Yang Tak Berdosa
Janji Rangga


__ADS_3

Setelah acaranya selesai Rangga langsung menghubungi Mita berkali-kali tanpa ada jawaban satu pun, malam pun semakin larut Mita melupakan semua masalah dalam hidupnya dia melarikan diri ke minuman alkohol, sedangkan Rangga tidak bisa memejamkan matanya sama sekali akhirnya dia memilih menghubungi teman-temannya


Tut..Tut..Tut..


" Dimana bro ? "


" Karaoke xx lah, ngapain lo tanya-tanya kan lo lagi bahagia abis tunangan.. Haha " ledek Bastian


" Tolong cek dong Bas dia ada ga ? kalo ada gw mau ke situ sekarang "


" Akh serius lo ? " ucap Bastian seakan tak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar


" Ya.. makanya tolong di cek dulu " serius


" Ok.. Bentar ya gw cek dulu "


" Ok.. Makasih ya bro "


" Hmm... " Bastian langsung memutuskan sambungan teleponnya


Bastian langsung keluar dari ruangan dan menemui manager tempat itu dan menanyakan tentang Mita


" Ada bro, tapi lagi service " isi pesan yang di kirimkan Bastian kepada Rangga


" Ok gw otw "


Jam sudah menunjukkan pukul dua belas malam, Rangga keluar dari kediaman orang tuanya dan melajukan mobilnya dengan sangat cepat melewati jalanan ibu kota yang sudah lenggang, Rangga pun tiba di karaoke xx dia menanyakan ruangan Bastian dan langsung di antar oleh salah seorang pelayan


Saat sudah berada di depan pintu ruangan Bastian Rangga mengeluarkan uang dari dompetnya untuk di berikan kepada pelayan tersebut, berbarengan dengan Mita yang baru saja keluar dari ruangan sebelah bergandengan mesra dengan om Bima


Rangga pun langsung memberikan uang kepada pelayan itu dan menyuruhnya pergi, tetapi Rangga tidak masuk ke dalam ruangan itu, Rangga terus memperhatikan Mita yang sudah terlihat sangat mabuk


" Om pulang dulu ya " Mita hanya membalas dengan senyuman terbaiknya, seperti biasa maka om Bima mencium bibir Mita


Rangga yang melihat semua kejadian itu sudah mulai mengepalkan kedua tangannya karena menahan emosinya, setelah om Bima keluar dari tempat itu Rangga menarik lengan Mita dengan kasar dan plak.. Sebuah tamparan mendarat di pipi Mita


" Apa-apaan si lo..!! " Mita berteriak dan menunjukkan wajah marah


Pak Bambang yang sudah berada di dekat situ karena mendapat laporan dari pelayan tadi pun langsung menghampiri mereka


" Maaf pak ada apa ya ? "


" Mending lo pergi deh " dingin dan tangannya masih memegang lengan Mita dengan kuat


" Maaf pak tapi tolong jangan kasar dengan ladies kami " pak Bambang berusaha menenangkan Rangga


" Gw udah bilang lo mending pergi.. Atau lo mau gw panggil Bastian dari dalam, dan gw jamin tempat ini ga akan pernah bisa buka lagi..!! "


Siapa yang tidak kenal seorang Bastian pengacara muda yang namanya sudah diakui dan bisa melakukan apapun, mendengar nama Bastian nyali pak Bambang tiba-tiba saja langsung menciut, dan dia pun hanya bisa pasrah

__ADS_1


" Baik pak kalo gitu saya permisi dulu "


Bastian yang berada di dalam ruangan mendengar namanya di sebut pun keluar, dia hanya melihat wajah Rangga yang sudah merah karena marah sambil memegang lengan Mita dengan kuat


" Gini deh jadinya kalo main hati "


" Kenapa bro ? "


" Sorry gw cabut dulu " jawab Rangga sambil menarik lengan Mita


" Lepasin sakit tau ga ? "


Rangga yang sedang murka tidak memperdulikan ucapan Mita tetap menarik lengan Mita masuk ke dalam mobilnya, Rangga pergi meninggalkan tempat itu dan membawa Mita kembali ke apartemennya


Sepanjang perjalanan mereka berdua hanya saling diam, sesampainya di apartemennya Rangga kembali menarik lengan Mita menuju ke dalam kamar, Rangga melemparkan tubuh Mita dengan kasar ke atas kasur


" Bisa ga sih kamu jangan terlalu murahan..!! "


Mita yang mendengar kata murahan menjadi sangat marah, karena langsung mengingatkan dirinya dengan kejadian tadi siang, Mita pun langsung bangkit


" Lo kemana aja ? kenapa baru sekarang lo tau kalo gw memang cewe murahan..!! "


Plak... Tamparan kedua mendarat lagi di pipi mulus Mita, sekali ini tamparan Rangga sedikit kuat membuat Mita yang sedang berdiri hingga terjatuh kembali ke atas kasur


" Lo murahan kan ? biar gw tunjukkan di mana posisi perempuan murahan..!! "


" Ya gw memang perempuan murahan, ga cuma Lo yang bilang begitu " lirih dan terlihat buliran air mata terjatuh dari pelupuk mata Mita


" Ga usah susah-susah gw buka sendiri "


Mita mulia menanggalkan sisa pakaian dari tubuhnya tanpa tersisa sehelai benang pun sambil terus meneteskan air matanya


" Lakuin semua yang lo mau "


Rangga yang melihat air mata Mita mulai mengalir dengan deras seperti mendapatkan kembali kesadarannya, dengan cepat dia menyambar selimut dan menutup tubuh polos Mita, lalu memeluk tubuh Mita dengan erat


" Lepasin..!! " Mita berteriak dan meronta


" Maaf " lirih dan semakin mengeratkan pelukannya


" Kalian semua sama saja, di mata kalian aku cuma perempuan murahan " tubuh Mita sudah bergetar karena tangisnya


" Aku benar-benar minta maaf " Rangga merasa bersalah dan mencium ujung kepala Mita


Rangga mulai melepaskan pelukannya setelah merasa Mita mulai tenang, lalu Rangga mengambil pakaiannya dari dalam lemari dan di berikan kepada Mita, Rangga pun keluar kamar menuju ke dapur mengambil segelas air putih untuk di berikan kepada Mita


Rangga menuntun Mita dan membaringkannya tubuh mungil Mita di atas kasur lalu memeluknya, Mita yang sudah mabuk dan lelah karena menangis tak lama akhirnya tertidur dengan pulas, hanya Rangga yang terus memandangi wajah Mita dengan seribu pertanyaan


" Kamu kenapa sebenarnya sayang ? "

__ADS_1


Bagaimana pun juga Rangga adalah seorang dokter jadi dia bisa melihat dengan jelas bahwa Mita sedang dalam keadaan tertekan


Jam sudah menunjukkan pukul tujuh pagi Mita masih terlelap dengan mimpinya, sedangkan Rangga tidak bisa sedikit pun memejamkan matanya akhirnya dia memutuskan untuk menghubungi Adit


Tut..Tut..Tut..


" Ngapain lo pagi-pagi telepon gw ? "


" Dit tolong gw mau ngomong sama bini lo dong "


" Mau ngapain lo ? "


" Tolong Dit gw harus tanya ke dia semua tentang Mita " lirih


Adit yang mendengar suara Rangga tidak seperti biasanya mengerti, lalu memberikan ponselnya kepada sang istri tercinta yang kini sudah duduk di sampingnya untuk menemaninya sarapan


" Siapa ? " Cindy mengerutkan keningnya


" Rangga "


" Kenapa sayang ? " Adit hanya menjawab dengan gelengan kepala, Cindy pun mengambil ponsel Adit


" Halo kak Rangga "


" Cin tolong kamu ceritain ke aku semua tentang Mita "


" Aduh.. gimana ya kak ? " Cindy bingung dia tidak ingin menceritakan rahasia sahabatnya


Rangga pun akhirnya menceritakan semua kejadian semalam dan dia merasa sepertinya Mita sedang tertekan, akhirnya dengan berat hati Cindy pun menceritakan semua tentang Mita yang dia tau


" Makasih ya Cin "


" Sama-sama kak " Cindy pun mengakhiri sambungan teleponnya


" Udah jangan sedih, ayo mulai sarapan kita harus ke kantor "


Adit bisa merasakan kesedihan Cindy karena dia mendengar juga penjelasan Cindy ke Rangga, bagaimanapun juga Mita adalah sahabat Cindy, tetapi Adit hanya tidak ingin melihat istrinya bersedih


Rangga pun memutuskan kembali masuk ke dalam kamar dan berbaring di samping Mita, lalu memeluk tubuh mungil Mita dengan lembut sambil mencium ujung kepala Mita


" Maaf ya sayang aku ga pernah tau semua beban hidup kamu, aku janji mulai sekarang aku akan berusaha buat kamu bahagia "


Rangga pun mulai memejamkan matanya sambil terus memeluk tubuh Mita, akhirnya mereka berdua pun sama-sama terlelap di alam mimpi


bantu like dan komentar ya teman-teman 😊


terima kasih 😊


maaf ya kalo masih banyak typo maklum masih belajar....

__ADS_1


__ADS_2