
"Kalau aku yang melanggarnya bagaimana Pa?"
Eehhh.
Diana kau ini kenapa selalu menjadi api saat bara sudah mulai menyurutkan api nya, dan lihatlah kau berkata seperti itu hanya masalah kecil saja.
"Apa maksudmu Di, kamu benar-benar ingin menjadi madu dari sahabat mama?" tanya Stevani yang tidak habis pikir dengan adik nya, kenapa dia seperti orang yang begitu mencintai Albert.
"Bukan kah memang aku sudah menjadi madu Tante Maria, biar bagaimanapun nanti statusku sudah menjadi janda kak, lalu di mana salah nya?"
"Tapi bukan kah kamu sendiri hanya meminta status saja kemarin, agar nama besar keluarga kita tidak tercoreng di publik karena kesalahan satu orang" tanya Maria
"Tante benar, lalu jika nanti kita bisa benar-benar berbagi suami apa boleh buat, semua sudah kehendak semesta bukan?"
"Sudah lah, hentikan semua ini, kita semua jalani saja setidak nya sampai satu tahun ini, setelah itu putuskan apa yang kalian bertiga ingin kan"
"Apa maksudmu Grey?" tanya Albert memicing kan mata nya.
"Apa kalian akan terus terikat dengan pernikahan palsu ini selama nya, dan lagi aku tidak akan pernah benar-benar mengijinkan kamu menjadi suami dari putri ku seutuh nya!"
"Pa dia suamiku, jadi itu bukan hal tabu jika aku melakukannya dengan Om Al!"
"Terserah, apapun itu yang pasti aku tidak ingin semua menjadi Boomerang untuk kita kedepannya, jika nanti ada sesuatu katakan seperti biasa, jangan mengambil keputusan sepihak, terlebih kamu Maria!"
"Iya kamu benar Grey, pasti nya akan banyak orang yang menggunjing kita nanti, tapi apapun itu aku mohon, kuatkan aku dalam segala hal"
Ucap nya sambil menunduk menghapus air matanya.
Diana yang duduk di sebelah nya pun langsung memeluk nya dan berusaha menenangkan nya.
"Tante bisa anggap aku anak Tante seperti biasa nya, tidak akan ada yang berubah dan lagi jangan cemburu jika aku tetap manja pada Om Al!"
"Kamu tetap princess Hamilton, dan itu tidak akan berubah sampai kapan pun!" kata Albert sambil tersenyum yang membuat hati Diana langsung meleleh.
"Kamu tetap tinggal di rumah seperti biasa nya Diana, tidak ada bantahan untuk ini!"
"Secara hukum aku suaminya dan seorang istri harus ikut kemana pun suami pergi, jadi aku akan memboyong Diana ke rumah!"
"Aku tidak setuju Al"
"Kenapa tidak setuju, dia istri ku jadi tanggung jawabnya sudah ada di tangan ku, jadi terserah aku mau membawanya kemana?"
__ADS_1
"Kamu jangan merusak pagar milik mu sendiri Albert!" ucap Geffrey sambil menekan suaranya.
"Apa yang kalian pikirkan, baik aku dan Diana kita saling menyayangi sama seperti mu yang menyayangi nya jadi apa yang kalian takutkan, lagi pula Diana juga tidak mungkin jatuh cinta pada ku!"
Deg.
"Tetap saja Al, mencampurkan dua ratu dalam satu istana itu akan membuat istana itu hancur dan menyakiti satu sama lain!" ucap Agatha.
"Sudah-sudah Diana bisa tinggal di mana saja, di rumah ku dia juga punya kamar, jadi terserah dia mau tinggal di mana?"
"Tante benar lagi pula rumah kita berdekatan, jadi jika nanti Om Al jahat pada ku atau pun Tante Maria, aku bisa dengan mudah pulang ke rumah!"
Ha-ha-haaaaaa
"Ada-ada saja kamu ini Di, jika ingin sudah sejak dulu aku lakukan, kamu sering membuat suamiku kepayahan saat kamu merajuk!" sahut Maria
"Terserah kalian kalau begitu!" ucap Geffrey akhirnya.
Geffrey buka tidak tahu, hanya saja dia memilih bungkam, dia tahu bahwa putrinya itu mencintai sahabat nya, dari tatapan mata, sikap dan sifat Diana tidak menunjukkan dia menganggap Albert sana seperti diri nya.
Bahkan sejak lama dia tahu tapi dia juga tidak bisa menghentikan semua, atas dasar apa dia tiba-tiba melarang kedekatan mereka.
Juga Geffrey kemarin sempat kaget saat putri nya itu menunjukkan Albert sebagai pengantin pengganti, Kalau di pikir-pikir Albert juga pasti merasa tentang perasaan Diana pada nya, yang bukan lagi seperti ayah dan anak.
...****************...
Mereka pun pulang ke rumah masing-masing Stevani juga pulang ke rumah nya sendiri dan David dia langsung terbang kembali ke negara tempatnya mengembangkan potensi dirinya.
Diana masuk ke dalamnya rumah, tanpa menghiraukan semua orang yang ada di sana, dia langsung masuk menuju kamar nya, tak lupa dia pun menguncinya.
Diana menatap langit-langit kamar nya, dia merangkai kembali potongan ingatan demi ingatan yang terekam jelas di memori otak nya.
Dia bahagia sekaligus sedikit dengan keputusan yang di ambil oleh Albert yang tidak mau menyentuh nya bahkan meninggalkan di malam pengantin mereka.
Lalu apa yang di harapkan dari semua itu, apa dia menginginkan pernikahan normal seperti pasangan pada umumnya, Tetu saja tidak bisa bukan.
Bukan hanya karena cinta nya yang bertepuk sebelah tangan, tapi cinta nya juga termilik oleh seorang wanita yang menjadi titik poros kehidupan pria yang selama ini dia damba.
Dia cukup bahagia saat ini, setidak nya dia bisa mendapatkan tempat yang dia inginkan meski Albert tidak menganggap nya sebagai seorang istri.
Tugas pertamanya telah selesai dan kini dia tinggal menjalani dua tugas lagi,
__ADS_1
Tunggu...
Tugas,,,,,
Tugas apa yang di maksud Diana?.
Apa dia sedang merencanakan untuk menggeser posisi Maria di hari suaminya apa dia akan benar-benar menjadi Pelakor yang merusak kepercayaan orang yang telah tulus menyayangi nya itu.
Oohh tentu tidak,,,,
Diana akan bermain dengan manis di sini, hingga tidak akan membuat orang menyadari bahwa Albert berada di genggaman nya tanpa harus membuat Maria pergi atau pun menyakiti nya.
Lalu tugas apakah yang di maksud oleh Diana?
tinggal dua lagi bukan
yang satu adalah membuat Maria benar-benar dengan Suak rela membagi kehangatan ranjang milik suaminya itu pada nya, sedangkan yang ketiga adalah membuat Albert mau menyentuh dirinya dan membawa nya menuju puncak.
Jangan lupakan juga dia harus membuat kan cucu yang cantik untuk papa dan mama nya itu, dan itu bisa terwujud kan jika Albert mau memasukkan benih cinta di rahim nya.
Diana terus saja membayangkan bagaimana jika hari itu benar-benar terjadi mungkin dia akan menjadi manusia paling bahagia di sana, bisa berdiri di depan altar bersama Albert merupakan hal yang sangat dia inginkan tapi dia hanya bisa berangan saja bukan.
Tapi rupanya takdir berbaik hati pada nya dengan mengabulkan harapan nya itu, sekarang yang dia harus lakukan adalah menarik perhatian dari Albert agar pria tua kesayangannya itu melihat kearah nya.
Dan menjadi tempat berbagi yang baik untuk Maria, agar dia juga bisa merasakan ketulusan nya itu.
Diana sadar dia orang ketiga di dalam rumah tangga Albert dan Maria, dan dia hanya ingin menjadi madu bukan ratu yang mendampingi raja, dia ingin seperti Albert yang menjadi ayah kedua bagi nya.
Semalam utuh dia memikirkan semua ini, dan ini lah keputusan nya, bahwa dia tidak akan membuka hati untuk pria mana pun, dia akan tetap menjadi istri Albert, meski dia harus benar-benar berlapang dada jika Albert tidak melihat nya sama sekali.
Diana memang gila dengan pilihan nya, tapi Diana tetap lah Diana yang keras kepala dan harus mendapatkan apa yang dia inginkan.
Dia akan tetap menjadi anak manis kesayangan mereka semua dan berjalan pelan tapi pasti untuk memantaskan diri, dan setara dengan Maria.
Dia harus banyak berguru pada madu nya itu, untuk menyenangkan hati suaminya meski tidak di ranjang, bukan kah pernikahan bukan hanya tentang ranjang saja, masih banyak hal lain yang bisa mereka lakukan bersama.
Dan jika saat itu tiba Diana tidak akan menyia-nyiakan kesempatan itu untuk menaklukkan sahabat papa nya yang membuatnya gila selama ini.
Dia akan memberikan kesan yang tidak akan pernah dia lupakan seumur hidup dan itu harus menjadi salah satu moment selalu di nantikan oleh suaminya itu.
Lihat saja sampai berapa lama Albert bisa tahan dengan pesona nya, apalagi mereka kini sudah menjadi suami istri.
__ADS_1
Tidak ada salah nya bukan kalau dia berbuat sedikit "NAKAL" pada suaminya itu, dan juga memberikan sedikit sentilan pada madu nya itu agar memberi nya jalan untuk mencicipi hidangan utama pernikahan.
eeehhh