Aku Madu Sahabat Mama

Aku Madu Sahabat Mama
Gagal kencan


__ADS_3

Agatha kembali bergidik ngeri saat melihat Putri nya masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi belakang, tak lupa baju milih suami dan anak tiri nya dia taruh di samping nya.


"Ayo pa!"


Geffrey tidak menjawab tapi mobil langsung melaju membelah jalanan yang ada di sana, Diana menatap mama nya yang tidak seperti biasa nya.


"Mama gak papa kan?" tanya Diana sambil menyentuh lengan mama nya.


"Aaahhh, jangan!"


criiiitttt


Bug.


"Adu sakit pa!" kata Diana sambil mengusap kening nya.


"Ada apa ma, kenapa kamu menjerit seperti itu!"


"Mama tidak papa kok!" jawab Agatha.


"Lalu kenapa berteriak untung saja kita tidak menabrak pohon!"


"Maafkan mama pa, mama kaget saat Diana menyentuh tangan mama!"


"Ada-ada saja, kenapa harus histeris seperti itu hanya karena di sentuh Diana!"


"Sudah jangan di bahas cepat jalan kan mobil nya supaya kita cepat sampai rumah sakit!" jawab Agatha yang menutupi kegugupannya.


Butuh waktu sekitar satu jam akhirnya mereka sampai di ruang inap Maria, di sana ada David yang tengah tertidur di sofa sedangkan Albert duduk sambil terus memegangi tangan istrinya.


Bahkan dia tertidur di atas tangan Maria yang masih menancap selang infus di sana, Diana mendekati suami lalu menyentuh pundak nya.


"Om, bangun ini sudah malam!"


"Waktu nya makan malam!"


Albert langsung terbangun dari tidurnya dia menatap Diana yang sudah kembali dengan membawa makanan untuk nya dan juga David.


David yang duduk di sofa pun di bangunkan oleh Agatha, dan kini mereka berlima tengah menikmati makan malam nya.


"Hotel mu bagaimana Al, siapa yang mengutus nya?"


"Aku menyerahkan tanggung jawab pada Lucas, mau bagaimana lagi aku meskipun aku punya dua orang putra tapi tidak satu pun yang mau menggantikan posisi ku di sana!"


Uhuk.


"Pelan pelan Dav!"


"Papa menyindirku?"


"Tentu saja tidak tapi kalau kamu merasa ya begitulah!"


"Aku tidak berbakat di bidang itu pa!"


"Alasan saja, bilang saja kalau kamu malas melihat tumpukan kertas di meja!"


"Nah itu papa tahu!" jawab nya lagi sambil memasukan irisan buah kiwi ke dalam mulut nya.


"Cepat bertengkar lah lagi, aku benar-benar ingin meratakan hotel-hotel milik mu!"

__ADS_1


Mereka semua diam setelah mendapat ultimatum dari pimpinan mereka, mereka kembali makan tidak ada suara lain, selain dentingan sendok di sana.


Sampai suara hening itu buyar saat bunyi ponsel diana berbunyi nyaring sana.


"Hallo"


"iya, ini siapa ya?"


"Kapan, sekarang!"


"Tapi aku sedang di rumah sakit!"


"Boleh, nanti kabari aku kalau sudah sampai di parkiran!"


"Mau kemana Sayang?"


"Mau nonton sama temen ku pa!"


"Siapa? kenapa malam sekali?"


"Ini masih jam 8 Pa!"


"Lagi pula aku hanya ingin nonton lalu pulang!"


"Tidak baik perempuan yang sudah bersuami pergi malam malam sayang!" tegur Agatha pada putrinya itu, dia menatap pada Albert yang tengah mengunyah makanan nya tanpa memperdulikan apapun.


"Aku akan baik-baik saja, aku bisa jaga diri, ya sudah aku pergi dulu, Ariel sudah menunggu ku di bawah!"


"Pergi temani ibu tiri Dav, kalau laki-laki itu macam-macam habisi dia!"


Kata Albert tanpa mengalihkan pandangan.


Rona merah semburat di pipi Diana, dia tersipu malu saat mendengar kata ibu tiri yang di sematkan Albert untuk nya saat berbicara dengan putra pertamanya.


"Kenapa harus aku?"


"Lalu siapa apa aku yang harus menemani nya kencan?"


Sementara Diana tidak menghiraukan perkataan Albert setelah menguasai keadaan nya.


"Berani keluar satu langkah dari pintu, aku akan menghajar pria yang telah berani mengajak mu pergi malam-malam seperti ini!"


"Apa maksud Om, lagi pula apa salah nya meski aku istri Om, tapi om kan sudah berjanji akan melepaskanku, saat aku punya pengganti om!"


SKAKk.


Albert terdiam di sana dia ingat dengan jelas apa yang dia katakan dulu, bahwa dia akan melepaskan Diana jika sudah saat nya.


Diana keluar dari ruangan tersebut dengan perasaan yang tidak baik-baik saja, ini pertama kali nya dia membantah Albert dari dulu sebelum menikah sampai saat ini.


Sementara di dalam ruangan Albert melirik putra nya itu sambil terus makan makanan nya, David yang di perhatikan seperti itu paham dengan apa yang di maksud papa nya.


Tanpa membuang waktu dia pun menyusul Diana yang keluar lebih dulu.


"Keras kepala sama seperti bapak nya!" ucap Albert sambil menaruh piring nya di atas meja.


"Kau pikir kau tidak!"


"Cukup kalian ini, biarkan Maria istirahat dengan tenang!"

__ADS_1


Tok


Tok


Tok


"Masuk,"


"Tuan ini laporan yang harus anda tanda tangani, besok siang saya akan mengambilnya!"


"Bagaimana keadaan Nyonya Maria, Tuan!"


"Seperti yang kau lihat dia masih belum sadarkan diri pasca operasi!"


"Semoga nyonya cepat sembuh Tuan, dan saya permisi!"


"Pulang lah, aku usahakan semua nya selesai sebelum kau mengambil nya"


"Baik Tuan!"


Albert meraih Tumpukan map yang ada di sana dia bingung harus memulainya dari mana.


"Tha, bisa tolong rapikan meja nya, aku harus kerja!"


"Kamu menyuruh mertua mu AL?"


"Apa peduliku, cepat kerjakan aku juga butuh istirahat!"


"Mandi lah dulu baru kerjakan pekerjaan mu!"


Albert langsung berjalan ke kamar mandi, badan nya terasa lengket karena sejak kemarin dia belum mandi sama sekali.


Meja yang tadi nya penuh dengan makanan dan piring kotor kini sudah kembali rapi dan siap untuk di gunakan, Albert melirik Agatha yang duduk di samping istrinya sambil terus mengelus pipi nya.


Sebegitu erat persahabatan mereka sampai-sampai mereka juga akan merasa sakit saat salah satu di antara mereka terluka.


Albert duduk berhadapan hadapan dengan mertua laki-laki yang juga tengah sibuk dengan ponsel nya.


Dia berjalan mendekati Geffrey lalu merampas ponsel milik mertua nya itu.


"Hey apa yang kau lakukan bangsat?" geram nya tertahan.


"Bantu aku kerjakan ini dulu!" ucap Albert yang tengah memasukkan ponsel sahabat itu ke dalam saku celananya.


"ini!"


"Cepat kerjakan dan jangan banyak protes!"


Geffrey menatap sinis pada menantu lucknut nya itu, Albert tidak tanggung-tanggung kalau memberikan nya pekerjaan.


Tumpukan map itu dia bagi dua, yang satu untuk nya dan satu nya lagi untuk Geffrey.


"Kau memang tidak ada otak Al, aku akan minta mobil sports terbaru jika aku membantu mu!"


Albert tidak menjawab umpatan dari sahabat nya itu, dia melanjutkan pekerjaan nya tanpa memperhatikan sekitarnya.


Sampai suara pintu yang terbuka membuyarkan konsentrasi nya, apa lagi pelaku nya yang tengah marah itu kini menghempaskan tubuhnya secara kasar di sofa yang di tempati.


"Ya Tuhanku!"

__ADS_1


__ADS_2