Zahra Anak Yang Tak Berdosa

Zahra Anak Yang Tak Berdosa
Percobaan Bunuh Diri


__ADS_3

Dengan hati yang sedikit ragu Siska membuka pintu kamar mandi, Siska terkejut melihat melihat Nadin masih memakai pakaian yang sama saat di pesta tadi dan tergeletak di lantai tak sadarkan diri terdapat luka goresan yang cukup dalam di tangan Nadin. Siska langsung berlari ke arah Nadin dan mematikan kran air yang terus mengalir


" Sayang kamu kenapa ? " dengan suara yang bergetar menahan tangisnya


" Pah.. Cepat ke sini pah...!! " Bastian yang baru saja keluar dari dalam kamar langsung berlari begitu mendengar suara teriakan dari istrinya


" Kenapa sayang ? " mata Bastian langsung terbelalak melihat keadaan yang ada di hadapannya


Dengan sigap Bastian langsung membalut tubuh Nadin dengan handuk dan mengangkat tubuh mungil Nadin lalu membawanya ke rumah sakit, sedangkan Siska sudah tak dapat berkata-kata lagi hanya air mata yang terus mengalir menghiasi mata indahnya


Sesampainya di rumah sakit Nadin langsung mendapatkan pertolongan pertama untuk menyelamatkan nyawanya, Siska dan Bastian tetap menanti dengan setia di depan ruang penanganan


" Ini salah aku sayang, kenapa aku bisa ga perhatiin dia tadi di pesta ? " Bastian langsung merengkuh tubuh Siska dengan erat


" Ini bukan salah kamu sayang " dengan lembut


" Harusnya aku ga biarin dia sendirian " lirih


" Sebenarnya apa yang kalian tutupin dari saya ? saya yakin anak ini bukan anak yang lemah tapi kenapa dia bisa begini ? "


Dokter yang menangani Nadin sudah keluar dari ruangan tersebut, Siska dan Bastian langsung menghampiri dokter tersebut


" Gimana keadaan anak saya dok ? "


" Keadaannya sudah baik-baik saja kami sudah menutup lukanya hanya saat ini pasien belum sadarkan diri. Untung saja pasien di bawa tepat waktu, bila telat sedikit saja saya tidak dapat memastikan bagaimana keadaan pasien " Siska langsung membenamkan wajahnya ke dada suaminya dan menangis dengan hebat


" Terima kasih dok "


" Kalau begitu saya permisi dulu " Bastian hanya membalas dengan anggukan kepalanya


Tak selang berapa lama Adit, Liana dan Zahra tiba di rumah sakit hanya David yang tak hadir bersamaan dengan mereka, begitu juga Lena dan Alvian segera menuju ke rumah sakit begitu mendengar kabar dari Bastian


" Gimana keadaannya ? "


" Belum sadar Dit " Adit langsung mengajak Bastian keluar dari ruang rawat dan berjalan menuju ke luar rumah sakit agar dapat berbincang dengan leluasa


" Dia kenapa sebenarnya ? tadi di pesta dia baik-baik aja "


" Gw juga ga tau Dit " merasa bersalah


" Apa gw pantas di sebut papa ? bahkan dia tertimpa masalah apa aja gw ga tau ? bener kata Adit saat tadi gw liat berlumuran darah gw bener-bener takut kehilangan dia "

__ADS_1


" Sabar ya Bas, nanti kita cari tau semuanya. Gw yakin dia anak yang kuat bahkan dia berani ngelawan lo kan ? jadi harusnya dia ga mungkin melakukan itu tanpa alasan yang kuat "


" Saya minta maaf om " Adit dan Bastian secara bersamaan menoleh ke arah suara tersebut, dan di sana sudah hadir Reyhan bersama dengan David


FLASH BACK


Bastian mengemudikan mobilnya dengan sangat cepat, perasaan takut menggelayuti hatinya melihat tangan Nadin yang terus mengeluarkan darah segar. Sedangkan kan Siska terus menangis dengan hebatnya


Bastian langsung menghubungi Alvian memberikan kabar bahwa mereka akan menuju ke rumah sakit karena Nadin melakukan percobaan bunuh diri, Alvian yang panik langsung memberitahukan Lena agar mereka segera meninggalkan pesta tersebut


Hal tersebut terdengar oleh Zahra membuat Zahra dan yang lainnya juga segera meninggalkan pesta tersebut dan menuju ke rumah sakit, tetapi David berkata bahwa dia akan segera menyusul ke rumah sakit. David langsung mencari di mana keberadaan Reyhan


" Gw perlu bicara sama lo " dengan tegas dan melepaskan tatapan membunuhnya. Mereka pun segera keluar dari gedung tersebut


" Lo harus ikut gw ke rumah sakit " Reyhan mengerutkan keningnya


" Ini semua salah gw, gw ga mau pertemanan antara orang tua kalian rusak jadi gw mau selesaikan masalah kalian baik-baik ternyata malah jadi begini. Perempuan itu sekarang ada di rumah sakit, jadi sekarang juga lo harus ikut gw. Kita berdua harus meminta maaf "


" Gw janji gw akan minta maaf tapi ga sekarang, gw harus ada di sini "


Bugh... Sebuah bogem mentah mendarat mulus di pipi Reyhan


Mendengar kata bunuh diri yang terkait akan sebuah kematian membuat tubuh Reyhan mendadak bergetar dengan hebat, bayangan kecelakaan calon istrinya kembali terlintas di dalam benaknya


" Bangun lo " menarik kerah baju Reyhan


" Dengar ya gw ga perduli apapun masalah kalian, gw ga mau istri gw sedih karena perbuatan kalian berdua " menarik Reyhan ke arah mobilnya dan membawa Reyhan ke rumah sakit


" Sorry kalo masalahnya udah sebesar ini, gw ga bisa tutupin lagi. Pasti ga butuh waktu lama papa Adit akan tau juga semuanya, semua rencana gw udah berantakan "


FLASH OFF


" Apa maksud kamu David ? " Bastian menatap tajam ke arah mereka berdua


" Sekali lagi saya minta maaf om, saya yang buat kak Nadin ketemu Reyhan om " Adit dan Bastian semakin bingung di buat oleh ucapan David


" Vid lebih baik kamu jelasin semuanya "


" Vian minta bantuan aku cari tau masalah kak Nadin, waktu aku tau semuanya aku berusaha buat bikin masalah ini di selesaikan secara baik-baik. Ternyata aku salah om, kak Nadin belum bisa "


" Masalah apa ? "

__ADS_1


" Kalo itu sebaiknya Reyhan aja yang cerita om "


" Rey apa maksud David ? " penuh penekanan


" Maaf om, aku juga salah ga bisa menahan diri waktu itu "


Bugh... Sebuah bogem mentah yang cukup kuat mendarat di pipi Reyhan bahkan membuat Reyhan langsung tersungkur, dan bogem mentah tersebut di hadiahkan dari Alvian yang sedari tadi mendengarkan percakapan mereka


" Jadi lo orangnya..!! Lo laki-laki b*jingan yang udah ngancurin kehidupan kakak gw..!! " Bastian dan Adit langsung memegangi tubuh Alvian yang terus saja meronta


Reyhan bangkit dan kembali berdiri dengan benar, entah mengapa hadiah dari Alvian seakan-akan membuat dia tersadar, bahwa hal yang telah mereka lakukan membuat kehidupan seorang gadis menjadi hancur


" Gw memang cari dia untuk minta maaf karena gw tau dia kehilangan harta terpentingnya sebagai wanita, tapi ga pernah terpikir sama gw kalo masalah itu akan menghancurkan dia. Kenapa gw bisa sejahat ini ? "


" Saya minta maaf om, tapi saya janji saya akan bertanggung jawab "


" Bukannya Reyhan ga pernah mau dekat dengan perempuan setelah kejadian itu ya " Bastian dan Adit seakan-akan tak percaya dengan apa yang sudah mereka ketahui


" Tanggung jawab apa ? apa lo pikir kakak gw perempuan yang bisa lo perlakukan sesuka hati lo..!! "


" Vian cukup..!! " mendengar teriakkan dari papanya membuat Alvian terpaksa mengalah dengan amarahnya


" Apa kamu tau dia siapa ? "


" Saya baru tau tadi om pas di pesta "


" Apa kamu lakuin itu dengan sengaja ke dia ? "


" Ga om, waktu itu saya udah berusaha menahan diri, tapi maaf om saya akhirnya kalah "


" Sebaiknya kamu ceritain semuanya kejadiannya sama kami sekarang " Bastian mengucapkan kata-kata itu dengan tegas


Walaupun hati kecil Bastian ingin sekali menghancurkan orang yang kini berada di hadapannya. Tetapi logikanya tetap mengatakan untuk menahan emosinya sejenak, dia harus mengetahui semua tentang kejadian saat itu


Bantu like dan komentar ya teman-teman 😊


Terima kasih 🤗


Kalo bisa berikan vote 🤭


Dukungan dari kalian sangat berarti bagi aku 🤗

__ADS_1


__ADS_2