
Maria langsung merebut map yang mencurigakan itu, nama yang tertera di atas nya itu membuat nya ingin memastikan bahwa apa yang di lihat nya itu salah.
Tapi dokter yang menangani nya itu berusaha untuk merebut kembali map yang kini berada di antara tangan mereka berdua.
"Maaf Nyonya ada tidak bisa melihat nya, ini menyalahi aturan privasi pasien!"
"Lepaskan atau aku yang akan melaporkan mu karena melakukan malpraktek!"
"Saya juga bisa melaporkan anda, yang telah menganggu kenyamanan dan privasi pasien!"
", Lepaskan aku hanya ingin memastikan saja, bahwa orang yang menjadi pendonor ku tidak seperti yang aku lihat!"
"Ini bukan data pendonor anda Nyonya!"
"Buktikan saja!"
"Tidak Nyonya anda sudah melanggar peraturan rumah sakit, anda bisa saya tuntut!"
"Lakukan saja aku tidak takut, suami ku kaya, aku bisa dengan mudah menyuap mereka kau lupa siapa aku?"
"Cepat lepaskan atau kamu akan kehilangan gelar dan pekerjaan mu!"
"Nyonya tidak akan bisa melakukan itu semua!"
"Aku sangat bisa, kau tahu kalau sampai memang benar bahwa pendonor ku adalah putri dari frazer, aku pastikan kamu akan membusuk selama di dalam penjara!"
Deg.
Dokter itu kaget saat Maria menyebutkan nama Frazer di sana, dia tahu betul siapa itu Geffrey frazer yang akan sangat mudah jika hanya membuat nya kehilangan segalanya.
Tapi di sana bukan nama anggota keluarga frazer, pasien pendonor nya itu bermarga Hamilton lalu kenapa Maria mengatakan bahwa dia adalah keturunan seorang frazer.
"Dia bukan dari keluarga Frazer Nyonya, di putri Hamilton!"
"Diam dan lepaskan jika kamu masih ingin selamat!"
"kau tahu siapa putri Hamilton? dia adalah mana yang di berikan suami ku untuk putri kedua keluarga Frazer, Diana Beatrix Frazer!"
Eeh.
Map yang sejak tadi menjadi rebutan iku kini berada di tangan Maria, secara refleks terlepas dari tangan dokter saat mendengar penjelasan dari Maria.
__ADS_1
Seperti dia berada dalam Masalah besar setelah ini, dia harus menyiapkan segala kemungkinan yang terjadi karena telah melakukan operasi pengangkatan ginjal tapi persetujuan dari pihak keluarga pasien.
Dan sial nya lagi, dia adalah keturunan dari orang yang sangat berpengaruh di negaranya, wajah nya pusat pasi saat Maria duduk sambil membuka map yang ada di tangan nya.
Maria memejamkan matanya saat dia tahu siapa yang menjadi pendonor nya, dia tidak tahu harus berbuat apa pada orang itu.
Berterima kasih saja mungkin tidak akan cukup, apa lagi dia yang secara tidak langsung menyakiti hati nya selama ini
Air matanya luruh begitu saja, saat dia membaca secara detail data pendonor nya, dia tidak salah lagi dan dia benar-benar bingung apa yang harus dia lakukan saat bertemu dengan nya nanti.
Dia larut dalam lamunan nya sampai ketukan pintu membuyarkannya.
"Tetap rahasia kan ini dari siapapun, kalau sampai mereka tahu aku tidak bisa menjamin mua akan selamat atau tidak!"
",Baik Nyonya."
"Dan satu lagi aku mau copy -an nya dan berikan pada ku sekarang!"
"Baik!"
"Suruh masuk orang yang ada di depan mungkin dia suamiku, dan ini simpan baik-baik!"
"Terimakasih nyonya!"
" Apa semua baik-baik saja?"
"Aku belum di periksa, dokter masih menjelaskan apa yang boleh dan tidak boleh aku makan, bukan begitu dokter!"
"Iya benar, mati kita lakukan pengecekan terlebih dahulu!"
Maria pun di samping i Albert saat melakukan pemeriksaan, dengan hasil yang sangat memuaskan, ginjal baru nya sudah bisa beroperasi dengan baik tanpa adanya penolakan dari bagian organ dalam nya.
Kini mereka duduk di depan dokter yang sedang meresepkan obat yang harus mereka tebus di apotik rumah sakit.
Namun dokter dan juga maria di buat membeku oleh pertanyaan yang keluar dari mulut Albert, mereka saling menatap satu sama lain, dan untungnya Albert tidak menyadari sikap gugup dari istri nya itu.
"Aku akan membayar mu berapa pun yang kamu inginkan asal kamu memberi tahukan siapa yang menjadi pendonor istri ku!"
Dokter yang menangani Maria pun secepat mungkin menguasai keadaan nya, dia tidak mau nasib nya di ujung tanduk, saat tahu bahwa pendonor untuk Maria itu adalah madu nya sendiri.
Waktu itu dia ada seseorang yang menemui nya lalu mengatakan bahwa dia ingin mendonorkan ginjalnya nya untuk pasien bernama Maria, setelah di lakukan pengecekan dan ternyata ginjal mereka di nyatakan cocok delapan puluh tujuh persen.
__ADS_1
Dengan data itu operasi donor ginjal bisa di lakukan, tapi pendonor meminta untuk merahasiakan identitas nya, dia juga tidak menyangka jika itu adalah Diana Frazer.
Warna itu datang sendiri menggunakan kacamata tebal dengan rambut hitam legam juga gigi yang terbehel rapi, sangat jauh dari sosok Diana Frazer yang selalu tampil modis dan anggun dalam setiap kegiatan nya.
Dokter itu juga tidak menyangka jika seorang madu yang biasanya akan sangat senang jika istri pertama dari suaminya itu sakit dan berkemungkinan akan meninggalkan, maka dia bisa menggantikan posisi.
Bahkan tidak jarang ada yang menggunakan berbagai cara ajar bisa melenyapkan saingannya tersebut, meski sebenarnya dia lah benalu nya di sini.
Tapi ini tidak berlaku untuk Diana, dia malah menjadi penyelamat untuk madu nya, sungguh mulia hati wanita yang tidak pernah egois untuk merebut suaminya itu dari tangan istri pertama.
Diana malah memberikan nya kehidupan baru pada Maria yang merupakan saingan dan itu membuat dokter itu ingin meneteskan air mata atas ketulusan cinta seorang Diana.
Siapa yang tidak tahu bahwa Albert menikah lagi dengan wanita yang di jodohkan oleh mereka sendiri, berita itu menjadi tranding di kalangan para pembisnis kelas atas, meski Geffrey dengan gencar nya menekan berita itu.
Dan kini dokter berusia lebih dari lima puluh tahun itu lagi-lagi harus di kejutkan dengan apa yang dilakukan Diana untuk madu nya itu
" Kenapa diam saja!" sentak Albert saat dia tidak mendapatkan jawaban dari dokter malah yang di lihat dia melamun sesuatu yang entah apa itu.
"Sekali lagi saya minta maaf Tuan Al, saya tidak bisa memberitahu Anda mengenai siapa yang menjadi pendonor untuk nyonya Maria."
"Kenapa dia merahasiakan semua ini?"
"Saya tidak tahu Tuan Al, tapi kamu memang tidak bisa seenaknya membuka privasi pasien!"
"Baiklah aku mengerti, tapi bolehkan aku minta tolong?"
"Apa itu Tuan?"
"Semua tagihan atas nama nya masukkan dalam bill milik Maria dan kamu bisa mengirim nya pada Lucas asisten pribadi ku!"
"Baik tuan saya akan lakukan itu!"
Albert mengangguk di sana, sedangkan Maria hanya diam tanpa tahu harus berbuat apa.
Sampai mereka keluar dari sana pun Maria tetep diam tanpa kata.
"Aku akan kembali ke kantor, ada berkas yang harus aku tanda tangani, kamu mau ikut aku kekantor atau mau aku antar pulang!"
"sayang!"
Panggil Albert pada Maria yang seperti sedang melamun.
__ADS_1
"Boleh aku menunggu mu di butik milik Diana?"