
Wulan berjalan ke sebuah taman dan duduk di bangku taman itu dia masih belum menyadari bila ada yang mengikutinya sedari tadi
" akh.... " teriak Wulan lalu diapun mulai menangis
untuk pertama kali seorang playboy sejati seperti Bagas menjadi tersentuh hatinya melihat seorang gadis menangis, dia pun mendekati Wulan dan duduk di sampingnya
" kenapa dia keliatan rapuh banget ya, ga kaya pertama gw liat dia " ucap Bagas dalam hatinya
Bagas akhirnya menyenggol kaki Wulan dengan kakinya, Ulan pun yang sedang berderai air mata menoleh
" ngapain kamu kesini ? " tanya Wulan
Bagas hanya diam dan memberikan sebuah sapu tangan, dia sendiri tidak tau apa yang sedang di lakukan oleh nya saat ini
" jangan dekat-dekat sama aku " ucap Wulan saat sudah mulai tenang
" kenapa ? lo mau bilang gw pembawa sial lagi " ucap Bagas
" aku yang pembawa sial " ucap Wulan lirih
Bagas yang mendengar itupun langsung menatap ke arah Wulan dengan tatapan bingung dan Ulan pun hanya tersenyum
" maaf kemarin aku bilang gitu, tapi memang aku pembawa sial kata mereka " jawab Wulan
" sebenernya kenapa anak ini ? " tanya Bagas dalam hatinya, untuk pertama kali nya lagi seorang Bagas tidak sadar bila dia mulai tertarik dengan gadis yang ada di depannya
" makasih ya " ucap Ulan lalu mengembalikan sapu tangan Bagas dan mulai bangkit dari duduknya
" tunggu " ucap Bagas dan Wulan yang mendengar itu kembali duduk
" ayo pulang ke rumah lo, gw bisa bantu selesaikan semua hutang lo " ucap Bagas
Bagas sengaja mengucapkan itu walaupun sebenarnya dia tau bahwa itu adalah sebuah kebohongan
hufh... Ulan pun membuang kasar napasnya
" maaf... aku bohong " ucap Wulan dan Bagas menatap Wulan seperti meminta sebuah penjelasan walaupun dia tidak terkejut sama sekali dia hanya ingin tau cerita tentang gadis ini yang sebenarnya
" aku bukan di cari sama penagih hutang, aku kabur dari acara perjodohan " lanjut Wulan sambil menundukkan kepalanya
" kenapa harus nolak ? sampai kabur segala " tanya Bagas, rasa penasaran Bagas semakin tinggi, apa alasan gadis ini sampai kabur
__ADS_1
" kenapa aku harus cerita ke kamu " jawab Wulan
" anggap aja permintaan maaf lo, kan lo udah bohong dan ngatain gw pembawa sial " jawab Bagas dengan entengnya
" maaf.. aku cuma ga mau ada orang di sekitar aku, karena aku selalu membawa sial " jawab Wulan sambil tersenyum getir
" gw ga percaya yang namanya pembawa sial, semua sudah di tulis di takdir kita masing-masing " jawab Bagas sambil menatap Wulan
" makasih " ucap Wulan sambil tersenyum dia merasa sedikit terharu Bagas menjadi orang kedua yang menganggap dia bukan lah pembawa sial setelah sahabatnya
" lo belum jawab pertanyaan gw tadi " ucap Bagas
" aku terpaksa terima perjodohan dengan laki-laki b*jingan cuma untuk bisnis " jawab Wulan
Bagas yang mendengar itu seperti mendapatkan sebuah tamparan secara tidak langsung
" dari mana lo tau dia b*jingan ? " tanya Bagas, karena buktinya perempuan itu tidak sadar kalau orang sedang dia bicarakan berada tepat di depannya
FLASH BACK
malam itu pak Hartawan meminta seluruh keluarganya untuk berkumpul menjelaskan keadaan tentang perusahaannya, papa nya menjelaskan tentang perjodohan itu dan juga perihal kelakuan Bagas selama ini
pak Hartawan menawarkan perjodohan itu ke Rania karena bagaimanapun itu adalah hal yang menggiurkan di luar dari kelakuan Bagas yang seperti itu, Bagas adalah anak tunggal di keluarga itu keluarga yang sangat terpandang dan kaya raya
setelah menerima perjodohan itu Wulan pun memutuskan untuk kembali ke kamarnya, dan mereka bertiga pun kembali membahas masalah lainnya yang tidak di ketahui oleh Wulan
hari itu semua orang di kediaman pak Hartawan sedang sibuk untuk menjamu kedatangan orang penting di rumahnya sebentar lagi, anak mereka akan segera di jodohkan oleh anak salah satu investor terbesar di perusahaannya
sedangkan di dalam kamar sudah ada seorang gadis cantik yang sudah di dandani dengan secantik mungkin dan memakai pakaian yang sangat anggun dia adalah Wulan
tak selang berapa lama ada seorang gadis cantik lain nya masuk ke dalam kamar itu, lalu dia duduk di tepi kasur sambil memandang Wulan
" halo kakak gw " ucap gadis itu sambil tersenyum mengejek, dia adalah Rania dan Wulan pun hanya terdiam
" pasti lo lagi merasa bahagia kan " lanjut Rania sambil tertawa
" ga usah merasa terlalu bahagia karena sebelum ke lo, papa sudah minta gw duluan untuk menerima perjodohan ini " ucap Rania
" tapi gw tolak karena gw ga mau di jodohkan sama laki-laki b*jingan yang setiap malam kerja nya cuma bisa main perempuan " lanjut gadis sambil kembali tertawa dan Wulan tetap terdiam
" gpp lah, mungkin ini yang terbaik, toch juga disini aku ga ada artinya buat mereka, mungkin aja di sana kehidupan aku akan lebih baik " ucap Wulan dalam hatinya
__ADS_1
Rania pun bangkit dari duduknya dan mendekati Wulan
" tapi salah satu alasannya papa ikhlas lo sama laki-laki kaya dia, selain untuk menyelamatkan perusahaan kita " ucap Rania
" karena lo pembawa sial di keluarga kita, jadi papa bisa usir lo secara halus dari rumah ini " bisik Rania ke Wulan lalu dia pun pergi meninggalkan kamar itu
" ya Tuhan papa jahat banget " ucap Wulan dalam hatinya tak terasa air matanya langsung keluar
Wulan menangis dengan hebatnya setelah tenang dia mulai mengganti pakaiannya dengan yang biasa dia pakai selama ini dan pergi diam-diam dari rumah itu tanpa tau Bagas dan keluarganya sudah berada di rumahnya
FLASH OFF
Wulan pun menceritakan apa yang dia dengar di pertemuan saat keluarganya berkumpul kepada Bagas
" tapi kan setiap b*jingan akan ada saatnya untuk berubah " ucap Bagas menatap lurus ke depan
" aku tau, aku yakin ga ada yang namanya orang jahat di dunia ini, meraka hanya perlu waktu untuk berubah " jawab Wulan sambil tersenyum menghadap Bagas
" makasih " jawab Bagas sambil tersenyum dan membuat Wulan menjadi bingung apa maksud dari Bagas
" kalau kamu percaya itu kenapa masih harus kabur ? " tanya Bagas
" karena aku pembawa sial " jawab Wulan dengan menundukkan kepalanya
" kenapa lo selalu bilang lo pembuat sial ? " tanya Bagas
" ya karena aku dilahirkan dengan dengan mengorbankan nyawa mama aku " jawab Wulan masih menundukkan kepalanya
" itu selalu dijadikan alasan mereka untuk berbuat apa aja ke aku, sampai terkadang mereka bisa berbuat kasar ke aku " ucap Wulan lirih Bagas benar-benar terkejut mendengarnya
" kaya kamu percaya orang b*jingan bisa berubah, sama aja gw juga percaya ga ada yang namanya pembawa sial " jawab Bagas dan Wulan pun tersenyum
" makasih, ya udah aku pulang dulu ya " ucap Wulan sambil berdiri
" boleh gw minta nomer telpon lo ? " tanya Bagas, Wulan menatap Bagas dengan wajah bingung
" ya kan kita udah jadi teman " lanjut Bagas melihat tatapan bingung dari Wulan
mereka berdua pun akhirnya saling bertukar no telepon, setelah itu Wulan pun pergi dari tempat itu meninggalkan Bagas
bantu like dan komentar ya teman-teman 😊
__ADS_1
terima kasih 😊
kalau masih banyak typo maafin ya maklum masih belajar...