
Satu bulan telah berlalu.
Tidak apa yang berubah dari sikap semua orang yang terlibat hubungan pernikahan palsu yang Diana dan Albert lakukan, Albert memegang teguh prinsip nya untuk tidak meniduri istri kedua nya.
Persis seperti apa yang di inginkan oleh istri pertama nya dan juga mertua nya itu, Diana juga tetep tinggal di rumah orang tuanya yang berhadapan langsung dengan rumah suaminya itu.
Maria juga tetap bersikap layak nya seorang ibu pada Diana, semua sama dan akan selalu seperti itu, sampai Diana sendiri yang akan mundur dari posisi bayangan nya.
Tapi Diana tetap lah Diana dia bersumpah hanya akan menikah satu kali, dia tidak akan pernah mundur dari tempat nya dsn juga tidak akan membiarkan.aria mundur dari tempat nya.
Dia percaya bahwa mereka bisa menjalani semua nya dengan indah dan sesuai dengan apa yang dia ingin kan.
Apa kamu tidak sadar Diana bahwa semua tidak selalu berjalan sesuai rencana yang telah kamu rancang, campur tangan semesta lah yang menentukan semua yang terjadi di sini.
Malam ini,
Mereka semua berkumpul di rumah Geffrey, tidak ada yang spesial sebenarnya hanya meluangkan waktu bersama setelah ketegangan yang terjadi satu bulan ini.
"Sudah lama kita tidak saling berkumpul seperti ini!" kata Albert yang duduk di salah satu sofa di ruang keluarga di rumah Geffrey tentu nya.
"Kau sendiri yang sok sibuk, sampai-sampai melupakan janji mu!" ucap Agatha dengan sewot di wajah nya.
Albert menyengitkan dahi nya, melupakan janji, janji yang mana? kenapa dia tidak mengingat nya sama sekali.
"Janji apa?"
"Menantu mu itu sudah tua Tha, jadi harap maklum jika dia mulai pikun!" jawab Maria dengan raut yang tak jauh beda dari mertua suaminya itu.
"Kalian ini, janji apa yang aku lupakan,?"
"Aku pun juga terlupakan Ma!" Rajuk nya.
"Sayang kamu batu pulang?"
"Iya ada pelanggan tadi yang komplain mengenai desain gaun pengantin nya, jadi aku harus sedikit merubah nya!" jawab nya sambil mendudukkan dirinya di samping Albert.
"Jangan terlalu lelah bekerja kamu juga harus menjaga kesehatan mu sayang!" kata Albert sambil membelai rambutnya, dia sampai memejamkan matanya saat tangan besar Albert berada di kepalanya.
"Bagaimana aku tidak boleh berkerja keras lagi, sedangkan aku tidak mendapatkan uang jajan lagi dari Papa!" ucap nya sambil memanyun kan bibir nya.
Kini semua orang menatap ke arah Geffrey yang melotot kan mata nya pada putrinya itu, yang benar saja, tiap bulan dia masih memberikan anak-anak nya uang sebesar 100jt untuk jajan mereka, termasuk Stevani yang sudah menikah.
eeehhhh.
Bukan kah Diana juga sudah menikah, dan lagi bukan kah Albert bilang bahwa dia akan memberikan nafkah lahir pada putrinya itu.
__ADS_1
Apa Diana tidak mendapatkan hak nya seperti nafkah batin nya, ini tidak bisa di biar kan Begitu saja, enak sekali dia hanya menikah tanpa mencukupi kebutuhan nya.
Ya meskipun itu hanya nafkah satu sisi saja.
"Kemarin aku sudah menandatangani surat laporan dari Johan yang itu adalah bukti transfer untuk kalian berempat lalu kemana uang nya?"
Diana hanya menyengir saat mendengar bantahan dari papa nya itu, nyatanya uang itu memang sudah masuk ke dalam rekening milik nya.
"Coba cek lagi sayang siapa tahu kamu melewatkan nya?"
"Sudah Tante semua sudah di cek tapi masih belum juga masuk?"
"Johan, cek kembali uang yang kamu kirim kan pada Diana, uang nya tidak masuk ke dalam rekening milik nya"
"Aaahh,,,, lebih dalam lagi bebby...ahhh"
"Aku tidak mau tahu apa pun yang sedang kau lakukan hentikan saat ini juga, cepat kerjakan atau besok tidak usah datang lagi ke kantor"
"Sial"
Johan langsung melepaskan penyatuan nya yang hampir saja mencapai puncak nya, sedangkan wanita yang sedang di senangkan oleh Johan itu mendesah kesal saat kenikmatan nya terhenti begitu saja.
Johan yang paham pun akan kekecewaan partner nya itu pun langsung mencium nya sambil tersenyum.
cup
wanita itu tersenyum kembali saat Johan berkata akan melakukan nya lagi, di mendekat ke arah Johan tangan nya meraih benda panjang milik, sedangkan Johan dia membiarkan saja apa yang di lakukan wanita itu.
Johan mengirimkan bukti bahwa transfer yang dia kirim sudah masuk ke rekening putri ke dua Bos nya, tentu saja itu hal yang mudah untuk nya menyadap akun rekening bank milik siapa pun itu yang dia inginkan tentu nya.
Ting.
"Ayo kita lanjutkan aku akan membuat tidak melupakan malam ini!"
Geffrey kembali membuka ponselnya, dia kembali menatap penuh tanya pada Diana, uang itu sudah masuk tapi kenapa Diana bilang belum, apa yang dia ingin, atau mungkin uang yang dia kirim kan tidak cukup, tapi mana mungkin.
Dia sedikit tahu mengenai putri nya itu yang tidak suka berbelanja barang-barang yang menurut nya tidak penting.
Diana yang merasa sedang di perhatikan oleh ayah nya itu langsung bersembunyi di ketiak Albert, dia takut di sembur oleh ayah nya itu.
"Uang sudah masuk kenapa kamu berbohong, sudah sering papa katakan bahwa papa tidak suka pembohong"
Nah benar bukan ayah nya itu pasti marah jika anak atau pun istrinya itu berbohong, Geffrey tidak pernah melarang anak dan istrinya membeli ini dan itu, tapi semua harus jelas kegunaan nya.
Dan baik itu anak atau pun istrinya selalu menuruti semua perkataan Geffrey, jika tidak maka ancaman yang di berikan nya tidak main-main dan merek tidak akan sanggup menerima hukuman tersebut.
__ADS_1
"Uang dari Papa memang sudah masuk tapi ada orang yang melupakan janji nya, kemarin ada orang yang bilang akan memberikan aku nafkah lahir tapi sudah satu bulan ini aku menunggu nya tapi ternyata zonk!" jawab nya sambil menjauhkan diri dari Albert.
Dia berdiri dan berniat akan masuk kedalam kamar nya, setelah mengungkit masalah nafkah dari Albert.
Pandangan Geffrey dan ke dua orang ada di sana langsung mengarah tajam pada Albert yang salah tingkah karena melupakan janji nya.
"Kalau princess nya saja di lupakan bagaimana kita yang hanya para dayang Ria?"
"Kamu benar, dia sudah melupakan semuanya, entah lah apa yang dia pikirkan?"
"Mungil dia ingin menambah istri lagi!"
Uhuk.
Albert tersedak ludah nya sendiri saat mendengar ucapan absurd dari mama mertua nya itu.
Sedangkan Diana dia langsung berbalik arah dan menatap tajam pada suaminya itu, dia kembali mendekati dengan wajah marahnya.
Albert tiba-tiba merasakan sesak nafas saat tatapan dua istri nya itu mengarah pada nya, dia kemudian menatap penuh permusuhan pada ibu mertua nya itu, bisa-bisanya dia mengucapkan kalimat perang itu.
"Kau mau menikah lagi Al?" tanya Geffrey menyiramkan bahan bakar di dalam bara api.
"Kenapa aku yang sahabat tidak tahu?"
"Diam lah kau grey kau tidak lihat mereka sudah seperti ingin memakan ku mentah-mentah!"
"Ooohhh, jadi begini Tante kelakuan suami kita, bagaimana kalau kita mengikat nya saja di rumah!"
"No, itu tidak akan banyak berpengaruh, perempuan gatal di luar sana juga banyak yang mau mengeluarkan uang nya untuk mendapatkan laki-laki incaran nya?"
"Jadi apa yang sekarang minta yang menjadi hal mu sebagai madu ku!"
Albert hanya diam sambil terus memperhatikan dua orang yang kini sedang berdiskusi, yang dia takut hanya satu jika mereka bersekongkol bisa-bisa pergerakan akan terbatas dan hanya akan terkurung di perusahaan nya saja.
Tanpa bisa keluar sekedar menikmati teh di pinggir pantai yang menjadi hobi nya kala dia mereka jenuh dengan segala aktivitas kantor nya.
"Kamu benar Tante!, Jadi berikan aku kartu kredit yang sama dengan milik Tante, aku juga istri mu om jadi harus adil!"
Geffrey dan Agatha hanya diam memperhatikan apa yang di lakukan oleh dua perempuan di hadapan nya yang tengah kalang kabut karena ulah iseng nya.
sedangkan Albert hanya bisa diam tanpa membantah apa pun itu, yang pasti apapun yang dia lakukan pasti akan tetap kalah.
Seperti saat Albert mengambil dompet nya lalu menyodorkan dua kartu kredit gold dan platinum ke arah Diana, satu tangan nya menerima kartu itu dan satu lagi dia merebut dompet itu.
"Tidak akan aman jika kadal ini memegang uang Tante, lebih baik dompet nya kamu simpan saja, nah...!" kata Diana sambil memberikan dompet milik suaminya itu pada istri pertama.
__ADS_1
Haaaa-haha-aa