Zahra Anak Yang Tak Berdosa

Zahra Anak Yang Tak Berdosa
surat untuk ana


__ADS_3

malam itu suasana pilu menyelimuti orang-orang terdekat Cindy, bahkan seorang anak yang baru dilahirkan pun tak henti-hentinya menangis, seperti tau bahwa dia telah di tinggalkan oleh ibunya untuk selamanya


segala urusan sudah di selesaikan tapi mereka tidak bisa langsung mengubur jenazah Cindy karena sudah malam hari, Mita pun segera menghubungi Rangga


Tut..Tut...Tut..


" halo sayang " ucap Rangga, Mita hanya terdiam yang terdengar hanya suara tangisan Mita


" sayang kamu kenapa ? " ucap Rangga sudah mulai khawatir


" Cindy sayang " jawab Mita dan kembali menangis


" kamu tenang dulu sayang, ayo bilang Cindy kenapa ? " tanya Rangga semakin khawatir


" Cindy sudah ga ada sayang.. Cindy sudah meninggal " ucap Mita yang sudah terbata-bata tertahan tangisannya


" tunggu ya sayang kamu tenang dulu, aku sudah di jalan " ucap Rangga mengakhiri obrolannya


Rangga langsung melajukan mobilnya dengan sangat cepat hal yang tidak pernah di bayangkan oleh nya terjadi, dia membayangkan perasaan Mita saat ini pasti hancur setelah sekian lama dia mencari akhirnya bertemu hanya untuk sesaat


sesampainya Rangga di kediaman Liana di sana sudah ramai orang, dan Rangga melihat istrinya masih menangis dengan hebatnya di depan jenazah Cindy, Rangga langsung mendekati istrinya dan memeluknya dengan erat


Mita pun meluapkan segala tangisnya di dalam pelukan Rangga, Rangga hanya diam terus memeluk Mita sambil menatap jenazah Cindy yang sudah terbaring kaku di hadapannya


" sayang apa kita harus kabarin ke Adit ? " tanya Rangga saat Mita sudah mulai tenang, Mita menggelengkan kepalanya


" Cindy minta aku untuk ga kasih tau apapun tentang dia ke Adit, kecuali nanti anak mereka membutuhkan Adit " jawab Mita


" tapi Adit harus tau sayang " bujuk Rangga


" tapi aku sudah janji ke Cindy sebelum dia meninggal sayang " jawab Mita mulai meneteskan kembali air matanya


" ok.. aku ngerti sayang " jawab Rangga kembali memeluk Mita


semua orang bergantian menjaga jenazah Cindy, rencananya pagi hari mereka akan langsung menguburkan jenazah Cindy, Liana masuk ke dalam kamarnya mencoba merebahkan tubuhnya untuk beristirahat sejenak, saat dia membaringkan tubuhnya dia menemukan sebuah surat yang tulis Cindy

__ADS_1


untuk : mbak Ana


mbak terima kasih ya selama ini mbak sudah baik sama aku, dan maaf aku selalu merepotkan mbak mungkin aku akan merepotkan mbak lagi ke depannya


aku mohon mbak bantu aku jaga Zahra ya, aku percaya mbak bisa bantu aku merawat Zahra dengan baik, tolong mbak anggap Zahra seperti anak mbak sendiri, aku juga ga tau mbak aku merasa kalau aku ga akan lama lagi disini


kalau seandainya nanti Zahra butuh ayahnya tolong mbak hubungi Mita untuk mencari Adit, dan aku juga baru tau mbak kalau Adit tidak jadi menikah


aku punya satu permintaan sama mbak, kalau suatu saat nanti Zahra kembali ke Adit dan Adit belum menikah mbak mau ya menikah dengan Adit, aku bisa percaya titipkan Zahra cuma sama mbak


aku yakin kok mbak Adit itu sebenarnya orang yang baik, hanya keadaan yang membuat dia seperti itu. sekali lagi aku ucapkan terima kasih mbak


dari : Cindy


" mbak janji mbak akan rawat Zahra dengan baik Cin seperti anak kandung mbak sendiri, dan mbak akan mencari Adit saat Zahra butuh dia, tapi untuk permintaan terakhir kamu mungkin mbak ga bisa Cin " ucap Liana dalam hatinya


Ana yang tadinya memutuskan untuk tidur menjadi menangis kembali, sampai dia tertidur mungkin karena merasa lelah menangis


lain hal di apartemen Adit entah mengapa malam ini dia enggan keluar seperti biasanya, dia memutuskan untuk tidur saja malam ini


Adit pun bermimpi bertemu dengan Cindy, Cindy hanya tersenyum dengan manis dan memeluk Adit sesaat, lalu pergi menjauh dari Adit sekeras apapun Adit memanggil dia tidak menoleh sama sekali, sampai akhirnya Adit terbangun karena suara teriakan nya sendiri


Adit semakin sakit hatinya mengingat mimpi barusan, niat nya semakin besar untuk membenci Cindy, padahal dia tidak tau bahwa Cindy hanya bisa berpamitan dalam mimpinya


pagi itu Adit sudah seperti biasa lagi memulai harinya dengan dingin, sedangkan jauh di perkampungan sana semua orang sedang sibuk untuk menguburkan jenazah Cindy


Mita masih tidak puas juga menangis, tangisnya kembali pecah saat melihat jenazah sahabatnya masuk ke liang lahat


" udah sayang, kasian Cindy kalau kamu begini " ucap Rangga memeluk Mita, Mita pun membenamkan wajahnya ke dada suaminya


" dia udah tenang disana sayang, ini sudah takdir " lanjut Rangga


" maafin mbak ya Cin, biar aja waktu nanti yang menjawab, tapi untuk saat ini mbak cuma bisa bilang mbak ga bisa untuk menikah dengan Adit, mbak belum siap untuk memulai lagi " ucap Liana dalam hatinya


setelah selesai acara pemakaman Cindy, mereka bertiga menjemput Zahra di rumah sakit untuk pulang, Mita meminta izin masuk ke kamar Cindy untuk mengenang Cindy yang terakhir kalinya serta membaca semua isi diary Cindy, baru pasangan suami istri itu kembali ke kota

__ADS_1


" aku titip Zahra ya mbak " ucap Mita dan Liana pun mengangguk


mereka berdua pun memulai perjalanan jauhnya kembali ke kota


" aku benci banget sama Adit sayang " ucap Mita saat sudah dalam perjalanan


" ya aku ngerti, tapi kan ini sudah takdir sayang " jawab Rangga


" aku tau ini memang takdir Cindy untuk meninggal saat melahirkan, tapi kalau Adit tidak terlalu keras kepala setidaknya Cindy kan bisa bahagia di akhir hayatnya " ucap Mita sudah setengah berteriak


" ya sayang aku ngerti perasaan kamu " jawab Rangga dia tidak ingin memperpanjang masalah


" kamu kebayang ga si sayang nasib anak mereka " ucap Mita


" kalau kamu mau kita bisa rawat anak mereka seperti anak kita sendiri " jawab Rangga dan Mita pun menggelengkan kepalanya


" Cindy mempercayakan Zahra kepada mbak Ana sayang " jawab Mita lirih


" ya sudah kita kan bisa sering video call, atau datang kesini untuk melihat anak mereka " jawab Rangga


" ya sayang, pokoknya aku benci Adit " jawab Mita


" ya aku ngerti " jawab Rangga


" dasar laki-laki b*jingan..!! laki-laki bodoh..!! semua keluarga nya b*jingan.. !! " teriak Mita


Rangga hanya diam saja mendengar semua makian dari Mita karena dia sendiri tidak bisa pungkiri bahwa semua yang dikatakan Mita benar


sampailah mereka di kota Mita memutuskan pulang ke rumah papanya, dan Rangga langsung menghubungi Bastian dan Bagas, mereka pun berjanji akan bertemu di suatu tempat


sesampainya di sana Bastian sudah datang, sedangkan Bagas tak lama kemudian baru datang. setelah semua berkumpul Rangga mulai menceritakan keadaan sebenarnya


awal nya Bastian tidak setuju untuk menutupi kejadian ini dari Adit walau apapun resiko nya, tapi Rangga juga menjelaskan bahwa ini adalah permintaan terakhir Cindy, mereka pun akhirnya sepakat untuk diam


bantu like dan komentar ya teman-teman 😊

__ADS_1


terima kasih 😊


maafin ya kalau masih banyak typo maklum masih belajar...


__ADS_2