
Kini Albert sudah ada di bandara, dia tengah menunggu istri keduanya itu turun dari pesawat yang di tumpangi nya.
Dia tidak mengatakan bahwa dia akan menjemput tapi tadi Diana mengatakan bahwa dia akan ikut penerbangan jam tiga sore dan baru akan mendarat jam enam waktu setempat.
Dan kini sudah jam enam tepat pemberitahuan juga sudah di bacakan sejak tadi, Albert menunggu Diana dia depan pintu keluar, dia duduk di sana sambil terus memperhatikan satu per satu penumpang yang sudah selesai dengan serangkaian kegiatan saat turun dari pesawat.
Albert yang memang masih mempesona di usia yang sudah memasuki angka empat memang tidak bisa di ragukan lagi, wajah tampan nya menyihir para wanita hanya sekali tatap saja.
Apa lagi saat ini di menggunakan baju casual dengan sport shoes yang membuat kadar ketampanannya bertambah dua kali lipat, jangan lupakan juga kaca mata hitam yang menutupi mata seksi nya.
Dia adalah definisi sugar Daddy incaran para gadis remaja yang ingin berpetualang mencari sesuatu yang baru dan memacu adrenalin.
Tapi kini Albert tidak ingin main-main lagi, cukup dua istri saja sedang membuat nya pening apa lagi jika bertambah satu lagi.
Jangan lupakan juga sahabat perempuan nya yang bahkan lebih cerewet pada nya di bandingkan kedua istrinya.
Pandangan Albert terhenti saat melihat wanita yang di tunggu nya itu sudah keluar dari bandara, dengan masih menggunakan baju kerja nya Diana tampak begitu cantik dan anggun di sana.
Caranya berjalan sudah menunjukkan bahwa dia adalah sosok wanita berkelas yang menjadi incaran para pria untuk menjadi nya istri.
Albert bisa di katan sangat beruntung bisa menikahi Diana meskipun status mereka belum jelas hanya pernikahan di atas kertas yang tengah mereka jalani.
Albert mendekat ke arah Diana bajakan mereka kini berjalan sejajar namun rupanya diana tidak menyadari kehadirannya di sana, dia sibuk dengan ponselnya entah dia sedang menghubungi siapa.
Semua pegawai milik Diana yang terlibat di usir oleh Albert hanya dengan satu gerakan tangan, mereka menundukkan kepalanya pada suami dari atas nya itu, mereka langsung berpencar disana.
"Jennifer, besok kita libur dulu, aku ingin memulihkan tenaga ku dan kita akan melanjutkan semuanya keesokan harinya!"
Tidak ada jawaban di sana, sampai Diana harus mengulang kembali perkataan nya tadi.
"Jenni apa kamu mendengar ku!"
"Maafkan saya Nona muda ada yang bisa saya bantu!"
Deg.
__ADS_1
Suara itu.
Diana menghentikan langkah kaki nya, tanpa berani menoleh ke arah sumber suara.
bukan kah itu,,,,,????
Tidak
Tidak mungkin suaminya itu ada di sini menjemput nya, apa lagi kakak madu nya jam tujuh nanti akan pulang kerumah nya.
Diana berfikir bahwa dia tengah berhalusinasi atau mungkin karena dia sangat merindukan pria tuanya itu, sampai-sampai suara nya terdengar di telinga nya.
"Di!"
Suara itu lagi lagi terdengar di telinga nya, Diana marah pada diri nya sendiri yang entah kenapa tidak bisa melupakan sosok laki-laki yang selalu menjadi bunga tidur nya.
"Ada apa sayang, kamu baik-baik saja kan?"
"Hay princess Hamilton!"
Sumpah demi apapun dia membenci suara itu yang terus mengalun indah di telinga, dia sampai memejamkan mata nya.
Dia tidak akan peduli lagi dengan apa pun dia akan melakukan apapun yang sejak dulu sangat dia inginkan.
Diana membuka mata nya setelah memantapkan hati nya dan lihatlah suaminya ada di sana menjemput nya, apakah ini nyata?.
Dia tidak sedang bermimpi kan dia juga sedang tidak berhalusinasi semua nyata, air matanya mengalir deras dan langsung masuk kedalam dekapan hangat suaminya.
Albert pun membalas pelukan diana dengan hangat, dia juga menumpahkan segala rasa yang sampai saat ini belum dia sadar bahwa dia sudah jatuh kedalam pesona istri keduanya itu.
Istri keduanya yang tidak pernah menuntut perhatian lebih dari nya bahkan selama ini dia selalu mengalah pada Maria, Albert sungguh merasa bersalah karena tidak bisa berbuat adil pada istri keduanya.
mungkin nanti dia akan membicarakan tentang semua ini dengan Maria, Albert sungguh tidak ingin melepaskan Diana untuk laki-laki lain.
Hanya dengan membayangkan nya saja hati nya sudah sakit lalu bagaimana jika itu benar-benar terjadi, dia tidak lagi bisa memegang janjinya pada papa mertua nya itu.
__ADS_1
Janjinya yang akan mengantarkan Diana ke altar pernikahan nya, tidak Albert tidak mau itu, dia akan menentang semua orang agar dia tetep bisa bersama dengan istri kedua nya itu.
Satu bulan tidak bertemu dengan Diana membuat nya gelisah dan takut jika Diana dekat dengan laki-laki lain, untung saja dia tidak sampai uring-uringan hanya karena menahan rindu nya pada Diana.
Cukup selama ini Diana yang berjuang untuk rumah tangga mereka dan kini saat nya dia yang harus memperjuangkan nya, ketulusan dan cinta Diana pasti juga akan meluluhkan hati Maria, Albert yakin akan hal itu, dan jika nanti semua sudah ada dalam genggaman nya dia berjanji akan berlaku adil pada kedua istrinya.
Dia tidak ingin lagi melihat air mata yang keluar dari mata kedua wanita nya baik itu Maria atau pun Diana.
Cukup lama mereka berpelukan di antara hilir mudik manusia yang ada di sana, sampai Albert melepaskan pelukan mereka, lihatlah betapa bahagianya istrinya itu hanya karena dia menjemput, hanya itu saja rona bahagia terpancar dari wajah Diana yang kini di bingkai oleh kedua tangan besar suami nya.
Tatapan mata Albert tertuju pada bibir seksi milik Diana, tatapan yang tidak pernah Diana lihat dari sosok laki-laki yang sudah satu tahun lebih menjadi suami nya.
"Bolehkan?" tanya Albert yang meminta ijin untuk menikmati bibir nya sambil menatap mata Diana dengan tatapan hangat di sana.
Diana mengangguk malu-malu, tanpa berani menatap mata suaminya, namun perkataan Albert membuatnya kembali menatap netra suami nya.
"Tatap mata ku jika kamu mengijinkan!"
Diana tetap menunjukkan kepala nya dia malu untuk menatap mata yang selalu membuatnya berdebar itu.
"Baiklah aku tidak akan memaksamu, ayo kita pulang!"
Kata Albert sambil melepaskan tangannya dari pipi Diana, namun gerakan nya tahan oleh tangan dia yang menahannya.
"Kenapa!"
"Om nyebelin, lakukan saja apa yang ingin Om lakukan kenapa mesti bertanya dulu!"
"Aku takut kamu keberatan!"
"Tau ah!"
jawab Diana yang kini mencurutkan bibir nya, dia berusaha lepas dari suami nya itu, dia kesal karena merasa di permainkan.
Albert tersenyum saat melihat wajah kesal istrinya itu, apa lagi bibirnya yang sejak tadi sangat ingin di cecap nya itu kini mencurut beberapa senti ke depan.
__ADS_1
Tanpa membuang waktu lagi Albert langsung menyesap nya seperti orang yang kecanduan obat terlarang.
Eeemmmmpphh