Aku Madu Sahabat Mama

Aku Madu Sahabat Mama
Sikap manis


__ADS_3

Entah setan apa yang merasuki Albert hingga dia memiliki keberanian untuk menikmati bibir istrinya keduanya itu.


Dia tahu, Diana kesulitan untuk mengimbangi ciuman nya yang sangat brutal itu, dia yang sudah berpengalaman menjelajahi puluhan wanita dan Diana belum pernah melakukan hal itu.


Senyum sungging menghiasi wajah nya, melihat usaha Diana yang berusaha mengimbangi nya meski masih kaku, bahkan Diana terlihat pasrah dan memejamkan matanya menikmati petualangan Albert yang ada di bibir nya.


"Aaaahh!"


"Manis!"


Ucap Albert lagi saat pagutan mereka terlepas, dia mengusap bibir itu dengan ibu jari nya, lihat nya akibat ulah nya bibir seksi istrinya itu kini sedikit membengkak, dan itu membuat nya berbangga hati.


"Kita pulang sayang!"


Ajak Albert pada istrinya itu yang seperti masih belum sadar dari rasa nikmat yang dia berikan, bukti nya Diana masih tetap diam tanpa merespon perkataan suaminya.


"Sayang kamu baik-baik saja!"


"Hey!"


Cup


Diana mengerjap lucu saat Albert kembali mencium bibir nya, kalau saja Albert tidak sadar ini sedang di bandara pasti dia akan kembali menikmati rasa manis yang di suguhkan oleh istrinya itu.


Tapi Albert cukup sadar dari kegilaannya, apa lagi kalau sampai mertuanya itu tahu, maka habis lah dia.


Albert yang merasa Diana belum kembali dari dari buaian bibir nya pun langsung menggendong nya bukan seperti orang lain yang menggendong pasangan nya ala bridal style.


dia lebih memilih memanggul nya bak karung beras, dan hal itu sukses membuat Diana tersadar.


"Aaahh.... Om lepas kan, kenapa memanggul ku seperti ini, akuuuu aku bukan karung beras Om!"


Albert tidak menghiraukan kicauan protes dari istri nya itu did tetap berjalan dengan santai seakan bobo Diana bukan lah hal sulit bagi nya.


"Om turun kan aku om, !"


"Diam lah jangan banyak bergerak!"

__ADS_1


" Turun kan dulu, kita menjadi pusat perhatian Om,"


Plak


"Sakit kenapa memukul ku!"


jawab Diana sambil mencurutkan bibir saat tangan besar suaminya itu memukul kaki nya, satu tangan suaminya itu berada di belakang lutut nya dan yang satu nya memegang i tas kecil milik nya.


Di posisinya yang di panggul dan pandangan nya terbalik dia masih bisa melihat bagaimana orang-orang yang ada di sana memperhatikan mereka berdua bahkan ada yang mengatakan keromantisan seorang Albert yang membuat mereka itu pada nya.


Diana tidak lagi berontak dia diam dengan apa yang di lakukan suami nya itu, dia juga tidak menolak jika suaminya melanjutkan apa yang mereka lakukan di ruang tunggu bandara.


Albert menekan tombol otomatis yang dia ambil dari saku nya, dan pintu mobil dengan sendirinya terbuka.


Albert mendudukkan Diana di samping kursi kemudi, tak lupa dia kembali mencuri ciuman singkat di bibir suaminya, dia yang belum terbiasa dengan sikap Albert yang seperti ini pun, agar nya dia harus membiasakan diri dari serangan dadakan dari suaminya.


Cup


Albert menutup pintu setelah mencuri ciuman dari istri nya itu, ekspresi nya masih tetap sana dan itu membuat ingin segera membuka sagel nya, tapi dia berpikir lagi jika dia melakukan hal yang menyenangkan baginya itu pasti akan menyakiti hati keduanya.


Dan Diana dia juga pasti akan merasa kan hal yang sama dia merasa dirinya hanya sebagai pelampiasan hasrat saat madu nya itu tidak bisa memuaskan suami mereka.


Jadi Albert harus benar-benar memikirkan tentang semua ini, belum lagi kalau mertua nya yang sangat baik hati itu tahu pasti nya dia akan babak belur di hajar mereka berdua.


Albert bergidik ngeri hanya dengan membayangkan nya saja, dia tidak habis pikir kalau itu benar-benar terjadi, pasti lah kebanggaan nya itu akan langsung di potong oleh mertua perempuan nya.


Dan di jadikan pajangan oleh mertua laki-lakinya, Albert langsung merapatkan kedua kakinya, dia tidak ingin itu terjadi, dia harus bersabar untuk semua itu.


Dari pada berakhir fatal dan selama dia tidak bisa menikmati sesapan dan pijatan lembut dari dua wanita yang menjadi istri nya.


Diana tidak menyadari perubahan wajah dari suaminya itu, dia masih melayang meresapi setiap rasa yang menjalar di aliran darah nya.


Sampai akhirnya Diana tersadar bahwa jalan yang mereka lalui bukan menuju rumah nya, dia tidak tahu suaminya itu akan membawanya kemana.


"Om, kita mau kemana?"


"Rahasia!"

__ADS_1


jawab Albert tetap di telinga Diana, tubuhnya kembali memanas saat nafas hangat suami nya itu menerpa kulit nya, dan lagi-lagi seperti Albert benar-benar tidak membiarkan jantung Diana beristirahat walau hanya sejenak.


Dia mengambil tangan istrinya itu membawa nya menyentuh bibirnya, Albert menghirup harum wangi dari tangan wanita yang tersipu malu dengan apa yang dia lakukan.


Bukan hanya itu saja, Albert tetap menggenggam tangan nya, seakan takut bahwa dia pergi meninggalkan nya.


Albert memarkirkan mobilnya di salah satu tempat ternama di sana, dia ingin memberikan satu kejutan untuk istri keduanya itu.


Bukan sesuatu yang mewah, sederhana tapi berkesan itu lah yang Albert lakukan pada Diana.


Tunggu.


Bukan hanya Diana tapi juga istri pertamanya, Albert menyukai apapun yang sederhana tapi berkesan, seperti saat ini, dia membawa istri keduanya itu kejutan seperti yang di katakan oleh istri pertama nya sebagai hadiah atas pencapaian nya di peragaan busana kemarin.


Albert turun dari mobil nya, berjalan memutar untuk membuka kan pintu mobil untuk princess Hamilton, Albert bahkan menyiapkan kain penutup untuk melancarkan surprise nya itu.


"Om kenapa mata ku di tutup?"


"Aku punya kejutan untuk mu, jadi ikuti aku, jangan pernah melepaskan tangan mu dari ku, atau kamu akan terjatuh sayang!"


Diana mengangguk tangan nya memegang erat tangan suaminya, Diana mencoba menerka di mana mereka saat ini, tapi lagi-lagi dia tidak bisa menebak nya.


Tapi samar-samar dia mendengar suara deburan ombak di sana, Diana menyimpulkan bahwa mereka saat ini sedang ada di pantai.


Apa yang di rencanakan Albert kenapa dia di bawah ke sini, atau mungkin Albert ingin membuangnya di sini, setelah apa yang dia lakukan, apa karena dia tidak lagi sempurna hingga suaminya itu ingin melenyapkan nya.


pikiran buruk Diana mendominasi di sana, bahkan langkah nya terasa berat hanya untuk mengikuti suaminya itu, dan Albert menyadari bahwa Diana berjalan lambat di sana.


"Sayang kamu baik-baik saja kan?"


Diana terkesiap di sana, dia bahkan juga memikirkan tentang semua perlakuan Albert yang tiba-tiba berubah manis pada nya, kenapa Diana baru sekarang menyadari nya, kenapa dia malah terbuai oleh permainan kadal buntung perayu wanita ini.


Diana hanya bisa pasrah dengan nasib nya yang tidak pernah beruntung ini.


"Om jangan om, aku salah apa kenapa Om melakukan ini pada ku, ingat om aku ini putri sahabat mu!"


Haaahh

__ADS_1


__ADS_2