Aku Madu Sahabat Mama

Aku Madu Sahabat Mama
Berdamai


__ADS_3

maria tidak tahu harus berbuat apa dia bingung dan juga entahlah apa yang di rasakan nya hanya dia yang tahu.


Dia merasa menjadi manusia paling jahat di dunia ini, lihatlah seberapa besar pengorbanan yang di lakukan madu nya itu, dia bahkan tidak memikirkan diri sendiri, sungguh terbuat dari apa hati mu Diana.


"Aku tahu aku jahat, aku masuk kedalam biduk rumah tangga mu, mungkin juga orang akan menganggap ku sebagai Pelakor sadis yang merebut suami dari sahabat mama nya!"


"Tapi ketahuilah Tante, bahwa aku tidak akan pernah merebut posisi mu, aku hanya ingin juga di anggap, aku ingin kita bisa benar-benar berbagi suami kita, itu saja!"


"Kalau aku sampai menyakiti perasaan Tante bukan kah aku juga sama saja menyakiti perasaan ku sendiri, karena bagaimanapun juga ada bagian tubuh ku di dalam tubuh Tante!"


"Aku titip kan dia agar aku bisa merasakan cinta dan ketulusan dari suami kita!"


"Setelah kondisi ku benar-benar pulih aku akan pergi dari sini, jaga om Al dan yang aku titipkan pada Tante!"


"Aku akan hidup jauh dari kalian dan aku tidak akan pernah kembali!"


"Kamu mau kemana?" tanya Maria yang tidak mau Diana pergi dari mereka semua sudah cukup dia kehilangan Kelvin dan tidak lagi dia tidak mau Diana juga pergi setelah semua yang dia korbankan.


Apa lagi kalau semua orang tahu, bahwa Diana lah yang menjadi pendonor dan tahu alasan kepergian nya, pasti mereka akan kecewa pada nya yang tidak mengizinkan Diana tetap di sana.


"Aku tidak tahu yang pasti, aku tidak akan kembali!"


"Tante"


Panggil Diana sambil menggenggam tangan Maria di sana, Diana menatap mata wanita yang mendapatkan cinta yang luar biasa dari Albert suami nya.


Diana tidak pernah sekalipun dalam khayalan nya ingin mendapatkan cinta yang seperti itu dari Albert.


"Boleh aku meminta sesuatu pada Tante, sebagai ganti dari ginjal ku yang aku berikan pada Tante!"


Maria tidak langsung menjawab, satu yang berkecamuk dalam diri, ketakutan terbesar nya saat Diana meminta nya untuk pergi dari kehidupan Albert, dia pun sama dengan Albert yang tidak akan bisa di pisah kan bahkan oleh maut sekali pun.


Maria dengan perasaan yang berdebar tak karuan pun memberanikan diri menatap mata Diana dan bertanya apa yang di inginkan oleh madunya itu.


"Tolong tetap rahasia kan ini sampai kapan pun, aku tidak tahu kenapa Tante bisa menemukan surat itu?"


"Kenapa, Papa cepat atau lambat pasti akan tahu kebenaran ini, dan dia pasti akan jika dia tahu yang sebenarnya dari orang lain!"


"Tidak akan tahu, aku yang akan mengatur nya, aku tidak ingin orang menganggap ku menukar nya dengan suami Tante!"


"Tapiii-------!"


"Tidak ada tapi-tapian kalau Tante sampai mengatakan itu pada siapa pun aku pasti akan membawa Om Al pergi bersama ku dan mengurung nya di suatu tempat!"


"Baik aku akan tetap merahasiakan semua ini, tapi aku juga punya syarat untuk mu!"

__ADS_1


"Apa itu?"


"Kamu harus tetap apa di sini, menemani kamu semua dan mulai sekarang aku akan mencoba untuk berbagi suami seutuhnya!"


"Apa maksud Tante?"


"Apa kamu tidak ingin punya anak?"


Haah


Pikiran Diana Langsung berkelana dari tidak menyangka jika masuk nya itu akan benar-benar menyuruh mereka untuk menghabiskan malam panjang yang tertunda.


"Kenapa melamun?"


"Apa kamu akan menjadi gadis prawan meski sudah menikah!"


Eehh.


Dia tidak salah dengar kan, kalau dia bisa menjadi istri seutuhnya untuk Albert setelah perjuangan panjang serta pengorbanan dan air matanya selama ini.


Kalau benar Diana pasti akan sangat berbahagia untuk itu, dia sudah menunggu lama untuk merasakan sesuatu yang sejak dulu hanya ada dalam angan nya saja.


"Tante tidak bercanda kan?"


"Jangan lah Tante, aku kan juga ingin merasakan nya!"


"Dasar tidak tahu malu" cibir nya.


"Tapi kamu harus berjanji pada ku untuk tidak mengambil nya sepenuhnya, kita bisa berbagi jadwal setelah ini!"


"Terserah Tante saja, aku menurut saja titah ratu!"


"Jadi kita benar-benar akan berbagi kan Tante!"


"Iya , aku minta maaf pada mu yang selama ini melarang Albert untuk tidak menyentuh mu!"


"Tidak apa Tante, aku memang yang datang belakangan jadi harus antri menunggu giliran!"


Ha-ha-haaaaaa


"Aku sangat bersyukur punya madu seperti mu Diana, kamu sama sekali tidak menyakiti hati ku malah aku yang terlalu egois"


"Lupakan itu Tante dan kita bisa memulai semuanya mulai hari ini!"


"Terimakasih atas semua pengorbanan mu Diana! aku tidak tahu harus bagaimana berterima kasih pada mu!"

__ADS_1


"Itu mudah Tante, tetap lah seperti dulu pada ku meski kini status kita berbeda!"


"Baik lah tapi kamu jangan berharap bisa melakukan malam pertama mu hari ini, dokter masih menyarankan kita untuk tidak berhubungan badan selama tiga bulan lama nya!"


"yaaa lama lagi!" rengek nya seperti anak kecil yang meminta permen pada ibu nya.


"Kenapa jadi begini kalau begitu aku tidak akan mengizinkan nya!"


"Aaahhh jangan, iya iya aku akan sabar!"


"Dasar kamu ini, kapan kamu akan melakukan cek kesehatan?"


"Dia Minggu lagi!"


"Kita pergi sama-sama!"


"No Tante semua orang pasti curiga kalau kita pergi berdua!"


"Kenapa,!


"Kamu bisa mengatakan pada semua kalau kamu anyar Tante ke sana!"


"Pasti nya suami bucin nya Tante itu akan mengintili Tante kesana!"


"iya kamu benar, tapi Di apa kamu akan baik-baik saja hanya dengan satu ginjal?" tanya Maria yang mengkhawatirkan keadaan Diana.


"Tante tenang saja, aku juga masih berusaha untuk mendapatkan ganti dari guk jal yang aku donor kan!"


"Bajak kah kalau begitu, apa pekerjaan mu sudah selesai!"


"Aku malas mengerjakan nya!"


"Ayo kita pulang saja!"


"Tunggu sebentar lagi suami kita akan menjemput sebentar lagi!"


"Ah baik lah, aku kan tidur sebentar, nanti bangun kan aku jika om Al sudah datang!"


"Sini tidur di pangkuan ku!"


Diana tidak menolak dia langsung merebahkan kepalanya di pangkuan madu nya, Diana bahagia hari ini karena pada akhirnya dia bisa benar-benar mendapatkan pengakuan dari istri pertama suami nya itu, mereka sepakat untuk menjalani rumah tangga dengan satu raja dan dua ratu yang ada di samping kini dan kanan nya.


sementara Maria dia menekan ego nya di sana, pengorbanan yang di lakukan oleh Diana sudah menunjukkan bahwa dia tidak akan menyingkirkan dia dari tempat nya.


Dia benar-benar yakin untuk berbagi suami dengan ikhlas dan berlapang dada, cukup dia memeras air mata dan juga hati dia yang kesakitan akibat dari egois nya.

__ADS_1


__ADS_2