
Sebuah foto yang menampakkan seorang pria yang sedang tertidur tanpa busana berada di dalam sebuah kamar hotel dia tampak begitu nyenyak dalam tidur nya.
Mungkin karena baru saja melakukan sesuatu yang menyenangkan dan membuatnya terlalu bersemangat hingga menguras seluruh energinya.
Foto Albert muda
Diana hanya menatap sekilas pada foto yang di perlihatkan oleh Sandra hati nya sakit melihat semua itu tapi bukan kah itu foto masa lalu suaminya dia juga tahu bagaimana kelakuan suaminya itu dulu.
Dia tahu bahkan sangat tahu, bukan kah terlalu bodoh jika saat ini dia merasa sakit hati dengan cerita masa lalu yang dia sudah tahu.
Dia sendiri yang meminta untuk di nikahi oleh Albert bukan lalu di mana salah pria itu, sebisa mungkin di melapangkan hati nya agar tidak mereka kan sakit nya, namun tetap saja rasa sakit itu tetap terasa di hati nya.
Membuat dia hanya bisa menunduk kepalanya, sementara Maria yang sudah kebal dengan semua itu dia terlihat acuh sambil terus memainkan ponselnya.
"Aku tidak menyangka jika kamu bukan hanya Casanova kelas kakap Al, tapi kmu juga pedofil!"
"Tersebut apa kata mu, apa yang kalian inginkan!"
"Aku ingin kau bertanggung jawab pada putra kita, dia ingin sekali bertemu dengan ayah kandungnya sendiri!" ucap Sandra dengan entengnya.
Klutak.
Ponsel yang ada di genggaman tangan Maria terjatuh dia kaget dengan apa yang di dengar nya, tadi dia masih belum bisa menerima jika suaminya itu punya anak dari wanita lain.
Maria memang menerima segala kelakuan Albert yang suka bertebaran benih waktu muda dulu, tapi dia benar-benar tidak akan bisa terima jika Albert mempunyai anak dengan wanita lain, apa lagi anak itu hadir sebelum pernikahan mereka.
Semua mata tertuju pada Maria yang kini sudah tidak baik-baik saja, dari mata nya saja mereka bisa mengerti apa yang di rasakan oleh Maria, dia wanita yang begitu tulus mencintai Albert hingga dia selalu menutup mata dan telinga nya saat mendengar apapun tentang kelakuan Albert di masa lalu.
Tapi kini entah rasa sakit itu menjalar di setiap inci hati nya, dia tidak tahu lagi apa yang akan dia lakukan saat ini, tanpa menghiraukan ponsel dan juga mereka semua yang ada di sana.
Maria langsung pergi begitu saja tanpa berkata apapun, dia masuk kedalam lift dan langsung menuju lantai dasar.
Sementara Albert dia langsung murka pada ke dua wanita yang mempermainkan nya saat ini.
__ADS_1
"Puas kalian haah, puas sudah membuat istri ku sakit hati, ini kan yang sejak dulu ingin kalian lakukan!"
"Dan selamat sekarang kalian berhasil membuat ratu ku merasakan sakit hati nya!"
"Aku memang bajingan tapi kalian harus ingat kalau aku tidak pernah meniduri pacar ku yang masih gadis, aku tidak pernah merusak kehormatan wanita!"
"Dan kau Mia, aku memang pernah menyentuh mu tapi jangan lupa kalau saat itu juga aku memasukkan obat pencegah kehamilan saat kita berciuman!"
"Tunggu saja pembalasan ku, aku mengharamkan air mata para istri ku untuk menangisi masa lalu ku!"
"Ayo kita pergi dari sini!" ucap nya sambil menarik tangan Diana, tidak ada penolakan dari Diana, mereka pergi dari tempat yang mana di sana ada sesuatu yang janggal menurut nya.
Tapi apa?.
Albert yang punya banyak waktu pun mengabaikan nya dan berlalu dari sana, lalu di ikuti oleh Agatha di belakangnya.
Mereka pergi dari sana meninggalkan Geffrey dengan tiga wanita itu di sana, hingga tanpa Geffrey sadari sejak tadi di menggenggam tangan milik Rosaline.
Rosaline yang menyadari nya pun langsung melepaskan tangannya, tanpa berkata apa-apa dia pergi dari sana menyusul mereka yang telah pergi terlebih dahulu.
Geffrey yang sadar akan kesalahannya pun langsung bergegas keluar, dia bahkan turun menggunakan tangga darurat yang ada di sana.
Sampai di basecamp dia langsung masuk ke dalam mobil milik nya lalu mengendarai nya dengan kecepatan tinggi, meski nafas nya masih tersengal.
Tak butuh waktu lama Geffrey telah sampai di rumah besar mereka, tapi apa yang dia dapatkan, tidak ada satu pun orang yang ada di sana, membuat nya langsung berlari ke rumah sahabat sekaligus menantu nya itu.
Lagi-lagi dia harus menelan kekecewaan saat tidak mendapati orang yang di cari nya itu, dia pun mengambil ponsel nya lalu menghubungi Albert yang juga sedang bingung dengan Maria yang juga tidak dia temukan.
Hanya Diana yang kini bersama nya, memang tadi mereka bersama saat turun dari roof top tapi mereka terpisah saat mencari Maria.
Waktu sudah hampir tengah malam, tapi kedua wanita itu belum juga di temukan, mau tidak mau Albert dan juga Diana dia kembali pulang ke rumah berharap istri dan mertuanya itu sudah kembali ke rumah.
Di tengah perjalanan pulang dia melihat satu mobil yang terparkir di pinggir jalan dan mobil itu adalah mobil milik nya yang di kendarai oleh Geffrey.
Tanpa berkata apa pun Albert langsung turun mencari di mana mertuanya itu berada, dia pun menghampiri nya dengan Diana yang mengikuti di belakangnya.
__ADS_1
"Grey"
Geffrey yang di panggil hanya menoleh sekilas lalu kembali menatap lurus ke arah sungai yang ada di depan nya.
"Apa yang terjadi kenapa Agatha belum pulang ke rumah?"
Geffrey tetap diam dia tidak ingin mengatakan apa pun saat ini, pikiran nya buntu apa lagi saat dia menghubungi anak buahnya untuk mencari istri nya itu tapi sampai saat ini istri itu belum juga di ketahui di mana keberadaan nya.
"Pa"
"Dimana Maria?" tanya Geffrey pada menantu nya.
"Aku tidak tahu kemana pergi nya, aku sudah mencari di setiap sudut mall tapi aku tidak menemukan nya"
"Lalu bagaimana dengan Agatha apa yang terjadi?"
"Aku tanpa sengaja menggenggam tangan Rosaline!"
"Kau tanpa sengaja atau kau memang menginginkan nya?" tuduh Albert pada Geffrey.
"Apa maksudmu?"
"Salah satu wanita yang ada di sana tadi dia adalah------!"
"Berani kau mengatakan itu, maka bersiaplah untuk kehilangan kedua istri mu"
"Apa yang kalian sembunyikan dari kamu!"
"Tidak ada sayang, semua nya terjadi dulu saat kami belum menikah jadi Jahan bahas masalah ini lagi!" terang Geffrey yang tak mau kelakuan buruk nya di ketahui oleh putrinya.
Dreeettt
Dreeettt
"Halo Tuan, saya sudah menemukan di mana keberadaan Nyonya!"
__ADS_1
"Di mana?"
"Apaaaa!"