
"Lancang sekali kau Geffrey Frazer, kalau kamu tahu apa yang sudah mereka berdua lakukan saat ini juga kau nikah kan mereka!"
"Aaaaaahhhhh, sakiiiitttt, papaaaaaa!" teriak keduanya saat Maria semakin mengencangkan cengkraman tangan nya.
"MAARIIAAAAA,!" teriak mereka berdua yang melihat perlakuan Maria dari panggilan video yang ada di ponselnya.
"Jelaskan Tha, jelaskan pada kedua pemilik bibit itu, apa yang sebenarnya terjadi, dan bagaimana kelakuan kedua bibitnya itu,!"
"Mamaaaaa"
"Aku muak dengan mereka berdua bisa-bisanya menyalahkan aku padahal mereka tidak tahu apa-apa!" kesal nya lalu menghempaskan tubuhnya di sofa yang bersebelahan.
"Apa yang sebenarnya terjadi, Kenapa kamu ada di sana Vin?"
"Tentu saja dia ada di sini, orang mereka tadi mau mencuri start terlebih dahulu, kau saja aku dan Maria tidak memergoki kelakuan mereka!" ucapnya tak kalah sengit.
__ADS_1
"APAAAA, kurang ajar kau Kelvin berani-beraninya kamu melecehkan anak ku, lihat Al kelakuan anak mu, dia menuruni sikap mu yang brengsek itu?"
"Kau pun sama Geffrey Frazer, jangan hanya menyalahkan orang saja bisanya, kalau anak mu menolak pasti tidak akan terjadi"
"Hentikan omong kosong kalian itu, cepatlah ke sini, aku tidak mau tahu, mereka berdua harus segera di nikah kan,!"
"Maaa, ini salah paham, tidak seperti itu kejadian sebenarnya!"
"Lalu harus sampai kami memergoki kalian bertelanjang bulat dan bergumul di ranjang, baru menikah kan kalian,haaa?" tanya Maria.
"Tante tidak seperti itu----?"
Albert yang pada dasarnya adlah pengangguran, langsung bergegas pergi ke butik tempat di mana calon menantu dan anak nya itu kepergok tengah melakukan perbuatan yang tidak sepantasnya itu.
Sedangkan Geffrey dia menyerahkan tanggung jawab nya sebagai pemimpin rapat pada Johan asistennya itu, dia langsung meninggalkan kantor menuju tempat kejadian perkara dengan kecepatan tinggi, emosi menguasai dirinya, saat mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.
__ADS_1
Entah karena kebetulan atau memang mereka yang punya ikatan yang begitu kuat, mereka tiba di sana di waktu yang bersamaan.
Keduanya sama-sama turun dari mobil nya lalu melangkah dengan langkah tegap nya menuju ruangan di mana mereka semua berada.
Ceklek..
Atensi semua orang yang ada di sana langsung teralihkan saat mendengar suara pintu terbuka, kemudian dia orang itupun masuk setelah salah satu dia antara mereka menutup pintu nya.
"Kau tahu Al, kelakuan putra mu ini sungguh sangat mirip dengan mu yang sangat suka sekali merayu setiap wanita yang ada di depan mata nya!" sembur Agatha saat Albert akan duduk di sebelah istrinya.
"Bukan cuman suami ku yang seperti itu, tapi jangan lupakan juga kelakuan Geffrey yang juga tidak pernah menolak setiap wanita yang dengan sukarela datang pada nya untuk-----!"
"Sudah hentikan kalian berdua ini,!" Geffrey memijat kepalanya yang tiba-tiba berdenyut.
"sekarang bukan waktu yang tepat untuk membicarakan keburukan kami berdua dulu, sekarang jelas pada kita yang sebenarnya terjadi!"
__ADS_1
"Kau saja Tha, yang menceritakan aku sudah tidak punya muka lagi pada kalian setelah melihat apa yang di lakukan anak ku pada anak mu itu!"
"Aku masih sedikit percaya pada anakmu dia tidak akan mau melakukan hal itu, Kalau saja anak nakal itu yang merayunya.