
"Kaaauuu-
"Ada baik nya kamu pergi dari sini, sebelum suamiku ini menghancurkannya bisnis mu hanya dengan satu kali berucap!"
"Kalian benar-benar manusia menjijikkan, tidak tahu malu, kau seorang Casanova pedofil yang aku kenal!"
"Terserah kau mau ngomong apa yang jelas itu tidak akan berpengaruh apa pun pada kami semua!"
"Pergi jangan sekali kali berani muncul di hadapan ku, kalau kau sampai berani aku aku akan benar-benar menggulung perusahaan sugar Daddy mu itu!"
Deg.
"Apa kau kira aku tidak tahu kalau kamu punya sugar Daddy, hanya dengan melihat mu seperti ini saja aku sudah bisa menebak nya!"
"kalau hanya mengandalkan suami mu saja itu tidak akan cukup untuk memenuhi gaya mu yang berlebihan itu!"
"Akan ku buat kalian menyesal!"
"Aku Tunggu nenek!" jawab Diana sambil melambaikan tangan nya pada wanita dari mantan suami nya itu.
Sedangkan Melia dia pergi dari sana dengan perasaan kesal, niat hati ingin membuat mereka malu malah dia yang malu saat, rahasia yang selama ini dia tutup rapat-rapat itu di ketahui oleh mereka semua.
"Dasar hama pengganggu,!" kata Diana sambil menaruh sumpit nya itu.
"Kamu harus banyak bersabar Di, itu baru satu, nanti juga kamu akan bertemu dengan yang lebih ganas lagi dari dia!" ucap Maria dengan santai, dia sudah terlalu kenyang jika harus berhadapan dengan barusan para mantan suami itu.
"Jangan bilang kalau Tante sering di labrak oleh para ulat bulu itu!"
uhuk.
"Kamu kenapa Al, kaget?"
Albert hanya melirik sebal pada mertuanya itu, di saat seperti ini pun dia masih sempat menggoda nya.
"Kamu tidak perlu memikirkan mereka semua, itu sudah hal yang biasa buat Mama dan Tante Maria, menghadapi para mantan Casanova yang beragam bentuk itu!"
"Mama juga!"
"Jangan pura-pura tidak tahu, kalau dua orang ini sama kadal dan buaya buntung paling laris pada masa nya!"
"Benar itu pa?"
kini Stevani yang bersuara tadi dia menjauh dari kegaduhan itu karena tidak ingin Darren mendengar ucapan yang tidak sepantasnya di dengan oleh anak seumuran dia.
Eeh.
Geffrey hanya diam tanpa mau menjawab pertanyaan putri nya itu, dia tidak ingin salah ucap yang berujung tidak mengenakkan bagi nya.
"Kenapa diam Grey?" tanya Albert dengan senyum mengejek nya.
"Jawab Pa?" kini Diana yang mendesak nya.
"Apa papa tidak seperti itu!"
__ADS_1
"Om Albert kalian itu yang paling parah!"
"Hey kau melempar nya semua pada ku, padahal kau pun sama!"
"Tapi aku tidak seburuk kelakuan mu Al!"
"Sudah-sudah kalian berdua itu sama tidak ada bedanya sama sekali, jadi aku harap kalian jangan menurunkan sifat liar kalian itu pada anak-anak ku!" ucap Agatha yang membuat mereka semua langsung diam.
"Aku tidak seperti itu sayang, gara-gara aku berteman dengan nya jadi seperti itu!"
"kau keterlaluan grey, tidak mau mengakui seberapa bejatnya kau ini!"
"bahkan mantan nya lebih banyak dari pada aku!"
" omong kosong apa ini Haaa, apa mau aku membuka semua kelakuan kalian berdua ha, yang tidur dengan dua wanita setiap malam nya!"
skak.
Dua orang yang tengah bertikai itu langsung terdiam saat mendengar sindiran dari Maria, yang sial nya itu adalah benar.
Kini kedua nya diam tanpa suara sambil menyuapkan makanan ke dalam mulut nya.
"Kalian lihat sendiri kan, mereka diam saat aku menyebut sesuatu yang mereka sendiri malu untuk mengakui nya!" kata Maria
"Aku tidak menyangka jika papa ku seperti itu?"
"Itu tidak benar Vani jangan dengarkan mereka!" ucap Albert yang masih punya keberanian untuk menyangkal semua nya.
"Ooh, masih tidak mau mengaku juga, bagaimana kalau kita bongkar saja, semua kelakuan nya di sini Ria?"
"cepat masak ikan nya dan udang nya aku masih lapar,!" ucap Geffrey yang tidak mau mereka semakin memojokkan nya.
"Papa jangan mencoba mengalihkan perhatian ya!"
"Tidak sayang, aku benar-benar masih lapar begitu juga dengan Albert, iya kan Al?"
"Iya cepat lah nanti aku bisa mati kelaparan!"
" Mulut buaya kalian belum juga hilang ternyata, pandai mencari alasan!" cibir Maria sambil menaruh udang yang sudah di masak Agatha di mangkok milik Albert.
Mereka pun melanjutkan acara makan siang nya sebelum mereka kembali ke kantor masing-masing, pekerjaan mereka belum selesai tapi mereka harus meninggalkan pekerjaan itu, kalau sampai mereka tidak datang pasti nya nyonya Geffrey dan juga nyonya Albert satu akan murka pada mereka semua.
Kini semua sudah ada di kantor masing-masing, Geffrey yang harus memimpin meeting bersama koleganya, dan Albert yang harus pergi meninjau lokasi yang akan di jadikan hotel.
...****************...
Satu tahun ini, Albert terpaksa harus kembali ke kantor, karena posisi pimpinan yang sudah dia serahkan pada putranya itu kosong karena Kelvin yang tiba-tiba kabur saat pernikahan nya.
Jadi lah dia mau tak mau harus kembali ke kantor menjalan kan puncak kepemimpinan yang sejak dulu dia jalan kan.
Sedangkan putra pertamanya dari dulu dia tidak mau melanjutkan perusahaan milik nya, dia memilih menjadi seorang chef handal yang memiliki usaha restoran yang sudah tersebar di berbagai negara.
Entah karena hari yang buruk atau karena dia tengah sial, lagi-lagi dia harus bertemu dengan salah satu mantannya lagi, dan sial nya lagi dia lah salah satu orang yang terlibat dalam proses pembangunan hotel nya tersebut.
__ADS_1
Albert tidak lagi bisa mengelak dia harus tetap maju untuk menjalankan kerja sama itu, dia tidak mungkin membatalkan semua hanya karena masa lalu nya saja.
Setelah meninjau semua bahan dan juga pekerja, mereka pun langsung membubarkan diri, waktu sudah mulai petang dan dia harus segera pulang.
Tapi niat nya itu tidak sejalan dengan kenyataan yang ada, saat dia akan masuk kedalam mobil, tiba-tiba orang yang dulu di kenalnya itu memanggil nama nya jadi mau tidak mau harus bersikap baik untuk kelancaran bisnis nya.
"Albert, lama kita tidak bertemu!"
"Iya, sudah lama ya!"
"Kamu masih saja tampan Al!" ucap wanita bernama Anna itu.
memang siapa yang mampu menolak pesona Albert bahkan putri sahabat nya saja rela menjadi istri keduanya.
Bukan kah memang sudah terbukti bahwa pesona Albert tidak bisa di ragukan lagi.
"Terimakasih atas pujiannya, kali begitu aku pergi dulu!"
"Ini sudah hampir waktunya makan malam Al, bagaimana kalau kita makan malam dulu!"
"Anggap saja ini sebagai tanda kerjasama kita!"
Kata wanita itu lagi sambil meraih tangan Albert
"Mungkin lain kali saja!" jawab Albert mencoba melepaskan tangannya
"Ayo lah Al, kita sudah lama tidak bertemu, kapan lagi kita bisa pergi bersama lagi!"
"Tapi----!"
Ucapan Albert terhenti saat Anna langsung menarik nya masuk kedalam kafe yang ada di sana.
Bukan apa, dia juga harus menghormati rekan kerjanya itu bukan, dia tidak enak hati kalau menolak nya jadilah dia menerima tawaran yang di berikan oleh Anna, hanya makan malam saja bukan, istrinya tidak akan marah hanya karena dia makan malam bersama rekan nya itu, meski dia tahu bahwa rekan kerjanya itu adalah salah satu mantan nya.
Semua berjalan lancar tanpa hambatan sedikit pun, tapi saat mereka menyelesaikan makan malam nya itu, tiba-tiba Anna tanpa di duga menggenggam tangan Albert yang ada di atas meja, sambil berkata.
"Al, boleh aku mengatakan bahwa aku masih mencintaimu, aku mau jadi istri ketigamu!"
Deg.
"Aku tahu kamu hanya terpaksakan menikahi istri kedua mu, jadi tolong beri aku kesempatan untuk memiliki mu lagi!"
"Aku tidak bisa Anna, maaf aku mencintai kedua istriku, jadi kamu salah jika kamu mengatakan bahwa aku tidak mencintai istri keduaku!"
Jawab Albert sambil melepaskan tangannya itu.
"Tapi Al, aku tahu kamu masih mencintaiku, maafkan aku!"
"Aku sudah memaafkan kamu Anna tolong jangan seperti ini aku tidak mau orang lain salah paham!"
Albert pun langsung menarik tangan nya yang di pegang oleh Anna, dan bersiap untuk pergi dari sana.
Namun Anna tidak kehabisan akal dia juga langsung berdiri dan memeluk Albert dari belakang.
__ADS_1
"Jangan tinggalkan aku Al"