
malam itu suasana pilu menyelimuti orang-orang terdekat Cindy, bahkan seorang anak yang baru dilahirkan pun tak henti-hentinya menangis, seperti tau bahwa dia telah di tinggalkan oleh ibunya untuk selamanya
segala urusan sudah di selesaikan tapi mereka tidak bisa langsung mengubur jenazah Cindy karena sudah malam hari, Mita pun segera menghubungi Rangga
Tut..Tut...Tut..
" halo sayang " ucap Rangga, Mita hanya terdiam yang terdengar hanya suara tangisan Mita
" sayang kamu kenapa ? " ucap Rangga sudah mulai khawatir
" Cindy sayang " jawab Mita dan kembali menangis
" kamu tenang dulu sayang, ayo bilang Cindy kenapa ? " tanya Rangga semakin khawatir
" Cindy sudah ga ada sayang.. Cindy sudah meninggal " ucap Mita yang sudah terbata-bata tertahan tangisannya
" tunggu ya sayang kamu tenang dulu, aku sudah di jalan " ucap Rangga mengakhiri obrolannya
Rangga langsung melajukan mobilnya dengan sangat cepat hal yang tidak pernah di bayangkan oleh nya terjadi, dia membayangkan perasaan Mita saat ini pasti hancur setelah sekian lama dia mencari akhirnya bertemu hanya untuk sesaat
sesampainya Rangga di kediaman Liana di sana sudah ramai orang, dan Rangga melihat istrinya masih menangis dengan hebatnya di depan jenazah Cindy, Rangga langsung mendekati istrinya dan memeluknya dengan erat
Mita pun meluapkan segala tangisnya di dalam pelukan Rangga, Rangga hanya diam terus memeluk Mita sambil menatap jenazah Cindy yang sudah terbaring kaku di hadapannya
" sayang apa kita harus kabarin ke Adit ? " tanya Rangga saat Mita sudah mulai tenang, Mita menggelengkan kepalanya
" Cindy minta aku untuk ga kasih tau apapun tentang dia ke Adit, kecuali nanti anak mereka membutuhkan Adit " jawab Mita
" tapi Adit harus tau sayang " bujuk Rangga
" tapi aku sudah janji ke Cindy sebelum dia meninggal sayang " jawab Mita mulai meneteskan kembali air matanya
" ok.. aku ngerti sayang " jawab Rangga kembali memeluk Mita
semua orang bergantian menjaga jenazah Cindy, rencananya pagi hari mereka akan langsung menguburkan jenazah Cindy, Liana masuk ke dalam kamarnya mencoba merebahkan tubuhnya untuk beristirahat sejenak, saat dia membaringkan tubuhnya dia menemukan sebuah surat yang tulis Cindy
__ADS_1
untuk : mbak Ana
mbak terima kasih ya selama ini mbak sudah baik sama aku, dan maaf aku selalu merepotkan mbak mungkin aku akan merepotkan mbak lagi ke depannya
aku mohon mbak bantu aku jaga Zahra ya, aku percaya mbak bisa bantu aku merawat Zahra dengan baik, tolong mbak anggap Zahra seperti anak mbak sendiri, aku juga ga tau mbak aku merasa kalau aku ga akan lama lagi disini
kalau seandainya nanti Zahra butuh ayahnya tolong mbak hubungi Mita untuk mencari Adit, dan aku juga baru tau mbak kalau Adit tidak jadi menikah
aku punya satu permintaan sama mbak, kalau suatu saat nanti Zahra kembali ke Adit dan Adit belum menikah mbak mau ya menikah dengan Adit, aku bisa percaya titipkan Zahra cuma sama mbak
aku yakin kok mbak Adit itu sebenarnya orang yang baik, hanya keadaan yang membuat dia seperti itu. sekali lagi aku ucapkan terima kasih mbak
dari : Cindy
" mbak janji mbak akan rawat Zahra dengan baik Cin seperti anak kandung mbak sendiri, dan mbak akan mencari Adit saat Zahra butuh dia, tapi untuk permintaan terakhir kamu mungkin mbak ga bisa Cin " ucap Liana dalam hatinya
Ana yang tadinya memutuskan untuk tidur menjadi menangis kembali, sampai dia tertidur mungkin karena merasa lelah menangis
lain hal di apartemen Adit entah mengapa malam ini dia enggan keluar seperti biasanya, dia memutuskan untuk tidur saja malam ini
Adit pun bermimpi bertemu dengan Cindy, Cindy hanya tersenyum dengan manis dan memeluk Adit sesaat, lalu pergi menjauh dari Adit sekeras apapun Adit memanggil dia tidak menoleh sama sekali, sampai akhirnya Adit terbangun karena suara teriakan nya sendiri
Adit semakin sakit hatinya mengingat mimpi barusan, niat nya semakin besar untuk membenci Cindy, padahal dia tidak tau bahwa Cindy hanya bisa berpamitan dalam mimpinya
pagi itu Adit sudah seperti biasa lagi memulai harinya dengan dingin, sedangkan jauh di perkampungan sana semua orang sedang sibuk untuk menguburkan jenazah Cindy
Mita masih tidak puas juga menangis, tangisnya kembali pecah saat melihat jenazah sahabatnya masuk ke liang lahat
" udah sayang, kasian Cindy kalau kamu begini " ucap Rangga memeluk Mita, Mita pun membenamkan wajahnya ke dada suaminya
" dia udah tenang disana sayang, ini sudah takdir " lanjut Rangga
" maafin mbak ya Cin, biar aja waktu nanti yang menjawab, tapi untuk saat ini mbak cuma bisa bilang mbak ga bisa untuk menikah dengan Adit, mbak belum siap untuk memulai lagi " ucap Liana dalam hatinya
setelah selesai acara pemakaman Cindy, mereka bertiga menjemput Zahra di rumah sakit untuk pulang, Mita meminta izin masuk ke kamar Cindy untuk mengenang Cindy yang terakhir kalinya serta membaca semua isi diary Cindy, baru pasangan suami istri itu kembali ke kota
__ADS_1
" aku titip Zahra ya mbak " ucap Mita dan Liana pun mengangguk
mereka berdua pun memulai perjalanan jauhnya kembali ke kota
" aku benci banget sama Adit sayang " ucap Mita saat sudah dalam perjalanan
" ya aku ngerti, tapi kan ini sudah takdir sayang " jawab Rangga
" aku tau ini memang takdir Cindy untuk meninggal saat melahirkan, tapi kalau Adit tidak terlalu keras kepala setidaknya Cindy kan bisa bahagia di akhir hayatnya " ucap Mita sudah setengah berteriak
" ya sayang aku ngerti perasaan kamu " jawab Rangga dia tidak ingin memperpanjang masalah
" kamu kebayang ga si sayang nasib anak mereka " ucap Mita
" kalau kamu mau kita bisa rawat anak mereka seperti anak kita sendiri " jawab Rangga dan Mita pun menggelengkan kepalanya
" Cindy mempercayakan Zahra kepada mbak Ana sayang " jawab Mita lirih
" ya sudah kita kan bisa sering video call, atau datang kesini untuk melihat anak mereka " jawab Rangga
" ya sayang, pokoknya aku benci Adit " jawab Mita
" ya aku ngerti " jawab Rangga
" dasar laki-laki b*jingan..!! laki-laki bodoh..!! semua keluarga nya b*jingan.. !! " teriak Mita
Rangga hanya diam saja mendengar semua makian dari Mita karena dia sendiri tidak bisa pungkiri bahwa semua yang dikatakan Mita benar
sampailah mereka di kota Mita memutuskan pulang ke rumah papanya, dan Rangga langsung menghubungi Bastian dan Bagas, mereka pun berjanji akan bertemu di suatu tempat
sesampainya di sana Bastian sudah datang, sedangkan Bagas tak lama kemudian baru datang. setelah semua berkumpul Rangga mulai menceritakan keadaan sebenarnya
awal nya Bastian tidak setuju untuk menutupi kejadian ini dari Adit walau apapun resiko nya, tapi Rangga juga menjelaskan bahwa ini adalah permintaan terakhir Cindy, mereka pun akhirnya sepakat untuk diam
bantu like dan komentar ya teman-teman 😊
__ADS_1
terima kasih 😊
maafin ya kalau masih banyak typo maklum masih belajar...