
Geffrey tak mau menyerah begitu saja saat panggilan tidak d jawab oleh istri nya itu, dia beralih menelfon sahabat nya sendiri yaitu Albert, perlu di ingat bahwa mereka berempat dulu adalah sahabat sejak masih kecil dan saat dewasa mereka semua memilih untuk menikah.
Kebersamaan yang terjalin sejak kecil itu pun menumbuhkan benih-benih cinta di antara mereka berempat, dan keinginan mereka untuk melanjutkan ke jenjang pernikahan pun di restui oleh keluarga mereka masing-masing.
Dreettt
Dreett....
Albert mengangkat ponsel nya menunjukkan ke arah Agatha yang duduk di kursi belakang bersama istri tercinta nya.
"Tha, Geffrey telfon nie aku angkat atau bagaimana ?" tanya nya yang tak ingin mendapatkan semburan panas dari sahabat nya itu.
"Terserah kau saja, tapi jangan bilang kalau aku bersama kalian,!" titah nya.
"Hallo Grey, aku masih di jalan ada apa kau menelpon ku?" tanya Albert yang tengah menahan tawa nya.
"Agatha bersama mu kah, aku telfon dia tapi tidak di angkat?"
"Tadi dia menyusul mu saat kamu berjalan keluar kafe"
__ADS_1
"Apa, tapi dia tidak bersama ku Al!"
"Lalu kemana dia, aku tadi menyusul nya tadi dia tidak ada di sana, saat itu aku juga melihat mobil mu lewat di depan ku jadi ku pikir dia pergi bersama mu!" jawab Albert dengan begitu yakin.
"Maria di sana?" tanya Geffrey dengan wajah panik nya.
"Ini ada di samping ku!"
"Berikan ponsel mu pada istri mu aku ingin berbicara dengan nya" pinta Geffrey.
Albert pun menurut apa yang di inginkan oleh teman nya itu lalu menyodorkan ponsel nya pada Maria yang duduk di belakang nya.
"Hallo Grey, bagaimana?"
"Ria kamu tahu kemana perginya istriku!"
"Mana aku tahu, tadi dia pergi menyusul mu, atau jangan-jangan---!"
Agatha mendelik ke arah sahabat itu dia merasakan firasat buruk saat melihat senyum yang tersungging di bibirnya sahabat nya itu.
__ADS_1
"Jangan-jangan apa Ria, kamu jangan buat aku malah pusing dan bingung"
"Mungkin saja dia mencari suami baru, karena suami lamanya sudah melupakan nya, Ha-ha-ha!"
"Sialan kau Ria bukan nya membantuku, kau malah membuat ku bertambah pusing" sebal nya lalu menutup panggilan telepon.
Diana mendekati Papa nya yang terlihat cemas sekaligus marah, apa yang akan dia katakan nanti saat dia tanpa sengaja meninggalkan istri nya begitu saja.
"Papa kenapa?" tanya Diana.
"Mama mu, dia pergi entah kemana tadi papa tidak sengaja meninggalkan nya di kafe,"
"Kok bisa begitu pa?"
"Entah lah sayang, dari tadi papa hubungi Mama mu dia tidak mau menjawab panggilan Papa!" jawab Geffrey sambil menempelkan ponsel nya di telinganya.
Diana berjalan ke arah meja, mengambil tas dan juga ponsel pintar nya, lalu berjalan kembali ke arah papa nya lalu menyodorkan ponsel nya pada papa nya itu, pasal nya tadi dia mendapatkan kiriman foto dari nomor Mama nya dan Mamanya itu bilang kalau dia sedang menuju ke restoran bersama dua sahabatnya nya itu.
Geffrey menerima ponsel milik putri nya, mata nya membulat, nafas nya juga memburu merasakan emosi yang mengalir di setiap nadi nya, bisa-bisa mereka bertiga ber-selfie ria saat dirinya tengah mencemaskan salah satu di antara mereka, dan bahkan dengan kompak nya mereka membohonginya.
__ADS_1
"Awas saja kalian"