Zahra Anak Yang Tak Berdosa

Zahra Anak Yang Tak Berdosa
gagal menjodohkan Adit


__ADS_3

Adit kini sudah berada di dalam mobil yang di kemudian oleh Erik, Adit hanya diam tanpa mengeluarkan sepatah katapun, Adit sudah mengambil keputusan untuk mulai berhenti keluar malam agar tidak terulang kembali kejadian seperti tadi malam


sedangkan Erik juga hanya bisa diam seribu bahasa dia sudah tau kejadian semalam dari Bastian, dia tidak ingin seolah-olah mengingatkan kembali yang telah terjadi


"saya berjanji Dit, saya akan menjaga kamu lebih baik mulai sekarang, saya tidak akan membiarkan siapapun melukai kamu lagi " sambil sesekali Erik melirik melalui kaca spion


Bastian pun tak lupa menghubungi sahabatnya yang lain untuk menceritakan kejadian Adit semalam, mereka akhirnya membuat sebuah kesepakatan untuk menutup rapat keadaan Cindy yang sebenarnya


mereka tidak ingin Adit semakin terpuruk, lagi pula itu adalah permintaan terakhir Cindy jadi mereka tidak perlu terlalu merasa bersalah di dalam hati mereka, mereka berjanji tidak akan membahas apapun tentang Cindy di hadapan Adit


Adit pun mulai melarutkan dirinya pada kesibukan pekerjaannya yang tiada henti setiap harinya, dia akan mulai kembali pulang pada saat sudah menjelang tengah malam, dan mulai malam itu dia akan kembali ke kediaman mamanya


hari-hari Adit selanjutnya akan selalu dia habiskan dengan cara seperti itu


mama Linda pun mulai menyusun sebuah rencana terbarunya, dia menunggu menjalankan rencananya pada saat hari ulang tahunnya yang akan jatuh sebentar lagi, hingga Adit tidak akan pulang saat tengah malam seperti biasanya


disisi lain acara perkenalan kedua keluarga yaitu keluarga Angel dan keluarga Irwan berjalan dengan lancar, saat itu masih papa Brahma yang berperan walaupun saat nanti ijab qobul dia tidak bisa melakukan itu


selama persiapan acara perkenalan kedua keluarga sekaligus pertunangan mereka, mama Sinta mengambil peran yang sangat penting mengurus semuanya, mama Sinta melakukan itu semua dengan senang hati karena dengan mudah mama Sinta bisa menyukai Angel


Angel merasa sangat bahagia seperti memiliki sebuah keluarga yang utuh, walaupun dia bukan darah daging keluarga Sanjaya, Angel benar-benar bisa merasakan kasih sayang seorang ibu dari mama Sinta


semua sedang berbahagia hanya yang Adit tidak, tetapi dia mulai bisa mengendalikan perasaannya dengan tidak lari ke minum-minuman keras, dia mulai bisa berinteraksi seperti biasa kepada yang lain walaupun terkadang sikap dinginnya masih nampak sesekali


dan jauh di perkampungan sana seorang Liana merasakan kebahagiaan yang tiada duanya, dia dapat memiliki seorang putri kecil yang sangat lucu, walaupun dengan kehadiran putri kecil itu dia harus kehilangan teman barunya


walaupun gadis kecil itu bukan darah dagingnya sendiri kasih sayang Liana ke gadis kecil itu tidak bisa diragukan lagi, bahkan Liana terkadang akan meneteskan air matanya saat gadis kecil itu sedang menangis


hari yang ditunggu oleh mama Linda pun tiba, dia mengadakan makan malam keluarga di kediamannya, dia juga mengundang Imelda dan keluarga kecilnya, malam itu untuk menghargai mamanya yang sedang berulang tahun Adit pun memutuskan untuk pulang lebih awal

__ADS_1


semua keluarga Pratama sudah berkumpul kecuali Adit yang masih berada dalam perjalanan, tetapi di antara para keluarga Pratama ternyata ada orang luar, seorang gadis yang sangat cantik gadis itu sengaja di undang mama Linda untuk di kenalkan kepada Adit


mereka semua berbincang ringan di ruang tamu sambil menunggu kedatangan Adit, tetapi di situ kak Imel hanya diam saja dia sudah tau maksud mamanya, dia hanya merasakan sedikit kecewa dengan mamanya


" maaf aku telat " Adit yang baru tiba menyapa orang-orang yang sudah berkumpul di ruang tamu


" oh ga apa sayang, kita memang lagi tunggu kamu kok buat makan malam " mama Linda sumringah melihat kehadiran Adit


" aku ke kamar dulu mah "


" ya sayang " tampak bahagia menghiasi wajah mama Linda


mama Linda membayangkan rencananya akan berhasil karena dia melihat tak ada tanda-tanda penolakan dari Adit, Adit mulai meninggalkan ruang tamu dan masuk ke dalam kamarnya, lalu mulai membersihkan diri dan bersiap-siap untuk kembali turun ke lantai bawah


tok..tok..tok..


" masuk "


Adit menganggukkan kepalanya dan Imel pun mulai masuk ke dalam kamar Adit lalu mulai mendudukkan dirinya di tepi ranjang Adit


" kenapa kak ? " Adit melirik ke arah Imel


" hmm.. kamu baik-baik aja kan Dit ? " dengan ragu-ragu


Adit mulai melangkahkan kakinya mendekati kak Imel dan ikut duduk di samping kakaknya " aku lagi berusaha buat bangkit kak "


" syukur dech Dit kalau gitu kakak juga senang dengarnya, berarti kamu ga masalah dong ya sama cewek yang ada di bawah ? " Imel ingin memastikan keinginan adiknya saat ini, dia tidak ingin melakukan kesalahan yang sama seperti dulu lagi


Adit pun menatap kakaknya dan dengan dingin dia berkata " kalau itu aku belum bisa kak "

__ADS_1


" ya udah kakak ngerti, nanti kakak bantu bilang ya sama mama "


" makasih ya kak "


" udah ayo kita turun yang lain sudah nunggu untuk makan malam " ajak Imel dan Adit pun hanya menganggukkan kepalanya


mereka berdua pun mulai turun menuju ke lantai bawah, dan yang lain ikut bangkit dari ruang tamu saat melihat mereka lalu menuju meja makan, mama Linda tanpa segan-segan meminta gadis itu untuk duduk di samping Adit


Adit tidak berkomentar apapun dia tidak ingin merusak hari ulang tahun mamanya, tetapi Adit bersikap dingin kepada gadis itu hingga gadis itu merasa sedikit canggung berada di samping Adit


hanya mama Linda yang terus tersenyum bahagia melihat semua itu, setelah selesai makan malam Adit kembali ke kamarnya untuk mengambil kado yang sudah dia siapkan untuk mamanya, Adit pun kembali ke bawah membawa kado itu


" mah selamat ulang tahun ya " Adit mencium pipi mamanya sambil memberikan kado itu


" makasih ya sayang " wajah mama Linda menunjukkan ekspresi bahagia


" ya udah mah Adit ke ruang kerja dulu ya, masih banyak kerjaan yang belum selesai "


" tapi sayang " mama Linda mulai bingung atas situasi yang sedang dia hadapi


" kak, tolong temani mama dulu ya " Adit berbicara menghadap ke arah Imel dan kak Imel hanya menganggukkan kepalanya


" kak aku tinggal dulu ya " Adit menghadap ke arah Alex


" ya Dit "


Adit pun langsung melangkahkan kakinya meninggalkan ruang tamu dan berjalan menuju ke arah ruang kerjanya tanpa menoleh sedikit pun ke arah gadis itu, sedangkan gadis itu yang merasa mendapatkan penolakan keras dari Adit merasa tak enak hati dia pun langsung memutuskan berpamitan untuk pulang


bantu like dan komentar ya teman-teman, aku lagi belajar ganti cara tulisan tolong pendapat nya ya kalau begini lebih enak ga untuk dibaca 😊

__ADS_1


terima kasih 😊


maafin ya kalau masih banyak typo maklum masih belajar...


__ADS_2