Zahra Anak Yang Tak Berdosa

Zahra Anak Yang Tak Berdosa
Aku Cinta Kamu


__ADS_3

Mita sesungguhnya tak ingin berhenti dan berputus asa, tetapi keadaan saat ini memaksa dia untuk berhenti sementara waktu, dia belum bisa menemukan cara untuk bisa membantu gadis kecil itu. Mita pun langsung menghubungi Liana untuk memberikan kabar


Tut..Tut..Tut..


" Halo Mit "


" Gimana kabar Zahra mbak ? "


" Ya gitu deh Mit, hari ini dia diam aja di dalam kamarnya ga mau main keluar lagi katanya " lirih


" Sabar ya sayang tante akan terus berusaha "


" Sabar ya mbak aku lagi usahakan untuk ketemu sama Adit "


" Apa dia ga mau ketemu sama kamu ? "


" Ya gitu lah mbak namanya juga manusia keras kepala, tapi aku lagi terus usahakan kok mbak " Mita mengucapkan kata-kata itu dengan perasaan sedikit bersalah karena belum berhasil


" Ya mbak ngerti kok Mit "


" Mbak sedang berpikir ni Mit, kalo seandainya Adit memang ga mau untuk mengakui Ara, mbak akan bawa Ara jauh dari sini, tapi mbak minta Adit jangan pernah ganggu Ara buat selamanya "


" Ya mbak aku ngerti kok "


" Mungkin itu memang yang terbaik untuk Ara kalo Adit ga mau terima kehadiran Ara, setidaknya mbak Ana pasti akan merawat Ara dengan baik "


" Ya mbak cuma ga mau dia sedih terus, kalo dia ada di sini "


" Makasih ya mbak, mbak udah jaga Zahra dengan baik selama ini, aku akan terus berusaha untuk bisa ketemu Adit, secepatnya aku akan kasih kabar ke mbak "


" Ya Mit sama-sama " mereka pun memutuskan sambungan teleponnya


Mita benar-benar sudah buntu akal dia tidak tau lagi harus berbuat apa saat ini


" Tuhan tolong bantu aku, agar aku dapat menemukan cara untuk dengan bertemu Adit "


Sedangkan Adit yang sedang berada di dalam ruangannya sedang diam terpaku, hatinya merasakan kembali rasa sakit itu rasa sakit yang sudah cukup lama dia lupakan, karena Mita yang tiba-tiba saja menghubunginya membuat Adit langsung teringat kembali akan Cindy


" Kenapa kamu suruh dia hubungi aku Cin ? apa susah ya untuk kamu cari aku ? "

__ADS_1


Sepanjang hari itu akhirnya hanya Adit habiskan dengan mengingat kembali semua cintanya kepada Cindy dan rasa sakit yang di tinggalkan olehnya


Adit yang sudah tidak bersemangat untuk melanjutkan semua pekerjaannya memutuskan untuk langsung kembali ke apartemennya, dia mulai beranjak dari kursi kebesarannya dan mulai melangkahkan kakinya kembali ke apartemennya untuk menenangkan diri


Adit pun baru tiba di dalam apartemennya dia memutuskan untuk membersihkan diri terlebih dahulu, lalu merebahkan tubuhnya untuk beristirahat menghilangkan semua beban yang ada di dalam pikirannya


Tak butuh waktu lama Adit pun sudah terlelap dalam tidurnya, entah karena seharian ini dia teringat akan Cindy atau karena memang Cindy yang sengaja datang untuk menemuinya, Cindy pun hadir di dalam mimpi Adit saat itu


Adit bermimpi dia sedang berjalan di tepi pantai, tempat yang sangat indah dan tenang dia berjalan seorang diri di sana, hingga tiba-tiba ada sebuah tangan yang menggenggam tangan kanannya


" Sayang " Cindy tersenyum dengan sangat manis


Adit hanya bisa terdiam terpaku melihat wajah Cindy yang sedang tersenyum dengan sangat manis, wajah yang hingga kini masih bertakhta di dalam hatinya


Cindy mulai berdiri di hadapan Adit masih setia menggenggam tangan kanan Adit dan menatap Adit dengan lembut


" Kamu mau sampai kapan marah sama aku sayang ? "


Adit yang saat itu sedang berada di alam mimpinya, benar-benar tak bisa lagi membendung rasa rindu yang teramat dalam terhadap gadis itu, dan Adit pun memeluk Cindy dengan erat di dalam mimpinya


" Sayang aku cinta kamu sampai akhir nafas aku " bisik Cindy


Adit pun melepaskan pelukannya dan menatap wajah Cindy dengan sendu, Cindy tersenyum dengan lembut dan mencium pipi Adit lalu dia mulai melangkahkan kakinya menjauh dari Adit


Cindy pun menghentikan langkahnya lalu membalikkan tubuhnya sambil tersenyum


" Maaf.. Tapi aku harus pergi sayang "


" Sayang... Tolong... Jangan... Pergi..!! " Teriak Adit


Cindy pun tetap melangkahkan kakinya berjalan menjauh dari Adit tanpa menoleh sedikit pun


" Sayang..!! "


Adit berteriak dengan sangat kencang hingga dia terbangun dari tidurnya oleh teriakannya sendiri, perasaan Adit kini bercampur aduk menjadi satu, ada perasaan cinta yang tak bisa lagi dia pungkiri, perasaan sedih dan marah melihat kembali wajah itu lalu pergi begitu saja


" Kalo kamu benar cinta sama aku kenapa kamu khianati cinta aku sayang, kenapa kamu lakukan itu dengan pria lain "


" Kenapa kamu ga pernah sekalipun datang cari aku ? aku cinta kamu " lirih

__ADS_1


Saat ini amarah Adit terkalahkan oleh rasa rindunya, senyuman manis Cindy di dalam mimpinya benar-benar membuat dia tak bisa lagi mempertahankan hatinya, yang sudah dia tata dengan rapi untuk mengeras seperti batu seperti selama ini


Adit melihat ke arah jam ternyata sudah menunjukkan pukul delapan malam, Adit langsung bangkit dari tempat tidurnya dan melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri


Adit langsung menghubungi semua sahabatnya dan juga Erik untuk menemaninya ke karaoke xx, hanya itu yang ada dipikiran Adit saat ini untuk melepaskan rasa rindunya terhadap Cindy


Akhirnya Tuhan pun menunjukkan kuasa Nya atas apa yang dia kehendaki, hal yang sudah membuat Mita sakit kepala seharian ini di permudah oleh Nya


Rangga yang menerima pesan dari Adit menjadi serba salah, di satu sisi dia benar-benar tidak ingin menolak ajakan Adit dia merasa iba dengan keadaan Adit, tetapi di sisi lain bagaimana caranya bila Mita memaksa untuk ikut dan bertemu Adit


Cukup lama Rangga berada dalam kebimbangannya dan akhirnya dia mulai memberanikan diri untuk berbicara dengan Mita


" Sayang aku mau keluar ya sebentar, Adit ngajak ngumpul "


" Kesempatan.. Tuhan memang sayang sama gw.. Dia buat tuh manusia b*jingan keluar dari sangkarnya "


" Oh.. Ya sayang kalian mau kumpul di mana ? "


" Sayang tolong " Rangga memelas


" Kamu ga mau kasih tau aku, ok.. Ga apa tapi aku masih punya kartu as sayang "


" Ok... Ga apa, hati-hati ya sayang " Mita dengan senyuman penuh kemenangan


" Kok tumben amat ni, jadi aneh ngeliat dia bisa terima gitu aja "


" Aku jalan dulu ya sayang, aku ga lama kok " Mita hanya membalas dengan senyuman


Perasaan bingung yang Rangga rasakan dia buang jauh-jauh, karena Rangga berpikir Mita pun tak tau mereka akan berkumpul di mana, bukan Rangga tidak iba dengan Zahra dia ingin melihat terlebih dahulu, apakah Adit sudah siap untuk menerima semua kenyataannya ?


Rangga pun mulai melajukan mobilnya keluar dari kediamannya dan menuju ke karaoke xx, sedangkan Mita langsung memeriksa ponselnya dan ternyata benar saja, Bastian sudah mengirimkan sebuah pesan mereka akan berkumpul di mana


" Tunggu lo ya Dit, malam ini gw akan buat lo ngerasain apa yang Cindy rasain selama ini "


Mita pun segera bersiap-siap dan bergegas menemui mereka semua di karaoke xx, sedangkan disana mereka semua sudah berkumpul karena ini pertama kalinya Adit mengajak berkumpul lagi setelah sekian lama


Adit tidak mengetahui kejadian apa yang sedang menantinya sesaat lagi


bantu like dan komentar ya teman-teman 😊

__ADS_1


terima kasih 😊


maafin ya kalau masih banyak typo maklum masih belajar..


__ADS_2