
Maria masih saja terus menangis saat mendengar cerita tentang masa lalu nya dulu, tepat saat usia nya masih dua tahun sebelum orang-orang jahat itu memisahkannya dari kedua orang tua nya.
Sungguh kejam dunia bisnis tapi banyak orang yang ingin ada di dalam nya, sedangkan orang yang berlari dari dunia itu, mereka ingin keluar dari kejam nya dunia yang masih menganut sistem rimba, siapa yang kuat dia yang akan berkuasa di sana, dan yang lemah hanya akan di tindas tanpa ada kemakmuran sedikit pun untuk nya.
"Berhenti menangis, maafkan Papa yang tidak bisa menjaga mu Amora"
"Aku hanya tidak menyangka jika aku bisa bertemu dengan orang tua kandung ku, selama ini aku selalu iri pada semua orang yang memiliki orang tua" ucap Maria sambil
"Ini sudah takdir sayang, jangan terus menangis, itu membuat papa semakin terluka sayang"
Sementara dia yang melihat itu hanya bisa meneteskan air mata nya, siapa yang menduga kalau orang yang menolong nya dan merawat nya selama satu tahun ini adalah orang tua yang sangat di rindukan olah madu nya itu.
Dia tersenyum saat melihat Maria berada dalam pelukan orang tua nya, orang tua yang selama ini tidak dia ketahui.
"Kamu sudah menikah sayang, lalu di mana suami mu?"
"Aku sudah menikah dan punya dua orang putra yang sangat tampan seperti papa nya"
"Benarkah, apa aku bisa melihat cucu ku, setidak nya meski sekali seumur hidup"
"Kenapa hanya sekali, apa papa dan Mama tidak mau hidup bersama kami?"
"Bukan seperti itu, hanya saja aku takut kalau kami membebani kalian"
"Tidak ada yang seperti itu, putra ku sudah bekerja dan aku yakin mereka pasti mau menerima kakek dan nenek nya"
"Semoga saja, mereka bisa menerima kami dengan baik"
Mereka pun larut dalam obrolan seputar kehidupan mereka selama berpisah, Maria bersyukur di tengah masalah yang dia hadapi dia di beri kesempatan untuk bisa bertemu dengan orang tua nya yang selama ini hidup di pengasingan karena di tempat ini lah mereka bisa sedikit melupakan sakit hati mereka karena kehilangan putri nya.
Tidak ada yang lebih membahagiakan selain bisa berkumpul dengan orang-orang yang kita sayangi, itu lah yang kini tengah dirasakan oleh Maria, dia bisa berkumpul dengan orang tua kandung nya.
Dia pun memutuskan untuk tinggal di rumah yang menjadi tempat tinggal kedua orang tuanya selama ini, dia merasa betah di sana dan akan tinggal lebih lama lagi di sana, atau mungkin dia tidak akan kembali pada keluarga nya di sana.
Terhitung sudah satu Minggu lama nya Maria ada di rumah orang tuanya, dia sudah seperti seorang anak yang pulang ke rumah orang tuanya saat bertengkar dengan suami nya, dan itu persis seperti apa yang dia lakukan saat ini.
__ADS_1
"Ma, pa aku dan Diana akan ke rumah ku yang ada di sana, aku akan mengambil makanan yang ada di sana lalu membawa nya kemari"
"Makanan di sini masih sangat banyak, kita tidak akan kelaparan hanya karena stok makanan habis" jawab Mama nya.
"Bukan seperti itu Ma, hanya saja sayang jika makanan yang ada di sana tidak di makan, Kita bisa mengolah nya di sini nanti"
"Iya Nek, nanti Papa ku bisa marah jika kita menyia-nyiakan makanan" timpal Diana.
"Aku akan ikut bersama kalian kita berempat kesana, aku takut kamu tidak akan kembali lagi pada kami" ucap papa Frank ayah dari Maria yang takut putri kecil nya itu tidak akan menemuinya lagi.
"Apa yang papa katakan, aku akan kembali kesini, karena tempat ku di sini"
"Apa kamu tidak akan kembali pada suami mu, apa kau sedang bertengkar dengan nya?" cecar Mama Selena yang kini duduk di samping Maria.
"Jangan khawatir Ma, hanya sedikit salah paham, nanti juga dia akan menyusul ku, aku masih ingin di sini bersama kalian" ucap Maria beralasan.
"Ayo kita ke sana, supaya tidak kemalaman kita pulang nya"
"Let's go" ucap Diana yang paling bersemangat di sana, entah apa yang dia rasakan, tapi di sangat bahagia saat tahu akan ke rumah yang selama ini di tempati oleh istri suami nya itu.
Saat sudah dekat dengan rumah yang mereka tuju, sayup-sayup mereka mendengar suara orang yang tengah berbincang-bincang di sana, Maria menajamkan pendengarannya, begitu juga dengan Diana yang masih sangat hafal dengan suara yang telah lama tidak dia dengar itu.
Diana langsung masuk kedalam saat pintu belakang itu tidak terkunci sama sekali, dia berjalan menghampiri sumber suara yang semakin dekat itu.
"Papa"
"Diana" panggil Geffrey yang langsung berdiri menghampiri putri nya itu.
"Pa aku merindukan mu"
"Pa juga sayang, papa merindukan anak papa yang paling cantik ini"
Geffrey pun melepaskan pelukannya, dia menciumi seluruh wajah putri nya yang terlihat sedikit kusam di sana.
"Mereka siapa sayang, dan kenapa kamu ada di sini"
__ADS_1
"Mereka adalah Papa dan Mama dari Tante Maria yang baru saja bertemu, selama satu Minggu ini"
"Berati mereka adalah mertua ku"
Albert langsung menghampiri mereka lalu menyalami mereka di sana, dia juga memperkenalkan dirinya yang merupakan suami dari anak nya, juga dia mengenal kedua putranya yang ternyata sedikit mirip dengan Opa nya.
Kedua orang tua Maria menangis haru di sana, bagaimana tidak mereka bisa bertemu dengan anak cucu dan menantu yang selama ini mereka tidak berani membayangkan nya sama sekali.
Suasana haru biru itu pun, sedikit melupakan Maria yang tidak ada di sana, Albert yang sejak tadi menahan dirinya itu kini tidak lagi.
"Dimana kakak mu?" tanya Albert yang tidak menemukan keberadaan istri nya itu.
"Kakak, siapa Om"
"Om, kamu memanggil suamimu Om?" tanya Geffrey yang heran dengan panggilan putrinya itu.
"Bukan nya sejak dulu aku selalu memanggil nya Om, kau apa salah nya pa?" tanya Diana yang heran pada papa nya itu.
"Tunggu apa maksud nya ini?" tanya Mama Selena
"Sejak kapan kamu di sini?" tanya Albert yang sebenarnya ingin segera menemui istrinya.
"Satu tahun yang lalu"
"Berati sebelum itu terjadi" ucap Albert yang di angguki oleh Diana.
"Jadi kamu sudah tahu yang sebenarnya terjadi"
"Tante Maria sudah menceritakan semuanya, dan aku menyesal karena tidak cepat pulang" ucap nya dengan wajah yang tertunduk.
"Aku yang akan menceritakan semua nya Al, kamu pergi nya cari istri mu"
Albert pun langsung pergi dari sana tanpa menghiraukan tatapan penuh tanya dari mertuanya itu.
"Sayang"
__ADS_1