
mama Linda merasakan sangat kesal dengan sikap Adit memutuskan kembali ke dalam kamarnya dan di ikuti oleh kak Imel dari belakang ikut masuk ke dalam kamar mamanya
" mah " Imel mulai mendudukkan dirinya di sebelah mama Linda
" Adik kamu itu apa-apaan si Mel, mama sudah pilihin gadis yang baik dan cantik dia kok gitu cara dia Mel "
" udah dong mah, apa mama ga kasihan sama Adit ? "
" ya karena mama kasihan makanya mama lakuin ini ke dia..!! " mama Linda mulai menaikan volume suaranya
" mah cukup dong mah... ingat kita sudah salah sama Adit kita yang sudah buat Adit jadi begini, mulai sekarang kita biarin Adit tentuin pilihannya sendiri mah " Imel pun mulai kesal dengan sikap keras kepala mamanya
" ya tapi mama ga akan rela kalau Adit sama perempuan yang ga selevel dengan kita "
" terserah mama aja, tapi yang pasti aku ga akan biarin mama sakiti Adit lagi " Imel menjawab dengan tegas
" kok kamu jadi gini sini Mel ? "
Imel mulai menatap mamanya " mah buat aku sekarang kebahagiaan Adit jauh lebih penting, bahkan aku benar-benar menyesal lakuin itu dulu "
mendengar ucapan dari Imel membuat mama Linda pun menjadi murka dan tampak dengan jelas wajah marah mama Linda mendengar ucapan Imel barusan
" ya sudah mah aku pamit dulu " mama Linda tidak menjawab apapun masih mencoba menahan amarahnya
mama Linda yang sedang murka di dalam kamarnya mulai menghancurkan apapun yang terlihat oleh matanya, hari ulang tahunnya menjadi suram akibat Adit dan Imel, Adit yang menggagalkan rencananya dan Imel yang kini mulai menentangnya
" enggak.. Adit ga bisa di biarin begitu terus "
mama Linda pun mulai melangkahkan kakinya meninggalkan kamarnya dan berjalan menuju ke arah ruang kerja Adit, dia langsung masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, Adit yang melihat mamanya masuk dengan wajah yang terlihat marah langsung menghentikan semua aktivitasnya
" kenapa mah ? "
mama Linda melangkahkan kakinya dan duduk di kursi depan meja kerja Adit " kamu yang kenapa Dit ? "
__ADS_1
" maksud mama ? " Adit mengerutkan keningnya
" apa maksudnya tadi kamu berbuat begitu.. mama sudah susah-susah cariin pasangan yang cocok untuk kamu, ga kamu hargai "
" maaf mah tapi Adit ga bisa "
" apa kamu belum bisa lupain perempuan j*lang itu " mama Linda menunjukkan wajah sinisnya
" Adit lagi berusaha lupain dia mah "
" mama kan juga lagi bantu kamu untuk lupain dia, kamu harus mulai belajar membuka hati kamu untuk perempuan lain " bujuk Mama Linda
Adit yang sedari tadi sudah berusaha untuk menahan emosinya, karena ini adalah hari ulang tahun mamanya dia tidak ingin melawan mamanya dan membuat mamanya sedih, sudah mulai merasakan panas di seluruh aliran darahnya
" mau sampai kapan kamu baru bisa lupain perempuan ga tau diri itu yang bisanya hanya selingkuh saat suami nya tidak ada "
" mah cukup mah..!! " Adit berteriak dengan wajah yang mulai merah menahan amarahnya
" di sini sudah hancur mah, Adit sudah ga bisa taruh siapapun lagi disini mah " dengan lirih sambil menaruh tangan kanannya di dadanya
mama Linda dapat melihat dengan jelas mata Adit sudah memerah menahan air mata yang hendak jatuh, mama Linda hanya bisa terdiam tidak mengeluarkan suara apapun
" jadi Adit mohon sama mama mulai sekarang jangan lakuin hal itu lagi mah, Adit ga bisa "
Adit pun langsung pergi meninggalkan mamanya yang masih terdiam di dalam ruangan itu, dia pergi ke dalam kamarnya dia mulai mengganti pakaiannya, lalu pergi ke luar dari kediaman mamanya, Adit pun menghubungi Erik untuk menemaninya minum malam itu
" dasar perempuan s*alan bahkan saat kamu sudah ga ada pun di sekitar kami, kamu tetap berhasil menghancurkan keluarga saya "
entah apa yang merasuki hati dan pikiran dari mama Linda hingga dia menyalahkan semuanya terhadap Cindy, hanya karena sebuah status sosial yang berbeda dia menganggap Cindy seperti bukan manusia yang sama seperti dirinya
bahkan dia masih tetap tidak menyadari bahwa anaknya telah hancur di tangannya sendiri
Adit sudah sampai di sebuah bar tak lama Erik pun sampai di situ, Adit sengaja menghubungi Erik agar kejadian malam itu tidak terulang lagi, Adit padahal sudah bertekad untuk berhenti keluar malam tapi saat ini dia butuh minuman beralkohol
__ADS_1
" Rik cariin gw apartemen baru " saat Erik baru saja tiba
" baik pak "
Adit mulai larut dalam kesedihannya dan mulai meminum minuman alkohol dengan sangat banyak, Erik hanya setia menemani bosnya itu dia tidak ikut minum agar bisa kontrol menjaga Adit
Erik pun mulai membawa Adit keluar dari bar itu saat Adit terlihat sudah mulai mabuk, Erik membawa Adit masuk ke dalam mobilnya untuk membawa Adit ke sebuah hotel karena Adit berpesan untuk jangan membawa dia ke apartemennya atau ke kediaman mamanya
" Erik lo memang paling setia sama gw, kenapa dia ga bisa kaya lo padahal gw udah serahin semua hati gw buat dia " Adit mulai meracau karena mabuk
setelah diam sejenak Adit mulai berteriak " tapi gw salut sama dia Rik, lo tau ga dia orang pertama yang bisa buat perasaan gw hancur lebur..!! "
" akh... gw benci lo Cindy..!! " Erik hanya bisa diam
" lo tau ga Erik gw cinta banget sama dia dan lo tau Rik bahkan gw hampir saja memutuskan untuk mengakhiri hidup gw Rik, lo tau ga kenapa gw begini lagi sekarang karena mama tadi bahas dia depan gw Rik, hati gw benar-benar sakit Rik " lirih
" anda benar-benar keterlaluan nyonya, anak anda sudah sampai seperti ini anda masih belum menyadari kesalahan anda juga " perasaan iba mulai bersarang di dalam hati Erik
Adit terus saja meluapkan semua perasaan hatinya yang terdalam di hadapan Erik, mungkin karena pengaruh dari alkohol sehingga dia bisa menggungkapkan semuanya, sedangkan Erik hanya bisa terdiam mendengarkan semua curahan hati Adit
" jadi gw minta sama lo kedepannya nanti jangan biarin siapapun bahas dia depan gw "
" saya akan berusaha untuk melakukan semua yang terbaik untuk kamu Dit "
mereka pun sampai di sebuah hotel, Erik segera turun dari mobil untuk memesan sebuah kamar di hotel itu, setelah mendapatkan kunci Erik kembali ke mobil dan memapah Adit menuju ke dalam kamar yang sudah dia pesan, setelah Adit tertidur baru Erik pergi meninggalkan Adit
hari demi hari pun terus berlalu Adit tidak pernah kembali ke kediaman mamanya lagi, dia sudah tinggal di sebuah apartemen baru, dia benar-benar ingin berusaha melupakan Cindy
aku lagi ganti cara penulisan nya kalau begini lebih enak untuk di baca ga tolong masukannya ya ๐คbantu like dan komentar ya teman-teman ๐
terima kasih ๐
maafin ya kalau masih banyak typo maklum masih belajar..
__ADS_1