
" maaf apa Cindy nya ada ? " ucap Mita
" aduh aku harus gimana ini ? " ucap Liana dalam hatinya
" ehm.. Cindy mana ya ? " jawab Liana gugup
Rangga langsung menyadari keanehan Liana sedangkan Mita malah bersedih
" apa info dari papa salah ya ? " ucap Mita dalam hatinya
" maaf mbak kami sudah dapat info kalau Cindy ada disini, bisa mbak tolong tanya ke Cindy apa dia bersedia bertemu Mita dan Rangga ? " ucap Rangga dengan sopan tapi penuh penekanan
" maaf kalau gitu tunggu sebentar " ucap Liana dan dia pun ke dalam kamar Cindy
tok.. tok.. tok..
" Cindy.. " ucap Liana dan Cindy pun membuka pintu
" ya mbak ada apa ? " ucap Cindy
" di luar ada Mita sama Rangga, mbak harus gimana ? " tanya Liana sudah bingung
" ya mbak ga apa, pasti mereka udah dapat info kalau aku ada disini " jawab Cindy tersenyum
" ya udah kalau gitu kamu temui mereka ya " ucap Liana dan Cindy pun mengangguk
Cindy pun mulai berjalan ke arah luar dengan perasaan bahagia dan sedih yang dia rasakan sekaligus
" hai " sapa Cindy saat sudah di pintu sambil tersenyum
Mita dan Rangga sama-sama terdiam melihat akhirnya mereka bisa menemukan Cindy, sudah dengan perut yang sangat besar, Cindy membuka gerbang dan Mita langsung menghamburkan dirinya memeluk Cindy
" kamu jahat Cin " ucap Mita sudah mulai meneteskan air matanya
" maaf, ya udah masuk dulu yuk " jawab Cindy
Mita pun mulai melepaskan pelukannya, mereka berdua pun mengekor Cindy menuju ke ruang tamu, tak lama datang lah Liana membawakan minuman
" minum dulu, maaf ya tadi saya cuma bingung harus berbuat apa " ucap Liana
" ya mbak gpp, kami mengerti " jawab Rangga kalau Mita masih terdiam memandangi sahabatnya dengan air matanya yang terus mengalir
" oh ya kenalin ini namanya mbak Ana, mbak Ana ini yang selama ini bantu dan jaga aku " ucap Cindy, dan mereka pun saling berjabat tangan dan memperkenalkan diri
__ADS_1
" ya sudah dilanjutkan obrolannya, saya ke belakang dulu " ucap Liana, lalu dia meninggalkan mereka bertiga, Liana mengerti pasti mereka butuh waktu untuk berbincang
" makasih ya mbak " jawab mereka bertiga
" hebat kamu Mit bisa tau aku di sini, hehe.. " ucap Cindy agar sahabatnya itu berhenti menangis
" kamu ga tau si untuk cari informasi tentang kamu, aku jatuhin harga diri aku tau " jawab Mita
" maksudnya ? " tanya Cindy bingung
" ya aku terpaksa temuin papa aku buat cari kamu " jawab Mita
" maaf ya Mit " jawab Cindy lirih
" kamu ga perlu minta maaf Cin, harusnya kami yang terima kasih ke kamu " ucap Rangga dan Cindy pun makin bingung
akhirnya Mita menjelaskan semua nya kepada Cindy, apa saja yang sudah dia dan Rangga lalui selama Cindy pergi
" wah selamat ya, aku ikut senang loch dengar nya " ucap Cindy sambil memeluk sahabatnya
" makasih ya " jawab Mita
" terus bagaimana kabar yang lain " ucap Cindy, Mita pun bersemangat menceritakan tentang Bagas dan Bastian yang sudah menikah
" tapi ga semua sudah nikah Cin " ucap Rangga, Cindy hanya diam dan mengerutkan keningnya
" Adit belum menikah lagi " jelas Rangga
" tapi waktu itu aku ada di sana kak " jawab Cindy
" ya Adit membatalkan pernikahannya " jawab Rangga dengan yakin
" kenapa kak ? " tanya Cindy dengan serius, bagaimana mungkin acara yang sudah tersusun rapi seperti itu bisa di batalkan begitu saja
" ya mungkin dia masih cinta sama kamu " ledek Mita berhasil membuat Cindy bersedih
" ga mungkin lah Mit, kan kamu tau sendiri aku sekarang sudah kotor, lagi pula Adit sudah minta urus perceraian kami " jawab Cindy lirih
" tapi mungkin aja Cin, alasan dia membatalkan pernikahannya karena belum bisa lupain kamu, setau aku bahkan dia masih kirim kamu uang setiap bulan, berarti kan kamu masih ada di hati dia " jelas Rangga tidak ingin melihat Cindy bersedih
" aku ga tau kak, aku ga pernah pakai sama sekali uang itu, aku mohon kalian harus janji jangan pernah kasih tau Adit aku ada disini " jawab Cindy menundukkan kepalanya
Rangga dan Mita pun mengerti posisi Cindy, mereka berjanji untuk tidak memberitahukan kepada Adit, padahal semua sahabat Adit sudah tidak akan mengungkit nama Cindy bila di depan Adit, cukup Bastian yang menjadi korban pikir mereka
__ADS_1
" udah akh.. kita ga sah bahas yang sedih-sedih, aku senang banget bisa ketemu kamu " ucap Mita mengalihkan omongan
" gimana kabar ponakan aunty ni " ucap Mita sambil mengelus perut Cindy
" kalau menurut perkiraan si tinggal menunggu hari aja Mit " jawab Cindy sambil tersenyum
memang hanya anak yang ada di dalam kandungan nya itu yang selalu bisa membuat Cindy melupakan semua kesedihannya, dia selalu mengatakan pada dirinya sendiri untuk bertahan
" sudah tau belum jenis kelaminnya ? " tanya Mita bersemangat dan Cindy pun mengangguk
" perempuan Mit " jawab Cindy
" wah pasti akan cantik seperti mamanya ya " ucap Mita mereka pun semua tersenyum
" sayang boleh ga aku sementara disini dulu ? " tanya Mita ke Rangga dia pun mengangguk
Rangga berusaha mengerti bagaimana perjuangan Mita mencari Cindy, sampai bahkan nekat menemui papanya walaupun itu menjadi awal ke bahagian mereka
mereka terus berbincang seperti tidak ada habisnya yang mereka bicarakan, tanpa terasa hari sudah menjelang malam dan Liana sudah menyiapkan makan malam untuk semuanya
" ayo... kita makan malam dulu " ucap Liana saat di depan mereka
" aduh.. jadi ngerepotin mbak " jawab Mita
" ga kok, saya senang malah kalian bisa menghibur Cindy " ucap Liana tersenyum tulus
mereka semua mulai makan malam termasuk mamanya Liana, Cindy juga meminta izin ke Liana sementara Mita akan tinggal disitu, Liana pun mengizinkan bahkan dia menawarkan Rangga untuk menginap dulu semalam tapi Rangga menolak dengan sopan
jam sudah menunjukkan pukul 9 malam, Rangga pun berpamitan ke semua untuk kembali ke kota, Mita mengantarkan suaminya ke mobil
" kamu baik-baik ya di sini sayang kalau ada apa-apa, kamu langsung hubungi aku " ucap Rangga sebelum masuk ke dalam mobilnya
" ya sayang, maaf ya aku tinggalin kamu sementara aku mau ada di samping Cindy saat dia melahirkan " jawab Mita
" aku ngerti kok sayang, ya udah aku pulang dulu ya " ucap Rangga sambil mencium kening Mita
Rangga pun kembali menempuh perjalanan yang cukup jauh sendirian, tapi dia berusaha mengerti itu adalah keinginan terbesar Mita, apapun akan Rangga lakukan asalkan Mita bahagia
malam pun semakin larut semua orang di rumah Liana sudah masuk ke kamar masing-masing, dan Mita memilih untuk tidur di kamar Cindy walaupun sudah di siapkan kamar untuknya
bantu like dan komentar ya teman-teman 😊
terima kasih 😊
__ADS_1
maafin ya kalau masih banyak typo maklum masih belajar..