Aku Madu Sahabat Mama

Aku Madu Sahabat Mama
Akan di mulai


__ADS_3

Maria masuk menutup secara perlahan PP untuk kamar yang tadi dia buka, hati nya sakit saat melihat suaminya itu kini tengah bermesraan dengan istrinya yang lain.


Sekuat apa pun dia berusaha untuk ikhlas tapi tepat saja dia merasakan sakit hati nya, sakit yang mungkin akan terus menemani nya sampai tugas nya di dunia selesai.


Tanpa terasa air mata nya mengalir di pipi nya, dengan cepat dia menghapus air mata nya, suami dan madu nya masih ada di sini, dia tidak ingin orang lain mengetahui bahwa dia berat berat untuk ikhlas, berat untuk berbagi suami dengan wanita lain.


Tapi apa mau di kata air mata nya terus saja mengalir meski dia telah menghapus nya, apa lagi saat dia mendengar suara deru mobil yang bersiap pergi dari sana, dia berjalan kearah jendela dan melihat mobil yang biasa di gunakan suaminya itu keluar dari rumah mereka.


Senyum yang menyiratkan bahwa dia tidak lagi bertahta di hati suaminya, suaminya bukan lagi untuk nya, bukan pria nya yang selalu menempel yang kadang membuat nya risih tapi kini dia merindukan suaminya, tapi sudah lah mungkin ini harus Tuhan untuk kisah cinta nya.


Dia menekan dada nya yang terasa sulit hanya untuk sekedar bernafas, Maria yang terlalu larut dengan sakit hati nya itu tidak menyadari bahwa orang yang dia tangisi ada di belakang nya dengan satu piring makanan dia tangan nya.


"Sampai kapan kamu akan terus membohongi diri mu sendiri sayang!"


Deg


Maria yang terkejut langsung membalikkan badannya menatap suaminya itu kini ada di belakang nya, mata mereka bertemu dan Albert tahu kalau dia sudah menyakiti hati istri pertama nya sedalam itu.


Tapi apa yang harus dia lakukan dia juga harus bisa bersikap adil pada mereka berdua bukan, dan yang Albert bisa lakukan hanya berharap agar kedua istrinya itu tidak saling merasa sakit hati karena di madu oleh nya.


Bukan Albert yang mau tapi takdir alam yang menulis kan bahwa dia di berikan dua jodoh yang harus dia jaga.


Maria menghapus air mata nya, dia berjalan melewati Albert begitu saja, tapi langkah nya terhenti saat Albert memegang tangan nya.


"Bisakah bersikap seperti dulu saat kita bersama tidak kah kamu rindu pada ku?"


Maria tidak menjawab dia hanya diam tanpa mau menatap ke arah suami nya itu.


"Sayang"


"Tidak ada yang berubah dari ku, semua tetap sama bukan?"


"Memang sama, tapi rasanya berbeda, dulu aku mendapatkan semua nya, tidak ada cela yang tidak aku dapatkan"


"Sudah lah jangan membahas yang tidak perlu di bahas, kenapa kamu tidak kembali ke kantor?"


"Aku merindukan istri ku!"


"Kamu memang pembual ulung!"


"Aku belum makan, dan aku tahu kalau kamu juga belum makan, jangan siksa diri mu seperti itu hanya karena aku!"


"Aku sudah makan tadi!"


"Terserah apa kata mu yang pasti sekarang aku mau makan bersama dan tidak ada penolakan!"

__ADS_1


"Apa?" tanya Maria saat Albert memberikan piring berisi nasi dan lauk itu pada nya.


"Suapi aku, aku lapar"


"Dasar kadal bukan nya tadi sudah makan di suapi Diana"


"Aku tahu kamu ngintip tadi"


Skak.


Maria terdiam dia tidak bisa menjawab apapun, dia tidak bisa mengelak karena suaminya itu tahu apa yang dia lakukan tadi.


Albert menuntun Maria duduk di sofa yang ada di kamar dan mendudukkan Maria di pangkuan nya.


Cup.


Maria langsung menghapus bekas kecupan Albert di bibirnya, Albert melotot tidak percaya dengan apa yang di lakukan oleh istrinya itu.


Dia pun kembali mencium bibir nya lagi dan tetap sama Maria tetap menghapus nya, Albert tidak terima dengan semua itu lantas menghujani Maria dengan ciuman yang bertubi-tubi di wajah nya.


"Hentikan kamu kotor!"


"Apa kamu bilang, aku kotor?"


Maria menahan Albert yang ingin menyerang nya lagi, piring yang berisi makan dia letak di sofa samping mereka duduk.


"Kenapa tidak mau aku cium!"


"Pastikan dulu tidak ada bekas ****** ***** kalian dulu!"


Albert tampak menegang di sana saat mendengar ucapan dari Maria, pantas saja istrinya itu marah karena dia bercinta dengan Diana tanpa mendahulukan dia.


"Maafkan aku, tadi ituuuuu"


"Sudah lah tidak perlu di bahas, aku tidak apa, hanya saja aku tidak mau kamu sentuh sebelum kamu benar-benar bersih!"


"Aku sudah mandi sayang!"


"Coba lihat" kata Maria yang kini melepaskan satu persatu kancing kemeja suaminya itu.


"Apa, itu bekas mu sendiri!"


"Mana ada!" ucap Maria sambil mengelus dada bidang suaminya yang terdapat ruam merah di sana.


Tangan itu terus saja meraba dada hingga perutnya, Albert yang tidak ingin lepas kendali pun menangkap tangan liat istrinya itu.

__ADS_1


Sementara Maria hanya tersenyum jahil saat melihat suaminya itu menghentikan kegiatan tangan nya.


"Setidaknya makan lah dulu, baru aku akan dengan senang hati menyenangkan mu!"


Dug.


"Selalu saja, bukan kah tadi kamu sudah dapat dari Diana, menu makan siang yang berbeda"


"Kamu juga akan mendapatkan jatah nya, jadi cepat makan dan suapi aku juga, setelah itu aku kan membawamu pergi mendaki gunung,"


Maria yang tidak mau berdebat lagi pun kini menyuapi suami nya itu, dia juga ikut makan kalau tidak suami nya itu akan tetap memaksa makanan itu masuk ke dalam perut nya meski dengan cara lain.


Dan kini makanan itu sudah berpindah ke dalam perut mereka berdua, Maria yang ingin beranjak pun di tahan oleh suaminya itu.


"Mau kemana?"


"Ambil minum!" jawab Maria yang ingin turun satu pangkuan suaminya.


Albert berdiri tanpa menurunkan Maria yang masih ada di pangkuan, Maria yang terkejut pun langsung melingkarkan kedua kali nya di pinggang suaminya itu.


Dia di bawah ke tempat air minum berada, suaminya itu mengambil air dan memberikan pada nya.


kemudian mereka kembali duduk di sana masih dengan Maria yang ada di pangkuan.


"Sayang" panggil Albert pada istrinya itu.


"Apa pun yang terjadi nanti nya aku hanya ingi kamu percaya pada ku, perang bisnis sekarang sedang di mulai, jadi sebisa mungkin jangan keluar rumah kalau tidak bersama ku atau pun Geffrey!"


"Kenapa memang nya lalu bagaimana dengan Diana!"


"Dia akan baik-baik saja, target mereka adalah kamu dan Agatha!"


"Sebenarnya apa yang mereka inginkan?"


"Dua hal yang mereka inginkan dari ku dan juga Geffrey!


"Apa itu?"


"Kedudukan ku dan berlian kami!"


"Kenapa dia menginginkan semua itu!"


"Dan siapa pelakunya"


"Dia adalah.....!"

__ADS_1


__ADS_2