
Karena mereka sudah memutuskan untuk pulang maka dengan serempak Rangga, Bastian, dan juga Bagas mengeluarkan lembar-lembar uang mereka dari dalam dompetnya, untuk di berikan kepada para ladies yang menemaninya masing-masing
Dan pasti nominalnya tidak sedikit, hanya Adit yang berbeda sendiri dia memberikan sebuah kartu ke ATM BC* berwana hitam yang bertuliskan platinum kepada Cindy
" Maaf saya ga pernah bawa uang cash, nanti saya kirim pinnya " ucap Adit dengan entengnya
Sontak saja hal itu membuat Cindy terkejut, tak hanya Cindy yang menjadi terkejut bahkan semua perempuan yang ada di ruangan itu langsung menatap ke arah Cindy dengan tatapan takjub
" Maaf pak, tapi ga usah ga apa kok pak "
Cindy benar-benar takut dengan apa yang sedang berada di tangannya saat itu, yang ada di dalam pikirannya saat itu adalah. Adit juga pasti akan meminta sebuah imbalan bila dia menerima sesuatu yang berlebihan
Tanpa menghiraukan ucapan dari Cindy, Adit mengambil ponselnya dari dalam sakunya dan mengetikkan sesuatu
" Sudah saya kirim ya pinnya "
Lalu Adit pun kembali mengetikkan sesuatu di ponselnya ternyata dia mengirimkan sebuah pesan kepada Erik
" Maaf pak tapi bener ga usah, ga apa kok pak tadi saya juga udah di beri uang sama bapak itu "
Cindy menunjuk ke arah Rangga, Adit pun langsung mengerutkan keningnya tanda dia kurang suka mendengar ucapan Cindy barusan
" Mana uang yang tadi di kasih sama Rangga ? " ucap Adit sambil menadahkan tangannya
Adit merasa sedikit kesal mendengar gadis yang akan dia kejar malah menerima uang dari sahabatnya, Adit langsung berpikir sebuah penghinaan terhadapnya kalau benar adanya seperti itu, dengan berat hati akhirnya terpaksa Cindy memberikan dua lembar uang merah yang tadi dia terima
" Ini pak "
Antara ikhlas dan tidak ikhlas Cindy terpaksa menyerahkan dua lembar uang merah, yang tadi di berikan Rangga kepada dirinya ke tangan Adit, dengan cepat Adit mengambil uang itu dan memberikannya kepada Mita yang masih setia duduk di samping Rangga
" Ini buat kamu aja.. "
Sontak saja perbuatan Adit membuat Rangga dan Mita menjadi sedikit terkejut dan mengerutkan kening mereka
__ADS_1
" Penghinaan amat namanya ini, masa cewek di yang samping gw lo kasih uang segitu si bro, apa lo pikir gw ga sanggup kasih dia uang ? " Adit menatap Rangga dengan tajam
Yah namanya juga Adit, dia tidak akan suka apa yang sudah menjadi miliknya di ganggu oleh orang lain, walaupun itu hanya sebatas uang yang di berikan oleh sahabatnya sendiri
" S*al udah minta traktir makan siang uang aku juga diambil, dasar sok ganteng seenaknya aja ini cowok, memang si aku yang salah cium dia tapi kan itu juga ciuman pertama aku, itung-itungannya si aku yang rugi banyak "
" Slow lah bro, ya masa iya gw bakal berani kasih dia duit kalo dia udah jadi target lo, tadi itu gw kasih dia uang waktu dia pertama antar pesanan ke sini aja "
" Dit...Dit.. cemburuan lo itu tolong di kendalikan, masa sama sahabat lo sendiri aja lo bisa cemburu "
" Ya udah kamu pegang kartu itu, masalah pinnya juga udah saya kirim ke handphone kamu, saya ga mau kamu terima duit dari mereka lagi.. " Adit mengucapkan kata-kata itu dengan tegas
Adit masih menunjukkan sedikit wajah kesalnya, sedangkan Cindy hanya bisa terdiam memendam semua perasaan kesalnya
" Ingat tadi kan kamu yang salah, jadi kamu ga boleh tolak kartu itu "
" Ya pak " jawab Cindy dengan pasrah
Tak selang berapa lama pun Erik masuk ke dalam ruangan itu, berarti menandakan semua urusan sudah selesai, mereka pun semua mulai berdiri hendak pulang
" Baik pak "
" Atau kamu mau saya antar pulang sekalian ? "
" Tuh kan pasti deh ini mau minta imbalan dari kartu ATM tadi "
Tawaran baik dari Adit berhasil membuat Cindy menjadi kemana-mana pikirannya, dan berhasil membuat dia menjadi ketakutan setengah mati
" Tidak usah pak terima kasih, nanti saya pulangnya bareng Mita teman saya pak " jawab Cindy dengan cepat
" Ok.. Saya pulang ya " Adit pun mulai membangkitkan tubuhnya dan berdiri
" Selamat juga akhirnya, aku kira orang ini bakal memaksa, secara dia kan temannya si otak kotor itu aku kira mereka bakal sama anehnya "
__ADS_1
Tiba-tiba saja Adit membalik tubuhnya mencondong ke arah Cindy, Adit mencium kening Cindy dengan lembut seolah-olah Adit enggan untuk berpisah dengan Cindy
Dan tindakan Adit barusan berhasil membuat wajah Cindy menjadi merah merona, entah mengapa ada perasaan yang aneh sekarang di dalam hatinya
Sedangkan semua sahabat Adit yang berada di dalam ruangan itu benar-benar takjub dengan Cindy, seorang gadis yang baru saja di kenal oleh Adit tetapi bisa langsung menjinakkan seorang Aditya Pratama
" Udah ayo katanya ada meeting pagi " ledek Rangga
Mereka pun bersama-sama keluar dari dalam ruangan itu, ruangan yang menurut Cindy adalah tempat awal pertemuannya dengan Adit. Tetapi berbeda dengan Adit, menurut Adit itu adalah ruangan di mana dia dapat menemukan gadis yang sudah membuat dia penasaran belakang ini
Ternyata setelah tadi Adit mengirimkan no pin ATM ke handphone Cindy, Adit langsung mengirimkan pesan kepada Erik, agar saat mereka keluar dari ruangan itu managernya langsung memberikan izin Cindy pulang, Adit tidak ingin Cindy tetap berada di tempat itu, apalagi keadaan Cindy yang masih setengah mabuk
Dan hal itu pun langsung di laksanakan oleh pak Bambang, begitu melihat mereka sudah keluar dari ruangan itu, tak lama kemudian pak Bambang langsung menghampiri Cindy
" Cindy habis ini kamu langsung pulang aja, kami seluruh manajemen mengucapkan terima kasih ke kamu "
" Idih tumben baik amat ni pak Bambang, tapi bagus deh aku mau pulang aja kepala juga masih ga enak rasanya "
" Oh ya ini juga bonus yang tadi saya janjikan ke kamu " pak Bambang memberikan sebuah amplop coklat ke tangan Cindy
" Baik pak terima kasih, kalo gitu saya izin langsung pulang ya pak "
" Ya ga apa, istirahat ya "
Cindy pun yang sudah mendapatkan izin langsung menuju ke dalam loker karyawan mengambil tas dan jaketnya, lalu mengirimkan Mita sebuah pesan
" Mita langsung pulang ga ? kalo pulang bareng ya.. Tumben pak Bambang baik suruh aku langsung balik ni "
" Ok gw tunggu di mobil ya "
Posisi Mita saat itu memang sudah berada di dalam mobilnya, karena bila untuk seorang ladies tidak ada jam kerja, saat mereka sudah selesai melayani tamu mereka di izinkan untuk langsung pulang, berbeda dengan Cindy yang mempunyai jam kerja
bantu like dan komentar ya kawan-kawan 😊
__ADS_1
terima kasih 😊
maaf masih banyak typo maklum masih belajar