Aku Madu Sahabat Mama

Aku Madu Sahabat Mama
Drama


__ADS_3

Salah satu ruangan VIP di sebuah restoran terasa begitu senyap, padahal di dalam nya ada sekitar enam orang yang tengah terlibat perdebatan.


Jika tadi ruangan itu masih terdengar satu dua suara dari orang yang ada di sana tapi saat ini semua terdiam, pandangan mereka tertuju pada satu orang yang beberapa detik yang lalu menanyakan tentang apa arti hadirnya dalam hidupnya wanita yang sudah lebih dari dua puluh tahun bersama itu.


Wanita yang tak lain adalah istri dari pria yang sedang dilanda emosi melontarkan kata tanya yang hanya bisa di jawab oleh Agatha, ibu dari seseorang yang tengah berdiri di samping Papa nya tersebut.


""Apa kamu sudah tidak menganggap ku suami mu lagi?"


Duuaar.....


Pertanyaan itu sungguh menghujam jantung Agatha yang langsung berdiri dari tempat duduknya, dia pun menghampiri suaminya lalu memeluk erat tubuh laki-laki yang sangat di cintai nya itu.


"Maafkan Mama Pa!" ucapnya sambil memeluk Geffrey yang diam tanpa membalas pelukan istrinya.


Cukup lama mereka terdiam, hingga suara ponsel milik Maria berdering membelah keheningan di sana.


"Hallo, Vin" jawab Maria yang menerima panggilan dari putra nya tersebut.


"Aku lagi di jalan dan terjebak macet jadi kalian bisa makan terlebih dahulu tak perlu menunggu ku!" kata Kelvin.


"Tidak apa Vin, lagian ini masih belum masuk jam makan malam" tolak nya.


"Baiklah terserah kalian saja, aku mungkin datang sedikit terlambat!" katanya lagi


"Hati-hati jangan ngebut bawa mobil nya" jawab Maria memperingati


"Bagaimana mau ngebut Ma, ini depan belakang penuh semua" gerutunya


"iya sudah pokok nya hati-hati, mama tutup telepon nya"


"Kenapa?" tanya Albert pada istrinya.


"Kelvin terjebak macet jadi dia akan datang terlambat" jawab nya.


"Untung saja tadi Papa cepet sadar kalo gak kita tadi yang akan menyebabkan kemacetan" celpos Diana


"Apa maksudmu sayang?" tanya Agatha yang masih memeluk suaminya itu.

__ADS_1


"Tanyakan saja pada orang yang ini!" kata nya sambil menunjuk Papa nya.


"Nona kalau sudah saya pulang dulu ya?" pamit Jennifer yang dari tadi hanya diam tanpa kata.


"Pulang lah, terima kasih kamu sudah mengantar barang-barang saya, tadi aku buru-buru pergi mengejar orang yang kehilangan istrinya!" jawab Diana lengkap dengan sindiran nya. Jennifer keluar dari sana setelah berpamitan pada semua orang yang ada di sana


"Jelaskan apa yang sebenarnya terjadi grey"


"Kau pikirkan saja sendiri Al, kau juga seorang suami sana seperti ku bukan,?" kata Grey sambil melirik tajam ke arah sepasang suami istri.


Albert yang mendapat lirikan pun menyadari akan kesalahan nya itu, lalu menjawab sebuah kata yang semakin menyudutkan Agatha yang keberadaannya tidak di anggap sama kali oleh suami nya.


"Agatha yang menyuruh ku untuk tidak memberitahu padamu jika dia bersama denganku" jawab nya.


Agatha geleng kepala di sana sambil menatap suaminya yang bersitegang dengan sahabat sekaligus calon besan nya itu, sedangkan Diana kini di duduk di samping kedua orang tuanya yang seperti ada jarak pemisah di antara keduanya.


"Pa, papa sudah dong jangan marah lagi, Mama ngaku mama salah udah bukan papa cemas sama Mama, lagian juga Papa bisa-bisanya ninggal in Mama sama mereka berdua" entah itu harus di sebuah rayuan tau rengekan putus asa tapi itu wanita mereka akan selalu mencari pembenaran atas apa yang di lakukan nya bukan.


"Belum cukupkah drama kali ini, hentikan akting mu itu pa!" kata Diana


"Apa maksud kalian, jangan bilang kalau kalian hanya iseng mengerjai kami ya?" kata Albert sedikit membentak.


"Astaga jadi kamu hanya pura-pura saja, kamu benar-benar tega Grey, lihat make up calon besan ku hampir luntur karena air mata"


"CALON BESAN"


Teriak dua orang yang sama-sama kaget mendengar ucapan Maria, yang satu duduk di sebelah tengah duduk di samping Geffrey dengan Agatha yang masih ada di pelukan suaminya.


Sedangkan yang satu lagi berdiri di tengah pintu yang telah dia buka dan orang itu adalah Kelvin Hamilton, orang yang tengah mereka tunggu kedatangan nya dan juga dia adalah putra keduanya Albert dan Maria.


Dia datang masih dengan jas mahal yang membalut tubuhnya, jam kantor memang sudah berakhir dari tadi tapi dia masih ada sedikit keperluan yang harus dia selesai hari ini juga, dan satu lagi dia terjebak macet juga tadi.


"Apa maksud Mama?" tanya Kelvin lalu melangkah ke arah di mana Mama nya tengah duduk di sana, tak lupa juga pintu sudah di tutup oleh nya agar percakapan mereka tidak bisa di dengar oleh orang lain.


"Kamu sudah sampai Vin, sini sayang duduk di samping mama!" kata Maria pada anak nya.


Kelvin pun tanpa menjawab langsung duduk di tempat yang tadi di tunjukan oleh Mama Maria, dan tempat itu berhadapan langsung dengan Diana yang menatap nya penuh tanya, sedangkan Kelvin dia hanya mengangkat bahunya tanda bahwa dia juga tidak mengerti.

__ADS_1


"halo Om, Tante" sapa nya, yang di angguki oleh


"Kamu juga di sini Di,?"


"Iya Vin, kamu apa kabar?"


"Aku ya seperti ini, jadi korban perusahaan!" jawab nya sambil melirik Papa nya yang seakan tidak mendengar apa yang dia ucapkan.


"Kamu sendiri apa kabar? lama kita gak jalan bareng ya?" kata nya,


Keakraban mereka di saksikan oleh ke empat orang yang ada di sana pun semakin yakin dengan keputusan mereka untuk menjodohkan kedua nya.


"Iya, ku pikir kamu sedang sibuk dengan pacar kamu jadi gak perlu ngajak aku nonton!" jawab Diana sambil cemberut.


"Iihhh manis kali kalau cemberut gini jadi gemes" Kelvin pun dengan reflek baik nya mencubit pipi Diana yang langsung mendapat pukulan lembut dari pemilik pipi.


"Sakit!"


"Uluh-uluh" kata Kelvin yang malah menggunakan kedua tangan nya untuk mencubit kedua pipi tersebut.


"Bagaimana Grey jadi kita besanan kan?" tanya Albert tiba-tiba membuat dua orang yang tengah melepas rindu itu pun menoleh ke arahnya.


"Tentu saja, kau lihat sendiri bukan kalau kedua nya sama-sama tertarik satu sama lain!"


"Benar mungkin mereka tidak berani mengatakan pada kita orang tuanya, !"


"Atau mungkin juga kalian telah berpacaran di belakang kami semua?" tanya Agatha yang terdiam dari tadi.


"Mungkin itu semua benar ada nya atau mungkin sudah lebih dari itu?" Maria pun menimpali


"Ya melihat apa yang di lakukan sangat intim sekali padahal ada kita berempat di sini!"


"Bisa di bayangkan apa yang telah anak mu itu lakukan pada putri ku, sungguh dia mewarisi sifat muda mu Al!" tuduh Agatha


"Aku lagi yang kena!" jawab Albert


"Lalu siapa yang di tiru kalau bukan kau ayah nya?"

__ADS_1


"Apa mungkin dia bukan anak mu Al?" kata Agatha yang semakin keluar dari jalur yang seharusnya.


__ADS_2