Zahra Anak Yang Tak Berdosa

Zahra Anak Yang Tak Berdosa
Ketakutan Adit


__ADS_3

Hari demi hari di lalui oleh Nadin dan Reyhan dengan saling mencoba mengenal satu sama lain, kini tak ada lagi jarak antara Reyhan dan Bastian. Bastian benar-benar bersyukur memiliki Reyhan sebagai calon suami dari anaknya, Bastian dapat dengan tenang melepaskan Nadin karena dia sudah yakin Nadin akan bahagia


Sedangkan di kota nan jauh di sana sebuah gelas melayang ke arah seseorang yang sedang melaporkan sesuatu


" Kenapa masih belum bisa ? "


" Maaf bu, tapi memang waktu yang pas belum dapat. Kami sudah mengikuti tapi belum menemukan celah "


" Kalo aku ga bisa memiliki dia, maka ga akan ada satu pun orang yang bisa memiliki dia. Mereka ga bisa tertawa bahagia di atas penghinaan yang telah mereka tinggalkan ke aku "


" Lalu apa rencana kalian sekarang ? "


" Kami menunggu saat acara pernikahan dari anak pak Bastian bu, kami akan mencari celah di saat pengawasan tidak terlalu ketat "


" Saya kasih kalian kesempatan terakhir, kalo tetap ga berhasil kalian harus membayar mahal dengan saya "


" Baik bu " orang tersebut meninggalkan ruangan itu


Hari demi hari pun berlalu hari yang sangat di tunggu kini sudah berada di depan mata, Nadin terlihat sangat cantik pada hari itu di hiasi oleh balutan gaun putih yang sangat cantik. Sedangkan Reyhan menggunakan setelan yang senada dengan Nadin


Hari itu acara resepsi pernikahan mereka di laksanakan di sebuah gedung yang sangat mewah, semua para undangan silih berganti berdatangan ke acara tersebut. Hari itu Zahra merasakan cemas yang tak dapat dia mengerti di dalam hatinya, perasaan itu terus saja mengganggu dirinya dari pagi hari


David ingin mengurungkan niat mereka untuk pergi ke acara resepsi pernikahan Nadin dan Reyhan, tetapi Zahra tetap memaksa untuk pergi ke sana. Karena bagaimanapun juga Nadin adalah salah satu anggota keluarga Pratama


Dengan berat hati David mengikuti keinginan Zahra, mereka tetap pergi ke acara tersebut. Hampir semua kenalan mereka berada di sana, Zahra terlarut dalam suasana hingga dia melupakan kecemasan hatinya pada saat itu


Dari kejauhan ada sepasang mata yang terus mengawasi Zahra dari kejauhan, sepasang mata yang menatap Zahra dengan penuh kebencian


Tut.. Tut.. Tut..


" Ya "


" Semuanya sudah siap untuk didi laksanakan bu "

__ADS_1


" Ok " memutuskan sambungan teleponnya


" Tunggu sayang, sebentar lagi kalian ga akan bisa tertawa bahagia lagi " tersenyum sinis dan meninggalkan tempat itu


Acara pun terus berlangsung dengan sangat lancar kebahagiaan benar-benar terpancar dari Reyhan dan Nadin, sesekali Reyhan tertangkap basah sedang memandangi wajah Nadin sehingga membuat Nadin menjadi tersipu


Hal tersebut membuat Bastian benar-benar dapat dengan lega melepaskan anak gadis yang baru saja dia ketahui, Siska sempat meneteskan air matanya melihat Nadin yang tersenyum bahagia di atas pelaminan


" Terima kasih " bisik Reyhan, Nadin memalingkan wajahnya menatap ke arah Reyhan seakan bertanya untuk apa


" Terima kasih bersedia menerima aku menjadi suami kamu, terima kasih telah menjadi cahaya di dalam hidup aku " Nadin semakin tersipu dengan semua ucapan Reyhan


Para undangan telah kembali ke kediamannya satu persatu, David pun mengajak Zahra untuk kembali agar dia bisa beristirahat. Adit dan istrinya pun ikut keluar bersama Zahra, tepat sesaat Zahra sebelum naik ke dalam mobilnya entah mengapa Liana merasa ingin sekali memeluk tubuh Zahra dengan sangat erat


" Kamu hati-hati ya sayang, bunda ga mau kamu kenapa-napa " berbisik


" Iya bunda, makasih ya "


" Tuhan tolong jaga dia dengan baik, aku ga tau kenapa hati aku benar-benar merasa sedih. Aku ga tau apa yang sedang kau rencanakan Tuhan ? tapi hamba berpasrah kepadaMu. Hamba yakin bahwa Allah akan selalu memberikan yang terbaik kepada kami "


" Aku juga ga tau sayang, aku merasa seperti akan ada sesuatu yang terjadi "


" Ya udah ayo pulang, biar Ara juga bisa istirahat dia udah seharian ada di sini " Liana tersenyum getir


" Kamu pulang langsung istirahat ya sayang " mengelus rambut Zahra dengan lembut


" Ya ayah juga istirahat ya " mencium punggung tangan Adit dan Liana


Mereka pun mulia kembali ke kediamannya masing-masing dengan arah yang berbeda, sepanjang perjalanan Liana hanya terdiam membisu


" Kamu kenapa sayang ? "


" Aku juga ga tau sayang " menatap sendu ke arah Adit

__ADS_1


" Kan ada David yang sayang di samping Ara, dan aku yakin Ara anak yang kuat " Liana hanya bisa mengangguk


" Ara bunda berharap kamu akan selalu berada di dalam lindungan Tuhan, Cindy mbak harap kamu bantu jaga anak kita dari sana "


Dan semuanya pun terjadi dengan begitu cepat, segala kecemasan yang di rasakan oleh Zahra dan Liana akhirnya terjawab. Sebuah truk menghantam mobil David dengan keras hingga mobil mereka terguling berkali-kali


Zahra dan David langsung tak sadarkan diri pada saat itu di tempat, dalam sekejap keramaian mengelilingi mobil David mereka bergegas mencoba membantu menyelamatkan David dan Zahra


David dan Zahra segera di larikan ke rumah sakit dengan tak sadarkan diri, darah segar sudah membasahi mereka berdua. Tak selang berapa lama Adit dan Liana sudah berada di sana, dan keluarga besar David pun sudah di kabari tentang hal yang menimpa anaknya


Liana tak henti-hentinya mengalirkan air matanya, hatinya bak remuk redam menunggu anak dan menantunya yang sedang di tangani. Sedangkan Adit sudah tak dapat lagi mengatakan apapun dari bibirnya bahkan hanya sebatas untuk menghibur Liana pada saat itu


Pihak rumah sakit langsung menyarankan agar David dan Zahra menjalani operasi secepatnya untuk mengatasi pendarahan yang cukup serius, sedangkan Zahra harus segera melakukan operasi sesar untuk menyelamatkan anaknya. Walaupun dengan demikian anaknya akan lahir secara prematur


Tak butuh waktu lama sudah banyak yang hadir di tempat itu termasuk sang pengantin baru, Mita yang baru hadir di tempat itu langsung memeluk tubuh Liana yang sudah lemas bak seluruh kekuatan dalam dirinya hilang pada saat itu


" Ara Mit... Ara... Di dalam Mit " Mita pun merasakan hal yang sama dengan Liana pada saat itu, dia hanya bisa memeluk tubuh Liana dengan semakin erat


Semua orang yang hadir di situ larut dalam kesedihan yang tercipta di tempat itu, Adit dan para empat sekawan yang lainnya sudah berada di tempat yang agak jauh dari tempat itu


" Gimana Dit ? "


" Gw lagi suruh semua orang turun cari tau, gw ga akan lepaskan siapapun yang berani nyakitin Ara " penuh penekanan dan mengeraskan rahangnya


" Apa pelakunya tertangkap ? "


" Orang itu ga akan bisa pergi jauh, dia salah main-main sama keluarga gw..!! "


" Gw ngerti perasaan lo Dit, tapi saat ini kesehatan Zahra yang paling penting " Adit memejamkan matanya dan tanpa terasa setelah sekian lama akhirnya air mata Adit kembali terjatuh dari pelupuk matanya


" Gw takut.. Gw benar-benar takut " lirih


Setelah sekian lama Adit kembali merasakan perasaan takut akan di tinggalkan oleh seseorang di dalam hidupnya

__ADS_1


" Pasrahkan semua dengan Tuhan Dit, kita berdoa aja untuk keselamatan Ara sekarang. Lo ga usah takut, kita semua akan cari orang itu sampe dapat " Bastian menepuk pundak Adit


Semua anggota empat sekawan tak ada yang berani mengucapkan kata-kata apapun kepada Adit pada saat itu, hanya Bastian yang berusaha terus untuk memberikan Adit kekuatan


__ADS_2