
Albert benar membuktikan perkataan nya, kini istri pertama nya itu sudah berbaring tidak berdaya akibat ulah nya yang seperti tidak ada habisnya, dia menikmati semuanya keindahan yang di suguhkan oleh istrinya itu.
Sungguh itu membuat nya gila selama beberapa bulan ini karena dia harus berpuasa selama itu, bahkan istri pertama nya itu juga tidak mengizinkan dia menyentuh Diana sebelum dia di nyatakan sembuh.
Dia bisa saja melanggar nya tapi ancaman yang di berikan Maria jauh lebih mengerikan dari pada apa pun di dunia ini.
Jadi dia lebih memilih jalur aman dari pada harus satu persatu membuka blokade jalan yang di tutup dengan rangkaian yang tidak akan terhitung jumlah nya.
Setelah pertempuran panas nya tadi dia langsung bergegas mandi, ya tentu saja sendiri, karena Maria sudah tidak bisa berbuat apapun, seluruh tubuhnya terasa lemas akibat ulah nya sendiri yang menantang kadal buntung itu.
Waktu menunjukkan angka satu, dia bermain hanya sekitar empat jam saja, dan kini dia masih mempunyai tugas yang lebih besar lagi, yaitu membuka sagel milik istri muda nya.
Hanya membayangkan nya saja Lancau milik nya itu sudah kembali tangan lurus di sana, dia langsung keluar dari kamar nya tidak lupa dia mencium dan meremas benda kembar yang ada di sana.
"Eeeemmmmppp!"
"Aku lelah, biarkan aku tidur, sana pergi ketempat madu mu!"
"Iya aku pergi dulu, terimakasih sayang!
cup
"kamu harus tahu bahwa aku mencintai mu, l love you my first love!"
Cup.
Albert keluar dari kamar istri pertama nya menuju kamar istri kedua nya yang berhadapan dengan kamar istri pertama nya.
ceklek
waaooww
ini luar biasa
glek
glug
Albert menelan kasar Saliva nya dia tidak tahan dengan apa yang juga di suguhkan oleh istri kedua.
Diana tampil tidak kalah panas seperti Maria, jika Maria memakai lingerie berwarna hijau lain dengan Diana yang memakai lingerie berwarna mereka menyala seperti kobaran api yang terlihat jelas di mata suaminya.
__ADS_1
tatapan Albert yang penuh gairah itu seakan menambah kan kesan seksi dan menggairahkan itu.
" kamu nakal sekali honey siapa yang mengajarkan mu seperti ini?" tanya Albert pada Diana yang dengan sengaja menurunkan jubah penutup nya.
"Tentu saja kak Maria!"
"Kalian benar-benar ya!"
Cup.
Diana memejamkan mata saat bibir panas suaminya itu mencium pundak mulusnya yang dengan sengaja dia turun kan kain penutup nya tadi.
"Apa kamu sudah siap honey?" tanya Albert dengan tangan yang sudah merambah kemana mana membuat Diana m pasrah dengan apa yang di lakukan oleh suaminya itu.
Tapi dia tidak menjawab ucapan suaminya itu, dia masih terlihat malu jika dengan terang-terangan menyatakan bahwa dia sudah sejak lama menunggu hari ini.
Hari di mana dia akan menjadi milik Albert seutuhnya, dasar nya Albert yang seorang penjelajah wanita dulu nya dia sudah paham dengan bahasa tubuh yang di sampaikan Diana itu.
Tanpa menunggu lagi dia langsung melahap bibir merah merona yang sejak tadi memanggil nya dan meminta untuk di hisap oleh nya.
"Eeemmmmpphh!"
"Aku mencintai honey, jadi jangan pernah berpikir untuk meninggalkan aku, karena aku tidak akan pernah melepaskan apa pun yang sudah menjadi milik ku!"
"Boleh aku melakukan nya sekarang?"
Diana mengangguk dia sudah tidak sabar ingin merasakan bagaimana rasanya saat suaminya itu.
Eeeemmmmppp.
Diana tidak lagi bisa berfikir saat bibir seksi suami nya itu menyerang bibir nya bersamaan dengan kedua tangan yang berada di tempat yang lembut dan berjajar dua di sana.
Diana terlihat begitu menikmati setiap sesapan dan remasan nakal dari tangan suaminya itu.
Bahkan lidah panas Albert sudah turun menelusuri tulang selangka nya, ulah Albert di lehernya itu menghantarkan semacam arus listrik dengan tegangan tinggi yang langsung menyengat seluruh aliran darah nya.
Aaahhhh
Diana tidak tahan lagi untuk tidak mengeluarkan suara pembangkit semangat untuk suami nya, dia benar-benar siap untuk berlari mendaki puncak tertinggi yang di suguhkan oleh suaminya itu.
__ADS_1
"Nikmati dan keluar suara pembangkit mu honey aku menanti itu semua, jangan di tahan honey!"
"Aaahhh,,,,,ssstttt!"
Diana tidak tahu harus bagaimana yang pasti dia tidak ingin kegiatan panas ini cepat berlalu begitu sana, dia masih sangat ingin di manja oleh suaminya itu.
Sreeeekkk
"Aaaahhhh kenapa kamu merobeknya Om!"
"Gaun ini memang gunanya untuk di robek sayang!"
"Dan lagi,,,,,"
"Aku tidak mengizinkan mu memanggil ku Om lagi!"
"Aaaaahhhh,,,,,,aaaahhhh, ssstttt!"
Suara Diana kembali terdengar saat Albert menyesap benda yang menggelantung indah tepat di depan nya, tidak terlalu besar juga tidak terlalu kecil, pas dengan ukuran tangan nya, dan Albert menyukai nya.
Hingga tidak bisa di hitung lagi berapa banyak dan juga berapa lama Albert memerankan perannya sebagai bayi baru lahir yang sedang kehausan.
Dan mungkin dia akan menyukai meminum susu langsung dari sumbernya seperti ini, kenapa bisa seenak ini dan dia tidak ingin berhenti dan ingin terus seperti ini saja sepanjang malam nya.
"Aaaahhh hubbyy sudaaahhhhh!"
Tapi apa bayi besar itu mau menuruti keinginan nya tentu saja tidak, Albert akan melepaskan jika dia sudah benar-benar puas dan tidak kehausan lagi.
Perlahan tapi pasti salah satu tangan nya turun menelusuri lembah lembab yang di penuhi oleh hutan hujan tropis yang sangat terawat dan belum terjamah sama sekali.
Pelan-pelan dia membuka sedikit akses yang jalan di sana, mencoba mencari benda tersembunyi di sana, jangan lupakan tangan dan benda tak bertulang atas milik nya itu tetap melakukan tugasnya dengan baik.
Meremas juga menghisap bagian atas, dan Diana yang di perlakukan seperti hanya bisa bersuara seperti perintah suaminya tadi.
Seluruh tubuhnya sudah panas dingin merasa itu semua, sungguh permainan pembukaan dari suaminya ini sangat luar biasa dan dia menyukai nya.
Tapi dia masih penasaran dengan hidangan utama nya, kalau hidangan pembukaan nya saja seenak ini lalu bagaimana dengan hidangan utama dan penutup nya.
Diana bisa gila, dia ingin segera merasakan tubuh suaminya itu berada di dalam nya, tapi seperti nya suaminya itu masih ingin bermain-main dengan nya.
Apa yang bisa di perbuatan selain pasrah, bersuara indah dan menjambak rambut suaminya, karena kenikmatan yang di suguhkan oleh suaminya itu.
__ADS_1
Albert melepaskan semua kegiatan nya, menatap pada Diana lalu mengangkat nya menuju Medan pertempuran panas nya.
Sreeek