
Mita dan Cindy yang sudah berada di dalam kamar memutuskan untuk mulai beristirahat, begitu lah hari demi hari berlalu Mita selalu mendampingi Cindy
" lagi apa Cin ? " tanya Mita menghampiri Cindy karena sudah beberapa malam Mita melihat Cindy menulis sesuatu di buku itu
" aku tulis semua kisah aku Mit di sini " jawab Cindy sambil tersenyum dan Mita pun membalas senyuman
" oh.. ya nanti kalau kamu ada waktu kamu baca ya, biar kamu tau kisah aku " ucap Cindy dan Mita pun mengangguk
malam pun semakin menjelang kedua sahabat itu memutuskan untuk beristirahat, Mita pun tertidur memeluk Cindy itulah rutinitas Mita setiap malam
malam itu Cindy bermimpi, di dalam mimpinya dia merasa berjalan menjauh menuju sebuah pintu yang mengeluarkan cahaya, lalu ada seorang gadis kecil yang terus memanggil nya ibu sambil menangis dan berlari ke arahnya
" ibu jangan pergi bu " ucap gadis kecil itu menangis dengan hebat
" ibu jangan pergi jangan tinggalin Zahra bu " ucap gadis itu
Cindy merasakan benar-benar sedih di dalam hatinya melihat gadis kecil itu, dia ingin sekali berbalik dan memeluk gadis kecil itu, tetapi kakinya tak berhenti melangkah ke arah pintu itu, Cindy melihat ada seorang perempuan yang memeluk erat gadis kecil itu dan ikut menangis melihat kepergian Cindy
" Cin... Cindy.. bangun Cin... " ucap Mita berusaha membangunkan Cindy
" akh.... " teriak Cindy terbangun dari tidurnya dengan pipi yang sudah basah oleh air matanya sendiri
" kamu mimpi buruk ya " ucap Mita
Mita yang melihat keadaan Cindy seperti itu lalu memberikan segelas air putih, Cindy meminum air itu lalu memeluk Mita dengan erat
" kenapa Cin ? " tanya Mita khawatir melihat Cindy sampai mengeluarkan air mata
" itu cuma mimpi kok Cin, tenang ya " ucap Mita berusaha menenangkan Cindy, Cindy pun mengangguk
" ya udah ayo istirahat lagi " ajak Mita karena saat dia melihat ke arah jam masih pukul satu malam
" iya, maaf ya aku bangunin kamu tidur ya " jawab Cindy tak enak hati
mereka pun memutuskan untuk merebahkan kembali tubuh mereka di tempat tidur untuk melanjutkan tidurnya
" Tuhan... apapun yang kau rencanakan aku akan terima karena itu sudah takdir ku, aku hanya memohon kepada mu, Tuhan tolong jaga selalu anak ku " ucap Cindy dalam hatinya
mungkin bagi Mita itu hanya sebuah mimpi buruk, tapi tidak bagi Cindy itu seperti sebuah pertanda yang sangat jelas
__ADS_1
pagi itu Cindy sudah lebih dulu membersihkan diri baru setelah itu Mita pun bergantian membersihkan diri, setelah selesai Mita langsung kembali ke kamar untuk menemani sahabatnya
di pagi hari itu Cindy membuat diary terakhir nya dan sebuah surat yang di tulis untuk Adit, biasanya Cindy selalu menulis diary nya di malam hari, tapi entah mengapa seperti ada firasat yang sangat kuat bagi nya bila nanti malam ini dia sudah tidak sempat lagi menulis itu
" kirain kamu cuma tulis diary kamu malam aja Cin..hehe " ucap Mita menyapa sambil cengengesan
" ya biasanya si gitu " jawab Cindy
" aku ga tau apa nanti malam aku masih sempat bikin ini " lanjut Cindy
" hush... kamu ngomong apa si Cin " ucap Mita memasang wajah tidak suka
" kan kamu tau aku tinggal menunggu hari, aku ga tau apa nanti malam aku masih tulis ini " jawab Cindy sambil tersenyum
tapi entah mengapa ada perasaan mengganjal di hati Mita mendengar ucapan sahabatnya itu
" itu surat buat siapa ? " tanya Mita melihat sebuah surat sudah rapi di dalam amplop
" ini nanti aku titip ke kamu ya, kalau sudah waktunya tolong kasih ke Adit " jawab Cindy, Mita pun hanya menganggukkan kepalanya
perasaan mengganjal di hatinya semakin hebat tapi tak bisa dia ungkapkan perasaan apa itu, hari itu Cindy benar-benar berbeda dari biasanya dia terlihat sangat ceria seperti semua beban di pundak nya selama ini sudah lepas, Liana sangat bahagia melihat itu Liana pikir karena ada Mita di samping Cindy
mereka bertiga sudah berada di dalam mobil, Ana mengemudikan mobil dan Mita berada di belakang bersama Cindy, Mita terus menggenggam erat tangan Cindy mencoba memberikan kekuatan kepada sahabatnya itu
" Mit kamu harus janji sama aku ya " ucap Cindy sambil meringis menahan sakit
" ya aku janji apapun yang kamu minta pasti aku kasih, sekarang yang penting kamu harus kuat ya " ucap Mita Cindy pun berusaha tersenyum sebisanya
" apapun yang nanti terjadi sama aku dan anak aku kalian semua harus berjanji untuk tidak memberitahukan kepada Adit, terkecuali nanti anak ini butuh Adit. kamu bisa kasih surat aku tadi " ucap Cindy
" kamu ngomong apa si Cin, aku ga suka dengar nya " jawab Mita sambil meneteskan air mata
" kamu harus janji Mit, kamu sahabat terbaik aku jadi aku cuma bisa minta ini ke kamu " ucap Cindy
" ya aku janji Cin yang penting sekarang kamu ga perlu pikir apapun dulu, kamu harus kuat ya " jawab Mita
entah mengapa Ana dan Mita mengeluarkan air matanya dengan hebat mendengar ucapan Cindy, seperti mendengar Cindy sedang mengucapkan permintaan terakhir nya
mereka pun sampai di rumah sakit Cindy langsung mendapatkan penanganan, karena memang sudah saatnya melahirkan, Ana dan Mita menunggu dengan cemas di luar ruangan
__ADS_1
karena panik sedari tadi Mita sampai lupa mengabari Rangga, Mita yang baru saja tersadar pun langsung menghubungi Rangga
Tut.. Tut..Tut...
" ya sayang " sapa Rangga
" sayang Cindy sudah di rumah sakit mau melahirkan " jawab Mita dengan suara panik
" oh.. ya sudah kamu tenang dulu, aku langsung kesana sekarang ya " ucap Rangga langsung mematikan sambungan teleponnya
karena panik Rangga tidak menghubungi siapapun, Rangga langsung menuju kembali ke daerah perkampungan itu
setelah cukup lama Mita dan Ana menunggu di luar ruangan itu, Mita dan Ana bisa bernapas sedikit lega mendengar suara tangisan seorang bayi dari dalam ruangan itu
" terima kasih sayang, kamu adalah anugerah terindah dalam hidup ibu, ibu benar-benar bahagia saat ini " ucap Cindy dalam hatinya saat melihat buah hatinya
" sayang baik-baik ya di sini, ibu mungkin ga bisa temani kamu di sini, tapi ibu akan selalu jaga kamu dari sana, Zahra harus jadi anak yang kuat, kamu ga salah nak kamu ga punya dosa apapun " lanjut Cindy dalam hatinya
" kak Adit ini anak kita, aku cuma bisa bilang aku bahagia saat ini karena anak kita lahir dengan selamat dan aku tau kalau aku selalu ada di hati kamu " ucap terakhir Cindy dalam hatinya
lalu Cindy mulai menutup kedua matanya, dan dalam seketika anak yang baru lahir itu menangis dengan hebatnya seperti bisa mendengar ucapan dalam hati ibunya dan mengetahui bahwa ibunya akan pergi untuk selamanya
" dokter detak jantung pasien melemah " ucap salah seorang suster
dokter yang menangani pun langsung mengambil tindakan yang di perlukan, tapi apa boleh buat segala rejeki, jodoh dan maut sudah di tuliskan di garis tangan kita masing-masing, kita hanya bisa berusaha tapi tetap Tuhan yang menentukan segalanya
dokter pun keluar dari ruangan itu, sontak saja Ana dan Mita langsung berdiri
" bagaimana dok keadaannya ? " tanya Mita
" bayi nya lahir dengan sehat, tapi maaf kami tidak bisa menyelamatkan ibunya, saya turut berduka " jawab si dokter
Ana dan Mita terduduk lemas di bangku menangis dengan hebatnya ternyata benar ucapan Cindy tadi adalah permintaan terakhir nya
bantu like dan komentar ya teman-teman 😊
terima kasih 😊
maafin ya kalau masih banyak typo maklum masih belajar...
__ADS_1