Aku Madu Sahabat Mama

Aku Madu Sahabat Mama
Aku juga


__ADS_3

"Jadi bagaimana, apa kalian siap untuk menikah satu bulan lagi?" tanya Albert pada kedua nya.


"Kenapa kalian membuat keputusan tanpa melibatkan kami sebagai orang yang akan menjalani kehidupan rumah tangga ini?" akhirnya Kelvin pun membuka suara yang sejak tadi dia tahan.


"Kami pikir kalian sama-sama mencintai jadi kita di sini berupaya untuk menyatukan cinta kalian berdua?"


"Tapi kami tidak saling mencintai Pa" kata Diana, dia berani bersuara setelah Kelvin menunjukkan keberatannya.


"Lalu apa yang kalian lakukan tadi kalau kalian tidak saling mencintai, bukan sekali dua kali baik aku atau pun Albert memergoki kalian jalan berdua dan bergandeng mesra layak nya orang yang saling mencintai!"


"Aku dan Diana sejak kecil telah bersama Om jadi aku rasa apa yang aku lakukan bersama Diana itu murni sebagai sahabat seperti yang kalian lakukan" bantah Kelvin


"Baik aku atau pun Albert kita tidak pernah seperti itu pada sahabat kita, tanyakan saja pada orang nya mereka semua ada di sini"


"Om Grey benar Vin, sebelum menikah ataupun sudah kita tidak pernah berciuman pipi dan kening saat bertemu" kata Albert


Deg!


Mereka berdua Kelvin dan Diana saling pandang, mereka tidak menyangka jika kebiasaan mereka saat bertemu itu di saksikan oleh orang tua masing-masing.


"Secara tidak langsung kamu sudah menyentuh putri Om dan Om mau kamu bertanggung jawab akan hal itu"


"Tapi Pa apa yang kita lakukan semua murni hanya sebagai kakak dan adik, iya kan Vin?" tanya Diana yang di angguki oleh Kelvin.


"Baik kalau kamu tidak mau bertanggung jawab aku akan bawah masalah ini ke jalur hukum aku tidak terima dengan pelecehan yang kamu lakukan pada putri ku!" ancam Geffrey dengan suara tertahan


"Om tidak bisa mela-----"


"Kelvin, jangan buat Papa sama Mama malu dengan kelakuan kamu yang seenaknya saja sama wanita apa lagi itu anak sahabat mama yang sudah Mama anggap anak Mama sendiri"


"Tapi Ma---"

__ADS_1


"Cukuuuup, mau tidak mau kamu harus menikahi Diana, bagaimana pun juga kamu orang pertama yang menyentuh nya jadi kamu juga yang harus menikahi dengan nya sebagai tanggung jawab kamu yang telah menodai nya"


"Astaga aku benar-benar tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi"


"Kalau kalian tidak saling mencintai kenapa kalian berbuat seperti itu?" tanya Agatha


"Ma, apa yang salah dengan semua yang kali lakukan bahkan aku Berani menjamin bahwa aku masih dalam keadaan perawan saat ini" keluh nya frustasi.


"Itu benar Tante aku tidak pernah menyentuh lebih dari tangan dan pipinya" kata Kelvin


"Aku tidak peduli lagi tentang itu, aku menganggap nya sudah tidak utuh lagi!"


"Om, tolong lah jangan seperti ini, aku tahu aku salah tapi apa harus dengan cara itu yang bisa aku lakukan!"


" Tidak ada jalan lain Vin" kata Kelvin.


"Kalau kamu tahu dan faham itu salah kenapa kamu lakukan itu tidak hanya satu dua kali Vin, bahkan setiap kalian bertemu dan berpisah, ada dan tidak nya kami di sama kamu tetep melakukan nya kan?"


"Kalian sudah bukan anak di bawah umur lagi, jadi kalian pasti faham apa yang harus di lakukan dan tidak kalian lakukan di usia kalian sekarang!"


"Aku mencintai orang lain"


"Aku pun sama"


Deg!


Semua orang tampak terkejut dengan apa yang mereka dengar, anak-anak nya mengatakan bahwa mereka sama-sama mencintai orang lain, lalu kedekatan yang selama ini mereka tunjukkan ini, harus di sebut apa?.


Bahkan kedua nya sama-sama khawatir satu sama lain saat di antara mereka ada yang sedang sakit ataupun gagal meraih apa yang di inginkan, sama-sama mendukung satu sama lain.


Tapi saat ini kenapa mereka mengatakan bahwa mereka tidak saling mencintai, apa ini hanya sebuah lelucon yang tengah mereka jalankan, atau hanya ingin.....????

__ADS_1


Atau mereka malu saat di hadapan dengan mereka semua yang seakan mendukung persatuan mereka, tapi bukan kah ini langkah yang baik jika mereka memang sama-sama mencintai, tapi kenapa mereka menolak nya.


Tunggu tadi mereka, mengatakan bahwa mereka mencintai orang lain, dan siapa orang itu???, bahkan dalam keadaan seperti ini pun mereka masih sangat kompak menolak perjodohan ini.


Mungkin kah mereka mereka menutupi perasaan yang ada, karena takut cintanya bertepuk sebelah tangan.


Albert memecah keheningan yang terjadi cukup lama di sana.


"Siapa orang yang kalian cinta, katakan?"


"Iya, kita bisa saja membatalkan perjodohan ini jika kalian saat ini juga membawa orang yang kalian sebutkan tadi!" timpal Geffrey.


Diana terkesiap di sana, dia bingung dan tidak tahu harus berbuat apa?, lantaran orang yang di cintai itu ada di sini, di antara mereka, tapi tidak mungkin dia akan menunjukkan bahwa dia lah orang yang telah mengisi hari-harinya.


Dan Kelvin dia juga diam seribu bahasa, dia mencintai orang yang usianya lebih tua dari nya, mungkin lebih muda dua atau tiga tahun dari sang Mama.


Kelvin pun menatap ragu pada Papanya yang kini tengah memperhatikan nya, sedangkan Geffrey dia menatap cukup tajam pada pria yang secara tidak langsung menolak putri nya yang telah di sentuh oleh nya.


Ingin sekali dia melayangkan tinjuan lada pemuda yang duduk di seberangnya itu, yang kini juga tengah menatap kearah nya, kalau saja dia bukan anak dari sahabat nya bisa di pastikan bahwa dia akan melakukan apa yang terlintas di kepalanya.


Tapi sialnya dia adalah anak dari sahabat nya yang sudah dia anggap sebagai anak kandungnya sendiri, sungguh Geffrey sangat luar biasa bisa menerima penolakan dan juga penghinaan itu.


Ayah mana yang tidak marah saat mengetahui bahwa anak yang begitu dia sayang i segenap jiwa nya itu telah di noda i oleh orang yang begitu dia percaya untuk menjaga nya.


Dia juga tahu bahwa kalimat 'di sentuh' belum sampai ke arah yang jauh, tapi bagaimana pun seorang ayah tidak akan rela anak nya di perlakukan seperti itu.


"Kenapa kalian diam saja?" suara lembut dari Agatha terdengar di sana.


"Kita bisa mempertimbangkan lagi jika orang yang kalian cintai itu lebih baik dari jodoh yang kami siapkan!" lanjut Agatha.


"Apa yang kau katakan Tha, putra ku tidak boleh menjadi pengecut seperti itu, bagaimana kau dengan rela begitu saja putri mu di sentuh tanpa pertanggungjawaban" suara dengan nada tinggi keluar dari mulut Albert.

__ADS_1


"Aku setuju dengan pendapat suami ku Tha, dia berani berbuat harus berani bertanggungjawab, kita tidak tahu kan sejauh apa putraku menyentuh putri mu itu!"


__ADS_2