Aku Madu Sahabat Mama

Aku Madu Sahabat Mama
Teman lama


__ADS_3

"Ariel, kamu ada di sini,?"


"Iya, aku baru pulang satu bulan yang lalu,!"


"Bagaimana kabarmu?"


"Aku baik, kamu sendiri bagaimana?"


"Seperti yang kamu lihat aku masih tampan seperti dulu!"


"Ya ya, aku percaya itu, jadi katakan pada ku apa yang kamu lakukan di sini? Apa kamu sedang sakit?" tanya Diana pada teman kuliah nya itu.


"No no no, aku hanya menemani mommy ku cek kesehatan saja, kamu tahu sendiri dia sangat manja jika ada di sekelilingnya, Ha-ha-ha!"


"Kamu ini bisa saja, lalu di mana Tante Ambar? lama aku tidak bertemu dengan nya, terakhir aku bertemu saat Tante mampir ke butik ku, sekitar enam bulan yang lalu!"


"Oh ya, sekarang Mama masih di periksa dokter, kamu sendiri apa yang kamu lakukan di sini dan ini kenapa kamu membeli banyak makanan?" tanya Ariel sambil menunjuk ke tangan Diana yang sedang menenteng paper bag.


"Oh ini, Tante Maria sedang sakit dan saat ini sedang di rawat di sini!"


"Tante Maria, mama nya Kelvin istri dari Om Albert Hamilton kan?"


Diana mengangguk, membenarkan ucapan dari teman satu kelas nya saat duduk di bangku kuliah, namun mereka terpisah saat Ariel memilih melanjutkan kuliah nya di Paris Prancis.


Hati nya bergemuruh sakit saat dunia hanya memandang Maria lah Nyonya Hamilton yang di akui oleh semua orang, namun tidak dengan nya yang tidak pernah terlihat oleh mereka, sedikit pun tidak pernah.


"Di, Diana?


" Hey, kamu baik-baik saja kan Di?"


"Ah iya apa? kamu bicara apa?"


"aku memanggil mu sejak tadi tapi kamu tidak menjawab, apa yang sedang kamu pikirkan?" tanya Ariel.


"Aaaakuu--- baik-baik saja, ya sudah kalau begitu aku ke sana dulu nanti mereka akan mencari ku jika aku terlalu lam si sini!"


"Aku akan mengantarmu!"


"Tidak perlu, aku bisa sendiri, nanti Tante Ambar mencari mu!"


"Baik lah, tapi berikan aku nomor kamu, akan menghubungi mu nanti!"


Diana menyebutkan nomor ponsel nya yang langsung di ponsel pintar nya, menekan tombol panggilan, dan tak lama ponsel Diana pun berbunyi.


"Simpan nomor ku cantik, nanti aku akan menghubungi!"


Diana kembali ke ruang inap Maria setelah berbincang-bincang sebentar dengan Ariel, di jauh melihat suaminya itu sudah duduk seperti biasanya tidak lagi menyandarkan kepalanya pada pundak sang Mama.

__ADS_1


Bukan dia yang tidak mau tapi Albert yang tidak pernah melihatnya bukan, jadi biarkan semua seperti ini sampai mereka semua lelah dan menyerah pada akhirnya.


"Kenapa lama sekali?" tanya Albert tiba-tiba Saat dia sudah mendekat.


"Iiiyaaa, akuuu bertemu dengan teman ku tadi!"


"Siapa dia sayang?" tanya Agatha sambil menerima nasi dari tangan putri nya.


"Ariel Ma, apa Mama ingat dia putra dari Om Gilbert dan Tante Ambar!"


"Pemilik industri musik Gilbert production itu kah?"


"Aku tidak tahu pa!"


"Ini makan lah Om? kalau Om tidak mau makan bisa-bisa nanti saat Tante Maria terbangun dia bisa memarahi ku, karena menelantarkan suami nya!"


Uhuk


Agatha tersedak mendengar ucapan putri nya itu, dia melihat sekilas lalu pura-pura tidak mendengar apapun di sana, begitu juga dengan Geffrey dia juga makan makanan nya tanpa menghiraukan anak dan menantu tua nya itu.


"Nanti saja aku makan Di, aku tidak lapar!"


'Di'


Sejak kapan?


Sejak kapan suami nya itu memanggil nama nya, ah iya dia ingat sejak saat ini bukan, mungkin mulai saat ini dia harus terbiasa dengan Albert yang memanggil nya dengan sebutan nama bukan lagi 'Sayang' ataupun 'princess Hamilton' lagi.


Baiklah Diana akan menjaga hati nya saat ini untuk tidak lagi menumbuhkan rasa cinta nya pada Albert, mungkin nanti dia akan mengajukan permohonan Cerai, nanti jika sudah saat nya, mungkin tinggal menunggu waktu sampai Maria sehat dan dia bisa pergi yang jauh untuk mencari cinta sejati nya.


Cukup dia merasakan sakit nya tidak dianggap, dia menyerah dia tidak lagi ingin memperjuangkan cinta nya, cukup sampai di sini dan akan berhenti pada titik ini saja.


"Makan lah Om, sedikit saja sejak tadi pagi om belum makan sama sekali!"


"Nanti saja!"


"Ya sudah, kalau tidak mau makan, aku juga tidak akan makan biar saja aku sakit buat bisa menemani Tante Maria di sana!"


jawab nya sambil menunjuk ke ruang perawatan.


Diana kembali pada sifat nya dulu yang manja pada Albert bukan seperti saat dia yang selama satu tahun ini mencoba bersikap dewasa dan tidak pernah lagi merengek ini itu pada Albert.


dia ingin menunjukkan bahwa dia bisa menjadi istri yang baik untuk suami sama seperti Maria yang menjadi tolak ukur nya, tapi kini dia tidak ingin seperti itu lagi dia akan kembali seperti dulu saat sebelum mereka menikah.


"Kamu makanlah, Om tidak mau kamu sakit!"


"Sudah aku bilang kalau aku akan makan jika Om juga makan, kalau tidak ya sudah biarkan saja dua istri Om ini sama-sama sakit, dan orang akan mengatakan kalau Om jahat pada istri-istrinya !"

__ADS_1


Prrrttt


Nasi di dalam mulut Agatha menyembur keluar saat mendengar obrolan absurd anak dan menantu nya itu.


Dan itu menarik perhatian dua orang yang tengah berdebat itu.


"Apa kau juga mau mengejek ku?"


"Kamu sungguh durhaka jadi menantu Al, tidak ada sopan-sopan nya pada mertua, heran aku!"


"Kau mertua, sungguh tidak pernah aku membayangkan jadi menantu mu!"


"Tapi nyatanya itu lah yang terjadi!"


"kalian ini bisa diam tidak sih, ini di mana?, tidak tahu tempat!"


"Kau juga Al cepat makan, kau bukan lagi anak ABG yang harus di bujuk untuk makan!"


"Malu dengan umur mu yang sudah tua itu, lagi pula Maria tidak akan bangun hanya untuk menyuruh mu makan, istri dua tapi kelakuan persis bayi!"


"Grey kau----!"


"Apa cepat makan, jangan buat istri kedua mu juga ikut terkapar karena ulah mu juga!"


Mereka semua terdiam saat Geffrey sudah mengeluarkan taring nya, tidak ada yang berani membantahnya, bahkan Albert sekali pun.


"Sayang aku harus ke kantor sebentar, awasi dua anak mu itu jika tidak makan laporkan pada ku aku sendiri yang akan memaksa nya makan!"


"Tenang saja, aku akan mengawasi mereka berdua, satu ABG tua dan satu nya lagi ABG labil!"


"Semua akan aman di bawah kendali ku!"


"Aku pergi dulu!"


Geffrey langsung pergi meninggalkan ketiga nya di sana, dia harus menghadiri meeting yang sudah lama tertunda karena kesibukan nya.


"Kemarikan nasi nya Di,!"


"Ini!"


"Kamu juga makan lah, kamu tahu kan seperti apa papa mu itu!"


"Suapi"


Prok


Prok

__ADS_1


Prok


"Seperti kalian sangat bahagia ya,"


__ADS_2