Zahra Anak Yang Tak Berdosa

Zahra Anak Yang Tak Berdosa
Menunda Resepsi Pernikahan


__ADS_3

Malam itu Adit pun sudah setia menanti kehadiran Cindy di parkiran apartemen Mita, tak selang berapa lama Cindy pun tiba dengan sangat anggun, menggunakan gaun yang mereka pilih tadi siang. Adit benar-benar tidak dapat lagi memungkiri perasaannya


" Kamu benar-benar cantik sayang "


Adit mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang kembali ke kediaman mamanya, dan Cindy hanya bisa terdiam selama perjalanan Cindy belum pernah merasakan perasaan tegang seperti saat itu


" Kamu udah siap belum ? " ucap Adit dan menoleh ke arah Cindy sejenak


" Aku takut sayang "


" Kamu tenang aja sayang, kan ada aku "


Adit pun tersenyum dengan sangat hangat lalu mengelus rambut Cindy, dia berusaha untuk terus mengajak Cindy berbincang ringan agar rasa takut di hati Cindy berkurang. Hingga akhirnya mulai melancarkan serangannya saat Cindy mulai tenang


" Kita cepat urus pernikahan kita aja ya sayang "


" Terserah kamu aja sayang "


" Kamu mau bikin tema apa buat acara resepsi pernikahannya ? "


Cindy hanya terdiam dan menggelengkan kepalanya


" Kenapa ? apa kamu ga punya satu impian gitu ingin buat pesta yang kayak mana ? "


Cindy kembali terdiam tidak menjawab apapun dan menundukkan kepalanya, Adit mengerutkan keningnya terheran melihat ekspresi dari Cindy


" Kamu kenapa sayang kok diam ? " Cindy masih tetap setia dengan kebisuannya


" Apa kamu masih takut karena mau ketemu keluarga aku ? "


" Bukan " lirih


Adit yang penasaran pun menepikan mobilnya di tepi jalan, Adit memegang kedua pipi Cindy agar Cindy mau menatapnya dan Adit mulai menatap Cindy dengan intens


" Kamu kenapa ? cerita dong sama aku sayang jangan diam begini. Apapun mau kamu aku ikutin sayang " ucap Adit dengan lembut


" Kalo alasannya memang kamu belum siap ketemu keluarga aku, ga masalah kok sayang kita balik lagi aja ya "


Jauh di dalam lubuk hati Adit saat ini Cindy adalah segalanya bagi dirinya, dia benar-benar merasa tidak tega melihat Cindy terlihat seperti sedang tertekan


" Ya udah ga usah dipikirin sayang, kita balik lagi aja ya "

__ADS_1


Adit sudah bersiap untuk memegang kendali mobilnya agar bisa mengantarkan Cindy kembali ke apartemen Mita, lalu dengan cepat Cindy menarik ujung baju Adit


" Boleh ga kalo pernikahan kita ga usah di rayakan ? " Adit pun langsung mengerutkan keningnya


" Kenapa sayang ? "


" Bukannya setiap perempuan ingin pernikahan mereka di rayakan dengan meriah ya "


" Aku ngerasa belum pantas berdiri di samping kamu sayang, apa boleh acaranya di adakan saat aku udah bisa mendapatkan sebuah pekerjaan yang layak ? "


" Kerja.. Maksud kamu gimana sih ? " Adit pun semakin bingung


" Iyaa tunggu sampe aku dapat pekerjaan yang layak dulu " ucap Cindy dengan yakin dan mulai menatap ke arah Adit


" Ya tapi buat apa sayang ? "


" Jadi kalo nanti ada orang tanya aku kerja apa ? aku ga akan jawab pekerjaan aku yang kemarin. Aku ga mau buat kamu malu sayang "


" Astaga sayang.. Ngapain kamu pikirin masalah kayak gitu, aku bisa kok kasih kamu pekerjaan apa aja yang kamu mau " ucapAdit dengan entengnya


" Ya beda dong sayang itu sama aja aku tetap bergantung sama kamu, sama aja aku tetap ga layak berdiri di samping kamu " Adit pun mencium ujung kepala Cindy dengan lembut


" Tapi apa kamu yakin mau tunda acara resepsi pernikahan kita ? " Cindy menjawab dengan anggukan kepalanya


Adit pun tersenyum puas dia benar-benar kagum dengan wanita yang ada di hadapannya saat ini, di saat hampir semua wanita berlomba-lomba untuk bisa dekat dengannya, tetapi wanita di hadapannya ini ingin menutupi hubungannya dari dunia untuk menjaga namanya


" Ya udah kalo itu mau kamu aku ikutin, tapi ada syaratnya "


" Syarat apa ? "


" Kalo kamu memang ga mau kita adakan resepsi pernikahan, berarti aku kan ga perlu banyak persiapan dong " Adit menatap Cindy dengan lembut


" terus "


" Syaratnya aku mau kita menikah secepatnya "


Wajah Cindy pun dalam sekejap berubah menjadi merah seperti tomat mendengar ucapan dari Adit, wanita manapun pasti akan bahagia bila pujaan hatinya akan menjadi pendamping hidupnya


" Gimana ? "


Cindy pun menganggukkan kepalanya tanda bahwa dia setuju, Adit pun tersenyum lalu mencium kening Cindy dengan lembut lalu mereka kembali melanjutkan perjalanan menuju kediaman mamanya Adit

__ADS_1


Adit saat ini tidak ingin memaksakan kehendaknya sendiri, walaupun sesungguhnya dia ingin sekali mengumumkan kepada seluruh dunia bahwa Cindy adalah istrinya


Sedangkan di seberang sana di kediaman mamanya Adit, mamanya Adit sudah bersama dengan Imelda Pratama atau sering di sapa Imel kakak perempuan dsri Adit, mereka berdua berada di dalam kamar mamanya sedang membahas masalah Cindy


" Jadi gimana dong Mel ? "


" Mah kalo menurut Imel, mama jangan lakukan apapun dulu malam ini kita lihat situasinya dulu. Kan mama tau sendiri watak Adit "


" Tapi kebayang ga si sama kamu ? kalo sampe beritanya tersebar ke mana-mana, kalo ternyata istri adik kamu dari kalangan orang biasa "


" Aduh Mel, muka kita mau di taruh di mana ? "


" Pokoknya malam ini mama tenang aja dulu, jangan sampe mama menunjukkan sikap yang mencurigakan. Nanti Adit bisa jadi waspada mah "


" Nanti apa keputusan malam ini ? baru kita pikirin gimana langkah selanjutnya "


" Tapi kamu benar ya bantu mama ? "


" Mama tenang aja, nanti kita akan pikirin cara terbaik untuk membuat perempuan itu jauh dari Adit mah " ucap Imel dengan yakin


" Ya Mel, gimana juga mama ga akan rela kalo anak laki-laki mama satu-satunya mendapatkan istri yang seperti itu "


" Ya mah.. Ya udah yang penting sekarang mama tenang dulu sebentar lagi Adit pasti sampe, jangan sampai Adit lihat mama begini "


" Ya Mel mama paham kok "


Tak selang berapa lama Adit dan Cindy pun sudah sampai di kediaman mamanya Adit, Adit menggenggam tangan Cindy untuk masuk ke dalam kediaman mamanya, dan Adit pun dapat merasakan saat itu tangan Cindy sudah sedingin es


" Tenang aja sayang kan ada aku " ucap Adit dengan lembut, dia hanya berusaha untuk membuat Cindy agar lebih rileks


Cindy pun hanya membalas dengan senyuman


Adit terus menggenggam tangan Cindy masuk ke dalam kediaman mamanya dan mereka berdua berjalan menuju ke ruang tamu, Cindy pun duduk di ruang tamu dan di situ sudah ada kakak ipar Adit dan anaknya, setelah saling menyapa sejenak lalu Adit pergi ke ke kamar mamanya untuk memanggil mamanya


Mereka kini sudah berkumpul semua di ruang tamu, dengan sedikit obrolan ringan di ruang tamu sambil sesekali tertawa melihat kelucuan cucu pertama di keluarga Pratama


Tak lupa Adit mengutarakan keinginan mereka yang akan menunda resepsi pernikahannya, mamanya Adit dan kak Imel pun senang mendengar kabar tersebut, mereka akan mempunyai waktu untuk menjalankan rencana mereka nanti


Tak selang berapa lama pun salah seorang pelayan memberitahukan bila makan malam sudah siap, mereka pun semua berkumpul untuk makan malam tanpa ada hambatan apapun


bantu like dan komentar ya teman-teman 😊

__ADS_1


terima kasih 😊


maaf masih banyak typo masih belajar...


__ADS_2