
Mereka bertiga pun sudah seperti keluarga kecil bahagia, mereka memulai hari dengan sarapan bersama. Hari ini Adit memutuskan untuk tidak pergi ke kantor, dia ingin menghabiskan waktunya bersama malaikat kecilnya
Adit dan Zahra sedang berada di ruang keluarga menonton sebuah acara yang khusus untuk anak-anak. Sedangkan Liana memilih untuk masuk ke dalam kamar dan menghubungi mamanya, dia mengabari bila Adit akan datang ke kediaman mamanya esok hari
" Permisi pak, ada ibu Linda sama ibu Imel mau ketemu bapak katanya. Saya suruh tunggu di ruang tamu pak " ucap salah seorang pelayan di kediaman Adit
" Mereka memang hebat, cepat banget langsung tau rumah gw "
" Kamu tunggu di sini sayang, ayah mau ke depan sebentar " Ara hanya menjawab dengan anggukan kepalanya
Adit mulai bangkit dari duduknya dan melangkahkan kakinya menuju ke ruang tamu untuk menemui mamanya. Adit pun sudah mulai terbakar oleh emosinya, Adit hanya berpikir mereka akan menghancurkan kembali rumah tangganya
" Kalian mau apa ? " Adit to the point saat mulai mendudukkan dirinya
" Dit kakak sama mama ke sini cuma mau ketemu sama anak kamu Dit "
" Buat apa ? apa kalian udah susun rencana lagi ? " Adit menatap mereka berdua dengan tajam
Mama Linda langsung beranjak dari duduknya dan melangkahkan kakinya ke arah Adit, dia hanya bisa berharap Adit dapat melunakkan sedikit perasaannya
" Tolong maafin mama Dit, mama cuma mau ketemu anak kamu Dit. Bagaimana pun juga dia cucu mama Dit "
Mereka semua yang berada di dalam ruangan itu tidak ada yang sadar, bila ada seorang gadis kecil yang penasaran dan sedang melihat mereka dari kejauhan dengan perasaan bahagia
" Berarti itu nenek aku juga ya, aku sekarang punya dua nenek "
" Kalian mau apa sebenarnya.. !! Apa kalian mau hancurkan lagi keluarga saya.. !! "
Mama Linda mulai meneteskan air matanya, Imel pun menjadi tak tega melihat keadaan mamanya karena penolakan dari Adit, Imel mulai berjalan mendekati mamanya
" Dit kakak tau mama sama kakak memang salah, tapi kamu ga boleh gini, mama orang yang udah melahirkan kamu " Imel mulai memeluk mamanya
" Ya sekaligus orang yang udah hancurkan kehidupan anaknya sendiri..!! " teriak Adit
Mama Linda dan Imel hanya bisa terdiam mendengar semua ucapan Adit, mereka sadar betul dengan kesalahan yang telah mereka perbuat
" Bunda..!! " Zahra berteriak dengan histeris melihat kelakuan ayahnya
Yang Zahra tau hanya ayahnya sedang menyakiti perasaan orang lain hingga menangis, dan itu adalah hal yang di larang oleh seorang Liana. Teriakan dari Zahra membuat semua yang berada di berada di ruangan itu menoleh ke arahnya
" Apa itu cucu yang udah aku sakiti "
__ADS_1
Sedangkan Liana yang sedang berada di dalam kamar begitu mendengar teriakkan gadis kecil kesayangannya, langsung berlari kecil keluar dari dalam kamar. Begitu juga Adit langsung berlari kecil menghampiri Zahra
Sedangkan Zahra yang melihat Adit mendekatinya langsung berlari ke arah Liana, dan langsung meminta di gendong oleh bundanya, Adit pun menghampiri mereka
" Ara kenapa sayang ? jangan bikin ayah takut sayang "
Adit berdiri tepat di hadapan wajah Zahra, gadis kecil itu membuang wajahnya ke arah yang berlawanan. Adit pun berputar agar gadis kecil itu mau menatapnya, dan Zahra melakukan hal yang sama lagi
" Ara kenapa sayang ? " ucap Liana dengan lembut, Zahra pun mulai menatap wajah bundanya dengan wajah sendu
" Ayah jahat bunda " lirih dan Adit hanya bisa mengerutkan keningnya, sedangkan Liana menatap Adit dengan tajam seperti meminta sebuah penjelasan
" Aku ga tau, aku ga mungkin jahat ke Ara "
" Ayah jahat apa sayang " Liana kembali menatap wajah gadis kecil itu
" Masa ayah marah sama nenek bunda, nenek sampe nangis "
Adit tak bisa berkata apapun dengan alasan yang di berikan oleh malaikat kecilnya itu, sedangkan mama Linda terjatuh duduk di lantai mendengar ucapan gadis kecil itu
" Ya Tuhan tolong ampuni dosa hamba mu ini, bagaimana mungkin hamba bisa menyakiti malaikat kecil itu "
" Maaf " Adit hanya bisa menundukkan kepalanya, Adit benar-benar sudah seperti orang yang berbeda saat ini bila di hadapan Zahra dan Liana
Liana mulai melangkahkan kakinya ke arah mama Linda masih dengan posisi menggendong Zahra, sedangkan Adit hanya bisa mengekor di belakang mereka, Liana mulai menurunkan Zahra saat tepat di hadapan mama Linda
" Ayo sayang bunda ajarin apa ke kamu kalo ketemu sama orang yang lebih tua "
Gadis kecil itu pun mengambil tangan mama Linda dan menciumnya, mama Linda benar-benar merasakan haru di dalam hatinya dan langsung memeluk gadis kecil itu
" Maafin saya ya " ucap mama Linda terputus-putus tertahan oleh tangisannya
" Nenek jangan nangis lagi ya, nanti Ara suruh bunda marahin ayah kalo ayah jahat sama nenek lagi "
Mama Linda pun melepaskan pelukannya dan menatap gadis kecil itu dengan lembut lalu mencium pipi gadis kecil itu
" Ayah kamu ga salah kok sayang, nenek yang banyak salah " mama Linda pun kembali memeluk gadis kecil itu
" Mari bu duduk dulu " Liana mencoba membantu mama Linda agar bangkit
Cukup lama mereka semua saling berdiam diri di ruangan itu, hanya mama Linda yang terus menatap ke arah gadis kecil itu sambil mencoba mengendalikan tangisannya. Sedangkan Zahra masih enggan untuk berdekatan dengan Adit
__ADS_1
" Apa kamu yang urus keponakan saya selama ini ? "
" Iya mbak, perkenalan nama saya Liana "
" Terima kasih sudah menjaga keponakan saya dengan baik selama ini "
" Sama-sama mbak "
" Kalo kamu butuh apapun kamu bisa hubungi saya, saya ga bermaksud apapun saya hanya ingin menunjukkan rasa terima kasih saya "
" Ga perlu kok mbak, saya sangat bersyukur bisa mengurus Zahra "
" Ya lah ga perlu, ngapain juga calon istri aku harus minta sesuatu dari orang lain " ucap Adit dengan tegas
Ucapan dari Adit membuat mama Linda dan Imelda langsung menatap ke arahnya, sedangkan Liana hanya bisa menundukkan kepalanya menahan rasa malu
Mama Linda langsung berdiri dan menghampiri Liana lalu memeluk tubuh Liana dengan erat
" Terima kasih.. Terima kasih sudah menjaga cucu saya dengan baik, dan saya mohon tolong jaga Adit dan cucu saya dengan baik "
" Seandainya mama dulu bisa seperti itu ke Cindy, mungkin aku akan sangat bahagia mah saat ini "
" Baik bu "
Mama Linda mulai melepaskan pelukannya dan mulai kembali mendudukkan dirinya di atas sofa
" Mama minta maaf ya Dit sama kamu "
Adit hanya terdiam dia sungguh tak tau harus menjawab apa. Hanya tersirat kesedihan di wajahnya, jauh di dalam lubuk hatinya dia sungguh tak ingin memaafkan mamanya
Sedangkan Liana tak dapat berbuat apapun, dia sungguh tak punya kuasa untuk memaksa Adit. Hanya Zahra yang tiba-tiba bangkit dari duduknya dan berjalan mendekati Adit lalu memegang tangan Adit
" Ayah kata bunda kalo ada orang yang meminta maaf, kita harus mau maafin. Kan Tuhan aja maha pemaaf " Adit langsung memeluk tubuh gadis kecil itu, dia seperti meminta sebuah kekuatan dari gadis kecil itu
" Ayah akan selalu ikuti semua kemauan kamu sayang " Adit pun melepaskan pelukannya dan mencium pipi gadis kecil itu
bantu like dan komentar ya teman-teman 😊
terima kasih 😉
maafin ya kalau masih banyak typo maklum masih belajar ðŸ¤
__ADS_1