Zahra Anak Yang Tak Berdosa

Zahra Anak Yang Tak Berdosa
Pertemuan Kembali


__ADS_3

Adit mulai melajukan mobilnya ke arah kantor Bastian, dia benar-benar butuh seseorang untuk di ajak bicara saat ini. Yang ada di dalam pikiran Adit saat itu adalah mungkin Bastian dapat memberikan dia sebuah saran, Adit kini sudah berada tepat di depan meja sekertaris Bastian


" Bastian ada mbak ? "


" Ada pak di dalam, mari saya antar " sekertaris Bastian sudah dalam keadaan berdiri


" Ga usah mbak, saya sendiri aja "


" Silahkan pak " ucap sekretaris itu dengan sopan sambil menundukkan sedikit kepalanya tanda memberikan hormat


Adit pun meninggalkan meja sekretaris Bastian dan mulai membuka pintu kantor Bastian tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu


" Bas.. "


" Akh.. Kebiasaan lo ga pernah ketuk pintu dulu bikin kaget aja "


Adit terus melangkahkan kakinya ke arah bangku di depan meja kerja Bastian, tanpa menghiraukan protes dari seorang Bastian dan dia pun mulai mendudukkan dirinya di sana


" Kenapa lo ? " Bastian pun memilih untuk menghentikan semua aktivitasnya


" Bingung gw Bas "


" Kenapa lagi sih ? "


" Gw harus gimana ya ? "


Bastian hanya mengerutkan keningnya, dia sendiri masih bingung dengan arah omongan Adit


" Gw udah tau permintaan terakhir Cindy "


Mendengar ucapan dari Adit sontak saja membuat Bastian pun menjadi tertawa terbahak-bahak, ditambah lagi dengan melihat ekspresi wajah Adit. Bastian tidak menyangka hal seperti itu bisa membuat seorang Adit tampak seperti orang b*doh


" Hmm... "


" Ya ampun.. Gw kira perusahaan lo bangkrut sampe bisa bikin muka lo kayak orang b*go gitu " Bastian pun kembali tertawa


Adit mulai menunjukkan wajah tidak sukanya terhadap ejekan Bastian, dia pun sudah mulai hendak bangkit dari duduknya, dia merasa sia-sia untuk datang ke Bastian meminta saran


" Udah lah gw cabut aja, percuma juga gw ke sini "


" Sorry... Sorry Dit, abis lo jadi kayak orang b*go gitu cuma mikirin hal itu doang " Bastian pun menghentikan tawanya


" Kenapa dia harus minta itu ya dari gw ? "


" Jawabannya gampang kok Dit " Adit hanya mengerutkan keningnya tanda meminta penjelasan


" Dia cuma mau lo dan anak lo ada yang jaga, dan yang pasti dia percaya mbak Liana perempuan yang baik untuk jaga Zahra "


" Kenapa jawaban dia sama dengan Mita, apa iya gw harus lakuin ini semua. Tapi apa gw bisa terima perempuan lain ? "


" Gw takut Bas "

__ADS_1


" Sejak kapan seorang Aditya Pratama takut sesuatu ? " Bastian memberikan senyuman mengejeknya


" Ini nikah Bas, bukan main-main "


Bastian pun mulai memasang wajah serius, dia harus mulai memberikan Adit sebuah pengertian. Bastian tak ingin Adit melakukan kesalahan lagi dalam kehidupannya


" Gw tau kok perasaan lo Dit, tapi lo harus belajar buat terima kenyataan "


" Lo kan tau Bas sifat gw, gw takut nanti gw nyakitin dia. Nanti gimana nasib anak gw ? " lirih


" Ya udah rubah dong sifat lo, mau sampe kapan lo selalu kalah sama ego lo ?. Lo juga harus ingat sekarang udah ada Zahra yang harus lo pikirin juga perasaannya "


" Gw ga tau Bas "


" Lagian juga masalah utamanya sekarang, apa perempuan itu mau nikah sama lo ? "


" Ya gw udah tau semuanya, tapi gw juga belum siap Bas "


" Walaupun itu buat anak lo dan permintaan terakhir dari Cindy ? " Adit hanya bisa terdiam


" S*al... Kenapa jawaban mereka harus sama terus sih ? "


" Gw cuma ingetin lo aja Dit, jangan kecewain Cindy dengan membuat buah hatinya bersedih. Lo harus bisa dapatin dia dengan cara baik "


Mereka berdua pun sempat sama-sama terdiam, hingga keheningan terpecahkan oleh suara panggilan dari ponsel Adit. Adit sempat melihat ke arah ponselnya dan mengacuhkan panggilan tersebut, sedangkan Bastian sempat melirik ke arah ponsel Adit yang tergeletak di atas meja kerja Bastian


" Lo masih marah sama mereka ? "


" Tapi jangan gitu juga Dit, gimana juga itu keluarga lo "


" Gw tau tapi mereka udah keterlaluan Bas, jadi saat ini gw ga bisa "


" Gw ngerti Dit, Tante Linda memang udah keterlaluan. Jadi buat sekali ini gw ga akan paksa lo "


" Ya udah gimana baiknya aja menurut lo, sebagai sahabat gw akan selalu dukung lo "


" Ya udah gw balik dulu ya " Adit mulai beranjak dari duduknya


" Gw cuma mau kasih satu nasihat sama lo Dit, pikirin yang terbaik untuk anak lo. Jangan sampe lo nyesel lagi "


Adit hanya membalas dengan senyuman getir, lalu dia mulai melangkahkan kakinya keluar dari kantor Bastian, Adit pun langsung kembali ke kantornya dan memanggil Erik ke dalam ruangannya


" Rik siapin semuanya yang terbaik, gw mau anak gw dapat yang terbaik "


" Baik pak "


" Gw mau jemput anak gw, dan gw minta sama lo jaga mereka baik-baik sekarang. Kalo perlu lo harus lindungi mereka dengan nyawa lo "


" Sekali ini saya janji Dit, saya akan lindungi mereka dari apapun dengan baik "


" Baik pak "

__ADS_1


" Gw ga mau kejadian kemarin ke ulang lagi, dan sekali ini gw akan limpahkan kesalahannya ke lo. Kalo mereka berani sentuh keluarga gw lagi "


" Baik pak.. Saya akan lakukan yang terbaik "


" Ok.. Lo boleh keluar "


Erik hanya menganggukkan kepalanya sedikit tanda memberi hormat, dan mulai keluar dari ruang kerja Adit


" Aku janji akan lakukan apapun untuk jaga anak kita sayang, dan aku berusaha untuk jaga mereka berdua. Walaupun mungkin selamanya dia tetap ga akan pernah bisa gantikan kamu di hati aku "


Hari demi hari pun terus berlalu dengan bantuan dari Erik kini Adit sudah mendapatkan sebuah rumah yang sangat mewah, dia sudah merencanakan semuanya dengan sangat baik untuk masa depan buah hatinya. Hanya itu yang dapat terpikir olehnya untuk menebus semua kesalahannya selama ini


Adit sudah menghubungi Liana untuk membawa Zahra datang ke kota, dengan alasan akan membawa buah hatinya berlibur ke sebuah pulau. Adit sudah mengirimkan sebuah mobil untuk menjemput mereka berdua


Sedangkan nan jauh di perkampungan sana ada seorang malaikat kecil yang sangat berbahagia, karena dia akan bertemu dengan ayahnya dan tetap berada di sisi bundanya


Mereka berdua kini sudah berada di dalam sebuah mobil mewah yang sengaja dikirimkan Adit untuk menjemput malaikat kecil penyemangat hidupnya, Adit hanya ingin buah hatinya merasa nyaman saat di perjalanan yang cukup jauh tersebut


Gadis kecil terus saja tersenyum bahagia selama perjalanan ke arah kota, hingga akhirnya gadis kecil itu pun terlelap dalam tidurnya. Sedangkan Liana hanya bisa tersenyum saat gadis kecil kesayangannya itu bahagia, walaupun jauh di dalam lubuk hatinya dia sedang merasa cemas


" Ga apa kok sayang, bunda akan selalu bahagia asalkan kamu bahagia, maafin bunda ya sayang mungkin ini terakhir kalinya kamu bisa tidur di pangkuan bunda "


Liana mengelus rambut gadis kecil itu dengan sangat lembut, gadis kecil itu sedang terlelap di atas pahanya sebagai alas kepalanya


Sedangkan Adit sedang berusaha untuk mendapatkan Liana demi Zahra, dia benar-benar ingin malaikat kecilnya itu bahagia selamanya. Walaupun mungkin harus mengalahkan rasa cintanya terhadap Cindy


Adit akan berusaha agar Liana bersedia berada di samping Zahra dengan cara apapun, sesuai dengan permintaan terakhir Cindy


Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama mereka berdua akhirnya tiba di depan gedung kantor Adit, mereka pun turun dari mobil dan Liana menggenggam tangan gadis kecil itu. Adit sudah menghubungi Liana untuk langsung ke ruangan nya karena dia sedang berada di luar kantor


Liana dan Zahra sudah berada di depan lift untuk menuju ke lantai yang sudah di katakan oleh Adit


" Liana "


Mendengar namanya di sebut Liana pun menolehkan kepalanya, dan sontak saja membuat kedua mata Liana menjadi terbelalak melihat siapakah gerangan orang yang telah memanggilnya, dan orang itu melangkahkan kakinya mendekati Liana sedangkan Liana seperti tak memiliki tenaga untuk pergi menjauh


" Apa kabar Ana ? "


" Baik kak "


" Aku pikir tadi aku salah liat, ternyata ga. Aku seneng banget bisa liat kamu "


Tanpa memperdulikan keadaan di sekelilingnya, orang itu langsung memeluk tubuh Liana dan sekali lagi Liana seperti tak memiliki tenaga untuk menolak, mereka berdua saling larut dalam pemikiran mereka masing-masing


" Ya Tuhan dunia mu sangat luas, kenapa harus ada dia di sini. Tunggu apa jangan-jangan ini Surya Abadi "


" Ya Tuhan terima kasih, setelah sekian lama akhirnya aku bisa memeluk kembali tubuh ini "


Bantu like dan komentar ya teman-teman 😊


Terima kasih

__ADS_1


Maaf ya kalo banyak typo maklum masih belajar 😉


__ADS_2