Zahra Anak Yang Tak Berdosa

Zahra Anak Yang Tak Berdosa
Mengurus Surat Perceraian


__ADS_3

Adit melajukan mobilnya menuju ke arah kantor Bastian karena selain Bastian adalah sepupu Adit, Bastian juga merangkap sebagai pengacaranya Adit, sesampainya di kantor Bastian Adit langsung menuju ke ruangannya


" Bastian ada di dalam ? " Adit bertanya kepada gadis yang sedang duduk di depan ruangan Bastian yang tak lain adalah sekretaris Bastian


" Oh.. Ada pak Adit mari saya antar " sekretaris itu langsung berdiri dari duduknya


" Ga usah saya sendiri aja " dingin


" Baik pak, silahkan " sekretaris itu memberikan tanda silahkan menggunakan tangannya


Tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu Adit langsung masuk ke dalam ruangan itu membuat Bastian sedikit terkejut, karena Bastian sedang melamun memikirkan Cindy, tanpa ada rasa bersalah sedikitpun Adit langsung duduk di kursi depan meja kerja Bastian


" Ga bisa ya ketuk pintu dulu " sinis


Bastian tidak bisa menutupi rasa kekecewaannya kepada orang yang sedang duduk di hadapannya itu, sedangkan Adit tidak menjawab apapun hanya menatap Bastian dengan tajam


" Mau ngapain lo ke sini ? "


" Secepatnya urus surat perceraian gw sama Cindy " dingin


" Lo jangan bercanda Dit..!! ini ga lucu..!! " Bastian sudah menaikkan volume suaranya


" Gw serius, lo urus secepatnya " Adit pun langsung beranjak dari duduknya dan berjalan menuju ke arah pintu lalu berhenti tanpa berbalik sama sekali


" Gw tau lo suka sama dia, lo bisa ambil perempuan itu gw ga butuh perempuan kayak dia " Adit langsung keluar dari ruangan itu


" Dasar b*jingan..!! " Bastian berteriak dari dalam ruangannya sambil melemparkan sebuah pena yang berada di dalam genggamannya


Adit sebenarnya mendengar ucapan Bastian dari balik pintu, tetapi dia tak menghiraukan ucapan tersebut sama sekali. dia tetap memilih meninggalkan kantor Bastian, Adit memutuskan kembali ke dalam apartemennya yang sudah kembali rapi, dia memilih untuk masuk ke dalam kamarnya dan mulai merebahkan tubuhnya


" Kamu jahat banget sayang, padahal kamu udah janji selama kamu bernyawa cuma aku yang ada di hati kamu " lirih


Bayangan tentang Cindy terus menari-nari dalam otak Adit hingga akhirnya dia terlelap, sedangkan Bastian yang tidak tau harus berbuat apa memutuskan untuk datang ke apartemen Rangga, dia harus membicarakan masalah ini dengan Cindy, Bastian langsung beranjak dari kursinya dan menuju ke sana


" Cindy mana Mit ? " tanya Bastian saat pintu di buka oleh Mita


" Ada di dalam kamarnya, masuk dulu biar nanti aku panggilin Cindy "


Mita pun mempersilahkan Bastian masuk dan mengarahkannya ke ruang tamu, lalu dia langsung menuju ke dalam kamar yang sedang di tempati oleh Cindy


Tok.. Tok.. Tok...


" Cindy ada Bastian mau ketemu "

__ADS_1


Tak butuh waktu lama Cindy pun keluar dari dalam kamar, Cindy langsung berjalan menuju ke ruang tamu, sedangkan Mita ke arah dapur untuk menyiapkan minuman baru ikut bergabung di ruang tamu dengan mereka


" Ada apa kak ? " tanya Cindy saat sudah duduk di hadapan Bastian


" Maaf ya Cin, tapi gw harus sampein ini ke lo "


" Adit tadi ke kantor "


Mendengar nama Adit di sebut Cindy langsung menggenggam erat kedua tangannya dan menundukkan kepalanya, apapun yang akan terjadi dia sudah pasrah saat itu


" Dia minta gw buat urus surat perceraian kalian " akhirnya kata-kata itu terlontar dari mulut Bastian walaupun dengan berat hati


Cindy yang mendengar ucapan terakhir Bastian langsung tidak bisa menahan air matanya lagi, Mita yang berada di sebelahnya langsung menggenggam erat kedua tangan Cindy, sedangkan Bastian yang berada di hadapannya ingin sekali rasanya dia memeluk gadis itu


" Maaf ya kak, aku jadi buat masalah ke kakak " lirih


" Baik banget hati lo Cin, di saat seperti ini lo masih memikirkan orang lain. Gw benar-benar menyesal melepas lo buat Adit "


" Kakak buat aja suratnya minta dia tanda tangan biar dia ga cari masalah lagi, tapi aku ga bisa kak aku lagi mengandung anaknya, nanti setelah anak ini lahir aku akan tanda tangan " dengan yakin


" Ya aku ngerti " Bastian lalu meminum teh yang di hidangkan oleh Mita tadi


" Ya udah kalo gitu aku permisi dulu ya " Bastian sudah mulai berdiri, Cindy dan Mita pun ikut berdiri


" Makasih ya kak "


" Cin gw akan bersedia buat peluk lo dan berdiri di samping lo, untuk gantiin laki-laki b*jingan itu "


Bastian mulai melangkahkan kakinya kearah pintu, sedangkan Cindy yang saat itu hatinya sedang porak poranda memutuskan untuk langsung kembali ke dalam kamarnya, hanya Mita yang mengantarkan Bastian sampai ke pintu


" Gw titip dia ya Mit " ucap Bastian saat sudah berada di luar dan Mita hanya menjawab dengan anggukan kepalanya


" Gimana juga gw ngerasa bersalah melepas dia buat Adit " lirih


Mita pun hanya bisa diam mendengarkan ucapan Bastian, selepas kepergian Bastian Mita langsung masuk ke dalam kamarnya dan menghubungi suaminya


Tut..Tut...Tut...


" Halo sayang "


" Sayang barusan Bastian dari sini "


" Ngapain ? " mengerutkan keningnya

__ADS_1


" Adit minta urus surat perceraian mereka "


" Aku ga tau lagi harus gimana aku bingung sayang, Adit memang begitu orangnya dia keras kepala "


" Kamu tau ga sebelum pergi tadi Bastian bilang apa ke aku ? "


" Apa sayang ? "


" Dia minta aku jagain Cindy, katanya dia merasa bersalah melepas Cindy buat Adit " lirih


" Berarti kan kesalahan terbesarnya ada di kita sayang " Mita pun mulai meneteskan air matanya


Mita merasa dialah malam itu yang terus membujuk Rangga untuk menyelamatkan Cindy dari Bastian, lalu Rangga yang menghubungi Adit agar datang, itu lah yang ada dipikiran Mita pada saat itu


" Udah sayang jangan nangis, kita ga pernah tau apa yang akan terjadi di depan ? kita ga bisa saling menyalahkan " Rangga mencoba menenangkan Mita


" Kamu ga bisa berpikir begitu, kita juga ga akan tau apa yang terjadi sama Cindy kalo sampe dia jatuh ke tangan Bastian ? " Mita hanya diam dan suara tangisnya semakin terdengar jelas oleh Rangga


" Sekarang yang terpenting kita bantu Cindy buat jalanin ini semua " dengan yakin


" Ya sayang kamu benar, ya udah aku mau liat Cindy di kamarnya dulu ya "


" Ok " mereka pun memutuskan sambungan teleponnya


Adit yang baru saja terbangun dari tidurnya memilih pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya, lalu dia langsung menuju ke sebuah bar tempat mereka sering berkumpul dulu, tetapi malam itu dia mengirimkan pesan ke teman-temannya bila dia ada disitu tidak seperti semalam


Bagas dan Bastian pun langsung merapat ke tempat itu, hanya Rangga yang tidak hadir di sana bagaimana pun juga dia akan melakukan malam pertamanya yang tertunda


" Gimana suratnya udah lo urus ? " tanya Adit begitu melihat wajah Bastian


" Besok lo ke kantor aja tanda tangan " dingin, Adit pun hanya menjawab dengan anggukkan kepalanya


Mereka menghabiskan malam itu hanya di temani minuman yang mengandung alkohol tanpa ada satu pun wanita duduk di samping mereka, karena saat Bagas sudah melirik ke arah seorang wanita


" Gw ga mau ada cewe disini " dingin


Bagas pun hanya bisa diam dan mengikuti kemauan sahabatnya itu, berbeda dengan Bastian entah mengapa dia memang tidak ingin di dekati oleh wanita saat itu dia hanya selalu memikirkan Cindy


Bantu like dan komentar ya teman-teman 😊


Terima kasih 😊


Maaf kalau masih banyak typo maklum masih belajar

__ADS_1


__ADS_2