Aku Madu Sahabat Mama

Aku Madu Sahabat Mama
Kepergok


__ADS_3

"Ups, sorry kalian bisa lanjutkan lagi, kami keluar dulu, ayo Ri kita jangan menganggu kegiatan mereka,"


Mereka berdua menoleh kearah pintu yang ada di belakang mereka, sontak mereka membulatkan mata saat tahu siapa yang datang.


"Mama"


"Mama"


Sial sekali nasib mereka, bisa-bisa kepergok dalam keadaan yang tidak menguntungkan sama sekali bisa-bisa mereka semakin yakin dengan rencana perjodohan mereka.


Diana mendorong kelvin yang tengah berada di atas nya lalu berdiri merapikan bajunya.


"Kenapa tidak kamu kunci pintunya, sialan?" ucapnya sambil berbisik


Kelvin tidak menjawab dia hanya menggaruk kepalanya, dia juga salah tingkah, niat nya yang menjahili Diana malah di saksikan langsung oleh orang tua mereka.


"Mama, Tante, silakan masuk, kenapa berdiri di sana?" tanya Diana, dia berusaha setenang mungkin menutupi kegugupannya.


Maria berjalan ke arah mereka di ikuti oleh Agatha di belakang nya, di sempat terpaku di tempatnya saat melihat kelakuan anak nya itu, benar-benar copy-an Albert. batin nya.


"Aaaauuuui, sakit maaaĆ !" teriak kelvin saat Maria berada di dekat nya dengan tangan yang bertengger manis di pinggang nya.


Sedangkan dua orang yang menyaksikan itu pun di buat melongo saat tahu bahwa tangan manis Maria tidak pada tempatnya.


"Apa yang kamu lakukan, kenapa membuat Mama malu pada calon mertua mu ha?"


"Ma lepaskan dulu, aku bisa jelaskan ini salah paham!"


"Aaaawwww, lepaskan ma sakit!"


"Salah paham kamu bilang jelas-jelas kami berdua lihat apa yang kalian berdua lakukan ini masih saja mengelaknya!" bentak Maria


Maria yang merasa tidak puas pun, meraih telinga Diana di sana dan pasti kalian tahu seperti apa adegannya.


"Aduuh duuhh, Tante sakit, kenapa aku juga di jewer sih"


"Biar adil, kalian itu kenapa tidak sabar sekali menunggu sampai di sah kan dulu?"


"Ma tolong anak mu aku di siksa oleh calon mertuaku kenapa mama diam saja, aduuhh"

__ADS_1


"Kamu bandel sih, bukan nya menolak malah pasrah begitu" ucap nya lalu melengos pada anak nya itu.


Agatha pun mengambil ponsel nya lalu melakukan panggilan video pada suami dan juga sahabat nya itu,


Tut


Tut


Tutt


"Ada apa lagi aku sedang meeting!"


"Baru saja pergi sudah rindu saja akau Tha"


"Jangan omong kosong saja kalian lihat kelakuan anak kalian berdua,?"


"Ria aku tidak mengizinkan kamu menyiksa anak ku seperti itu, lepaskan dia?"


"Terus sayang terus jangan di lepaskan anak nakal itu,!" bukan nya merasa kasihan Albert malah mendukung istri nya itu.


Sedangkan Maria dia sama sekali tidak mengendurkan tangannya sama sekali, bahkan semakin menekan tangan nya itu.


"Kalian tidak penasaran kenapa Maria menghukum mereka berdua?" tanya Agatha sambil berjalan ke arah sofa mendudukkan dirinya di sana dengan kamera yang masih menyorot ketiga nya.


"Batal kan saja perjodohan ini aku tidak mau anak mu jadi bulan-bulanan istri mu Al!" lanjut nya


"Apa katamu? enak saja main batal batal saja!"


"Paaaa, tolong akuuuu!" rengek Diana pada Papa nya.


"Lancang sekali kau Geffrey Frazer, kalau kamu tahu apa yang sudah mereka berdua lakukan saat ini juga kau nikah kan mereka!"


"Aaaaaahhhhh, sakiiiitttt, papaaaaaa!" teriak keduanya saat Maria semakin mengencangkan cengkraman tangan nya.


"MAARIIAAAAA,!" teriak mereka berdua yang melihat perlakuan Maria dari panggilan video yang ada di ponselnya.


"Jelaskan Tha, jelaskan pada kedua pemilik bibit itu, apa yang sebenarnya terjadi, dan bagaimana kelakuan kedua bibitnya itu,!"


"Mamaaaaa"

__ADS_1


"Aku muak dengan mereka berdua bisa-bisanya menyalahkan aku padahal mereka tidak tahu apa-apa!" kesal nya lalu menghempaskan tubuhnya di sofa yang bersebelahan.


"Apa yang sebenarnya terjadi, Kenapa kamu ada di sana Vin?"


"Tentu saja dia ada di sini, orang mereka tadi mau mencuri start terlebih dahulu, kau saja aku dan Maria tidak memergoki kelakuan mereka!" ucapnya tak kalah sengit.


"APAAAA, kurang ajar kau Kelvin berani-beraninya kamu melecehkan anak ku, lihat Al kelakuan anak mu, dia menuruni sikap mu yang brengsek itu?"


"Kau pun sama Geffrey Frazer, jangan hanya menyalahkan orang saja bisanya, kalau anak mu menolak pasti tidak akan terjadi"


"Hentikan omong kosong kalian itu, cepatlah ke sini, aku tidak mau tahu, mereka berdua harus segera di nikah kan,!"


"Maaa, ini salah paham, tidak seperti itu kejadian sebenarnya!"


"Lalu harus sampai kami memergoki kalian bertelanjang bulat dan bergumul di ranjang, baru menikah kan kalian,haaa?" tanya Maria.


"Tante tidak seperti itu----?"


"Diam Diana Beatrix Frazer, aku tidak percaya lagi dengan kalian, entah sudah berapa kali kalian melakukan hal menjijikkan seperti itu!" bentak Agatha pada putri ke duanya itu.


Albert yang pada dasarnya adlah pengangguran, langsung bergegas pergi ke butik tempat di mana calon menantu dan anak nya itu kepergok tengah melakukan perbuatan yang tidak sepantasnya itu.


Sedangkan Geffrey dia menyerahkan tanggung jawab nya sebagai pemimpin rapat pada Johan asistennya itu, dia langsung meninggalkan kantor menuju tempat kejadian perkara dengan kecepatan tinggi, emosi menguasai dirinya, saat mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.


Entah karena kebetulan atau memang mereka yang punya ikatan yang begitu kuat, mereka tiba di sana di waktu yang bersamaan.


Keduanya sama-sama turun dari mobil nya lalu melangkah dengan langkah tegap nya menuju ruangan di mana mereka semua berada.


Ceklek..


Atensi semua orang yang ada di sana langsung teralihkan saat mendengar suara pintu terbuka, kemudian dia orang itupun masuk setelah salah satu dia antara mereka menutup pintu nya.


"Kau tahu Al, kelakuan putra mu ini sungguh sangat mirip dengan mu yang sangat suka sekali merayu setiap wanita yang ada di depan mata nya!" sembur Agatha saat Albert akan duduk di sebelah istrinya.


"Bukan cuman suami ku yang seperti itu, tapi jangan lupakan juga kelakuan Geffrey yang juga tidak pernah menolak setiap wanita yang dengan sukarela datang pada nya untuk-----!"


"Sudah hentikan kalian berdua ini,!" Geffrey memijat kepalanya yang tiba-tiba berdenyut.


"sekarang bukan waktu yang tepat untuk membicarakan keburukan kami berdua dulu, sekarang jelas pada kita yang sebenarnya terjadi!"

__ADS_1


"Kau saja Tha, yang menceritakan aku sudah tidak punya muka lagi pada kalian setelah melihat apa yang di lakukan anak ku pada anak mu itu!"


"Aku masih sedikit percaya pada anakmu dia tidak akan mau melakukan hal itu, Kalau saja anak nakal itu yang merayunya.


__ADS_2