
Bagas hanya diam disaat semua orang yang sedang berkumpul di tempat itu saling berbincang dengan candaan ringan, Bagas hanya berusaha mengikuti alur aja, tak lama ada seorang ibu-ibu setengah tua sepertinya ART disitu mengantarkan minuman untuk Bagas yang baru saja tiba
" mbok sekalian panggil Ulan mbok di kamarnya " perintah pak Hartawan kepada ibu itu
" baik pak " jawab ibu itu
ibu itu pun berjalan menuju ke atas tak selang berapa lama ibu itu kembali dengan setengah berlari
" maaf pak, bu mbak Ulan ga ada di kamarnya " ucap ibu itu terlihat sedikit gugup
lalu istri dan anak perempuan pak Hartawan yang satu lagi segera bergegas menuju ke arah atas untuk mengeceknya, dan ternyata benar anak gadis mereka yang akan di jodohkan oleh Bagas tak ada di kamarnya
" pah, Ulan ga ada di kamarnya pah " ucap istrinya pak Hartawan saat kembali ke ruang tamu
dalam sekejap suasana yang tadi nya hangat menjadi dingin, terlihat jelas wajah marah dari papanya Bagas, dan wajah takut dari pak Hartawan
" cepat suruh orang cari Ulan mah pasti dia belum jauh " ucap pak Hartawan ke istrinya setengah berteriak
istrinya pak Hartawan pun bergegas keluar dari ruang tamu menuju ke luar rumahnya
" maksudnya apa ini ? " tanya papanya Bagas dingin
" maaf pak bisa saya jelaskan pak " jawab pak Hermawan gugup
" ga perlu kamu sudah bikin saya dan keluarga saya malu, kamu tau.. !! " ucap papanya Bagas setengah berteriak
" ma.. maaf pak " ucap pak Hartawan semakin takut
" kamu dengar ya baik-baik, jangan salahkan saya kalau saya akan buat perusahaan kamu jadi bangkrut " ucap papanya Bagas
Bagas yang mendengar itu pun sedikit terkejut
" oh... berarti mereka punya masalah sama papa, jadi barter anak nya buat gw, s*alan ni cewe ga tau diri juga " ucap Bagas dalam hatinya
" saya lihat kamu punya dua anak perempuan tapi kamu jodohkan anak kamu yang pembangkang ke anak saya " ucap papanya Bagas berteriak dan pak Hartawan pun hanya bisa terdiam
__ADS_1
" sudah ayo pulang, ngapain lagi kita disini " ucap papanya Bagas menghadap istrinya dan Bagas
" saya akan menarik semua investasi saya di perusahaan kalian " ucap papanya Bagas ke pak Hartawan lalu mereka pun meninggalkan rumah itu
prang.... semua yang ada di atas meja dihempaskan oleh pak Hartawan, dan tak lama istrinya nya pak Hartawan sudah kembali ke ruangan itu setelah memerintahkan semua orang mencari Wulan atau sering di sapa Ulan
" ini juga gara-gara kamu, kenapa kamu ga mau papa jodohin kamu, kalau kamu mau kita ga akan jadi begini " ucap pak Hartawan ke anak perempuan nya yang satu lagi yaitu Rania
" udah pah kok papa malah salahkan Rania kan Wulan yang buat salah " ucap istrinya
" tapi sekarang perusahaan kita terancam mah, kalau benar papanya Bagas tarik investasi nya kita bisa bangkrut mah " ucap pak Hartawan berteriak
" kenapa kamu ga mau papa jodohin sama Bagas, hidup kamu juga bakal terjamin Bagas itu anak tunggal mereka " ucap pak Hartawan
" ya tapi kan papa sendiri yang bilang Bagas itu b*jingan, yang setiap malam gunta-ganti perempuan, masa papa mau jodohin aku sama laki-laki kaya gitu " ucap Rania setengah menangis
" akh.... dasar anak kurang ajar..!! tunggu aja sampai ketemu kamu Wulan " teriak pak Hartawan
sedang kan Bagas bersenang hati karena dia tidak jadi di jodohkan, dia pun memarkirkan sejenak mobil nya hanya untuk tertawa terbahak-bahak, Bagas merasa geli membayangkan perasaan papanya tadi
" lagian si anak belum mau nikah di paksa " ucap Bagas di dalam mobilnya
brugh.... karena tertawa terbahak-bahak Bagas sampai tidak sadar di depan nya ada orang sedang menyeberang jalan, dia pun langsung dengan cepat menghentikan mobilnya dan turun dari mobilnya
" sorry... sorry... lo gpp kan ? " tanya Bagas berusaha membantu orang itu berdiri yang ternyata seorang gadis
" enggak aku gpp " jawab gadis itu sambil meringis menahan sakit
" nah si cewek s*alan, tapi gpp gw harus bersyukur lo kabur " ucap Bagas dalam hatinya karena ternyata yang dia tabrak adalah gadis yang kabur di acara keluarga mereka tadi
" gw bawa ke dokter aja ya " ucap Bagas merasa bersalah melihat tangan gadis itu mengeluarkan darah
" enggak perlu ke dokter aku gpp kok " jawab gadis itu
tiba-tiba saja gadis itu melihat beberapa orang yang sedang mengarah kesitu, dan dengan cepat gadis itu langsung masuk ke dalam mobil Bagas, Bagas pun ikut masuk ke dalam mobilnya dengan perasaan bingung melihat gadis itu
__ADS_1
" kan kamu udah nabrak aku, ayo cepat bawa aku ke dokter " ucap gadis itu
" ok " jawab Bagas, dan Bagas melihat dari spion mobil ada beberapa pria berpakaian keamanan sedang berjalan ke arah mereka
" oh... ok gw ikutin mau lo, karena gw juga harus makasih sama ni cewek s*alan, gw bisa lepas dari acara tadi " ucap Bagas dalam hatinya
" stop aku turun disini aja " ucap Wulan saat sudah keluar dari perumahan itu
" katanya mau ke dokter ? " tanya Bagas
" ga usah aku disini aja, nanti aku bisa obatin sendiri " ucap Wulan dan turun dari mobil Bagas
Bagas pun memperhatikan Wulan dengan seksama, gadis yang turun dari mobilnya dengan berjalan sedikit terpincang-pincang ke arah pinggir jalan untuk menunggu angkutan umum
" menarik juga ni cewe tapi benar yang di foto kemarin, wajah nya si ga jelek-jelek amat pakaiannya yang bikin sakit mata " ucap Bagas dalam hatinya lalu dia pun turun dari mobilnya mendekati Wulan
" lo mau kemana ? biar gw antar, anggap aja permintaan maaf gw nabrak lo " ucap Bagas
" ga usah aku nunggu angkutan umum aja " jawab Wulan
" lo ga takut sama orang-orang yang tadi kayaknya lagi cariin lo " ucap Bagas dan Wulan pun terkejut mendengar itu
" gw liat di spion " lanjut Bagas karena melihat ekspresi Wulan yang kebingungan
" udah ayo gw antar lo mau kemana " ucap Bagas sambil menarik tangan Wulan
Wulan pun akhirnya mengikuti Bagas kembali ke arah mobilnya tapi Bagas lupa kalau kaki Wulan sedang sakit karena ulahnya, dia melangkah kaki nya dengan cepat dan bugh.... Wulan terjatuh tersandung batu
" akh... kamu itu sebenarnya niat nolong apa ga si ? " ucap Wulan dengan kesal
" sorry.. sorry.. " ucap Bagas membantu Wulan berdiri
mereka pun masuk ke dalam mobil dan Bagas mulai mengarahkan mobilnya ke tempat yang diberitahukan oleh Wulan, Bagas dapat melihat dengan jelas saat ini wajah gadis itu sedang bersedih..
bantu like dan komentar ya teman-teman 😊
__ADS_1
terima kasih 😊
maaf kalau masih banyak typo maklum masih belajar..