Aku Madu Sahabat Mama

Aku Madu Sahabat Mama
Siuman


__ADS_3

Albert masuk di ikuti oleh Diana di belakang nya, senyum yang terpatri di bibir Diana sudah menjawab semua pertanyaan yang belum sempat keluar dari mulut mereka semua.


"Pa?"


"Papa jaga Mama saja, pekerjaan ini biar aku yang kerjakan?"


Albert menyengitkan dahi nay tidak biasa nya putra pertamanya itu menawarkan diri untuk membantu nya mengurus pekerjaan nya, apa lagi saat ini dia melihat putra nyabitu tengah berkutat pada kertas-kertas yang ada di tangan nya.


"Jangan banyak berfikir, atau aku tidak akan membantu mu!"


"Kenapa kamu menyebalkan seperti mertuaku!"


Albert mendengus saat tidak ada seorang pun yang menjawab nya, hanya senyum yang tersungging di bibir Geffrey saja yang menjawabnya.


Diana duduk di samping Mama nya yang tengah sibuk dengan ponselnya, sedangkan Albert dia berjalan menuju tempat di mana istrinya yang masih belum sadarkan diri.


Albert menatap sendu wajah wanita yang selalu menemani dan tidak pernah meninggalkan dirinya sedetikpun, Maria selalu ada saat dia terjatuh dan membantu nya untuk kembali berjalan dengan tubuh tegap nya.


"Ma, kenapa lama sekali tidurnya, apa kamu tidak merindukan aku?"


"sudah hampir dua hari kamu belum juga bangun!"


Albert kembali menggenggam tangan istrinya itu, tubuh nya yang tidak fit karena banyak pikiran membuat sedikit tidak enak badan, Albert merebahkan kepalanya di tangan Maria.


Tak butuh waktu lama dia tertidur di sana, sampai dia merasa ada tangan yang mengelus rambut nya, perlahan dia membuka mata nya, dan lihatlah istrinya itu sudah bangun dari pengaruh obat biusnya.


"Kamu sudah sadar sayang!" ucap Albert yang langsung menghujani Maria dengan ciuman di seluruh wajah nya.


"Hentikan, aku haus!"


"Kamu haus, tunggu sebentar aku akan mengambilkannya untuk mu!"


"Ini, minum lah apa mau aku bantu!"


Maria tidak menggubris perkataan suaminya itu, dia haus dia ingin minum bukan yang lain dan tawaran suaminya itu sudah menjurus ke arah yang dia sangat faham sekali.


"Terimakasih!"


"Tunggu di sini aku akan memanggil dokter!"


Maria mengangguk dia biarkan saja suami yang terlalu panik itu hingga dia lupa bahwa ada tombol di samping tempat tidurnya yang biasa digunakan untuk memanggil pihak kesehatan.


"Mau kemana pa?" tanya David saat melihat Albert yang buru-buru ingin keluar.


"Mama mu sudah bangun, cepat panggil kan dokter!"


Geffrey yang mendengar itu langsung menyambar begitu saja.


"Apa tadi suami mu terjatuh di luar sayang ?"


"Tidak!"


"Lalu kenapa jadi oon begitu, istri pertama nya bangun tinggal pencet tombol di samping ranjang bisa kenapa harus mencari mereka!"


"Sial aku lupa!"

__ADS_1


Tok


tok


tok


"masuk!"


"Apa pasien sudah siuman?"


"Sudah!"


Tim dokter pun langsung memeriksa kondisi Maria, dan semua nya berfungsi normal dan tidak ada yang perlu di khawatir kan.


"Semuanya baik, dan kondisi pasien juga sudah normal kembali hanya masih perlu di rawat beberapa hari lagi di sini, sampai kondisi nya benar-benar pulih!"


"Terimakasih Dok!"


"Jangan lupa berikan obat nya secara teratur dan juga hanya boleh makan makanan yang kami sediakan!"


"Baik dok, sekali lagi terima kasih!"


"Sama-sama, kami permisi!"


"Silakan dok!


Semua orang bisa bernafas lega saat ini, meski Maria masih pucat tapi setidaknya dia sudah sadar, dan bisa di acak berbicara.


Waktu sudah tengah malam, Geffrey mengajak keluarga untuk pulang dan akan kembali esok hari.


"Tante cepat sembuh ya, aku pulang dulu!"


Maria tidak menjawab ucapan Diana, dalam sudut hatinya yang paling dalam dia tidak bisa menerima begitu saja saat mengetahui bahwa Diana benar-benar mencintai suaminya.


Tapi dia sudah memberikan keputusan untuk merestui pernikahan kedua suami nya itu, dan lagi kini dia sudah sakit-sakitan, mungkin juga usianya tidak akan lama lagi.


Dan itulah alasan terkuatnya merestui pernikahan keduanya, dia tidak ingin Albert menderita di usia senja nya saat dirinya pergi menghadap yang kuasa terlebih dahulu.


Maka dari itu secara tidak langsung dia menitipkan suaminya itu pada Diana meski belum sepenuhnya, Maria sangat egois di sana tapi mau bagaimana lagi dia tidak bisa membayangkan jika Albert dan Diana melakukan hubungan suami-istri.


Sungguh hati nya tidak seluas samudera untuk benar-benar rela membagi kehangatan itu dengan Diana.


"Tante, tapi kenapa? Apa yang sakit?"


"Tidak ada Di, Tante baik-baik saja!"


"Jaga kesehatan Ria, aku tidak ingin melihat mu seperti ini lagi!"


"Iya, aku akan lebih lagi menjaga kesehatan ku!"


"Aku pulang dulu!"


"Cepat sembuh, aku pulang dulu!" ucap Geffrey sambil mengelus rambut sahabat nya itu.


"Aku bukan lagi anak kecil Grey!"

__ADS_1


"Masih sakit juga sudah marah!"


Mereka pun akhirnya keluar dari sana dan berjalan menuju tempat parkiran mobil.


"Diana!"


Mereka pun menoleh ke arah sumber suara saat ada yang memanggil Diana, dan orang itu adalah Ariel.


"Kamu kemana saja, kenapa lama sekali mall sudah hampir tutup!"


"Maafkan aku Riel, tapi kita batalkan saja rencana kita!"


"Kenapa tiba-tiba kamu berubah pikiran!"


"Padahal kamu tapi yang paling bersemangat!"


"Maafkan aku-----!"


"Baik lah aku mengerti, mungkin lain kali kita bisa merencanakan nya kembali!"


"Tidak ada seorang pun yang bisa membawa putri ku pergi, aku tidak akan mengijinkan nya"


"Om!"


"Aku peringatkan, jangan pernah mendekati Diana kalau sampai aku tahu kamu masih berusaha mendekati nya!"


"Aku tidak akan segan-segan menggulung perusahaan milik keluarga mu itu!"


"Diana masuk,!"


Diana masuk tanpa menoleh lagi pada pria yang seperti menaruh hati pada nya sejak dulu, tapi dia tidak pernah menghiraukan nya sama sekali.


Karena sejak dulu dan esok hari nya hanya akan tertambat pada pria tua sahabat mama nya itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Maria sudah di perbolehkan pulang, tapi setiap dua Minggu sekali dia tetap harus mengecek kan kondisinya itu sampai ada pendonor ginjal untuk nya.


Kini Maria sudah kembali ke rumah yang selama dua Minggu ini di tinggalkan, dia masuk ke dalam kamar pribadi mereka bersama dengan suaminya.


Hanya Agatha yang tadi ikut menjemput nya, semua orang sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing.


"Pelan-pelan sayang,!"


"Aku sudah sehat, kenapa masih memperlakukan ku seperti bayi!"


"Ingat kata dokter kamu tidak boleh lelah sayang!"


"Aku tahu, aku tidak akan kelelahan hanya karena naik keatas tempat tidur!"


"Aku akan lelah jika naik di atas mu!" semburnya kesal pada suaminya itu.


Mendengar ucapan yang membuat jiwa kelelakian nya bangkit, tanpa aba-aba Albert langsung menyambar bibir Maria yang sejak tadi menggerutu pada nya itu.


"Albeeeeeeettt"

__ADS_1


__ADS_2