Aku Madu Sahabat Mama

Aku Madu Sahabat Mama
Sarapan pagi


__ADS_3

Sejak satu Minggu setelah kejadian itu tidak ada pergerakan sama sekali yang di lakukan oleh mereka yang ingin menumbangkan kejayaan seorang Geffrey maupun Albert.


Rupanya mereka merencanakan sesuatu agar tidak tercium oleh mereka semua. Selama satu Minggu ini juga baik Agatha maupun Maria mereka tidak keluar sama sekali dari rumahnya.


Mereka sudah seperti tahanan yang melakukan kesalahan fatal hingga tidak di izinkan untuk keluar rumah, kalau pun keluar mereka hanya akan pergi ke salah satu rumah di antara mereka.


Sedangkan Diana dia masih bebas keluar ke mana pun yang dia mau asalkan tetap mendapatkan ijin dari suaminya, tentunya dengan pengawal nya di perketat oleh papa dan juga suami nya.


Bahkan kadang dia juga tidak di izinkan untuk sekedar makan siang bersama client nya jika Albert tidak bisa menemani.


Diana bukan target mereka jadi mereka tidak terlalu mengekang nya, sedangkan dua wanita itu mereka bisa menjadi sasaran empuk yang bisa melenyapkan mereka.


Mereka beralasan bahwa Diana tidak sebegitu berpengaruh pada Albert, sedangkan untuk Geffrey jika mereka berani menculik putri sudah tentu tanpa basa-basi Geffrey pasti langsung menghangus bumikan apa yang mereka miliki.


Pagi ini mereka semua berkumpul di rumah Geffrey, mereka akan sarapan pagi di sana layak nya seorang anak yang tengah pulang ke rumah orang tuanya.


Di sana juga ada Stefani bersama suami dan putra nya, mereka akan kembali ke rumah masing-masing setelah satu hari menginap di sana, mumpung hari minggu mereka menjadikan hari kemarin untuk berkumpul, selagi Jimmy juga sedang libur dari tugas negara nya.


"Apa ku sayang, tadi aku masaka bubur ayam pasti papa suka, silakan di coba" kata Stevani menyerahkan mangkuk berisi bubur ayam bersama pelengkapnya.


"No papa makan ini saja, jauh lebih sehat dari pada bubur itu terlalu banyak kalori dan tidak baik untuk kesehatan Papa!"


"Tidak ini tidak banyak kalori nya aku sudah menimbang nya dengan benar jadi papa bisa makan makanan ini!"


Darren yang melihat itu sampai bingung sendiri, Mama dan Anthy nya saling berebut memberikan makanan pada Opa nya.


Jimmy yang melihat itu hanya tersenyum saja, tanpa mau menegur nya, dia juga tidak ingin terkena amukan istrinya hanya karena hal sepele.


Sedangkan Agatha yang melihat itu semakin geram saja, tidak cukupkah tadi malam dia yang mengamuk karena mereka saling menyuapi papa nya bahkan mereka sampai melupakan pasangan nya masing-masing jika sudah bertemu seperti itu.


Pada hal saat mereka pulang sendiri-sendiri mereka tidak akan seperti itu, mereka bersikap sewajarnya, tidak saling berebut perhatian Papa nya.


"Aku benar-benar akan mengurung papa kalian di kamar saat kalian ke sini bersama-sama seperti ini!"

__ADS_1


"Mau kalian ada piring terbang lagi hah!" geram Agatha pada kedua putrinya.


"Mama ini selalu saja aku anak papa jadi tidak ada salah nya aku memanjakan papaku saat aku pulang!" kata Stevani


"Bilang saja Mama iri kan karena kemu lebih dekat sama papa, ayo ngaku!"


"Aku sudah puas bermanja pada papa kalian, jadi tidak ada yang nama nya iri!"


"Baiklah kalau begitu aku akan mengajak papa pulang ke rumah ku saja"


"Hey apa-apa ini!"


"Lagi pula Diana sudah menikah, dulu papa pernah bilang kan kalau papa akan pensiun dan menyerahkan sepenuhnya perusahaan pada suaminya Diana"


"Jadi sekarang saat nya papa bermain dengan cucu nya!"


"Jangan ngawur kamu Stevani, menantu papa mu itu bukan cuman aku saja, suruh suami mu saja yang mengurus perusahaan nya, lagi pula aku masih sangat kaya jika hanya ingin memanjakan kedua istriku, aku tidak akan jatuh miskin hanya karena mereka yang berbelanja setiap hari nya" jawab Albert dengan sombong nya.


"Sombong sekali mulut mu, mau aku gulung perusahaan milik mu itu?" tantang Geffrey pada menantu nya itu.


"Sekali bajingan tetap saja bajingan tapi heran nya lagi masih ada yang tergila-gila pada kadal buntung itu!"


"Termasuk putri mu Grey?"


Skak


Geffrey langsung diam dia tidak bisa membantah apa yang di katakan oleh Maria, karena semua itu benar ada nya dan bahkan putri nya itu mau menjadi istri kedua sahabat nya itu.


"Kenapa diam? tidak bisa menjawab ya?" ejek Albert pada Geffrey.


Sedangkan Diana tampak tidak peduli sama sekali dengan apa yang mereka katakan tentang dirinya, yang penting dia bahagia dengan kehidupan nya, biar orang menilai nya seperti apa, dia tidak peduli sama sekali karena hidupnya tidak di jamin oleh mulut orang-orang yang hanya bisa mencibir kehidupan orang lain.


Agatha mengira bahwa drama pagi sudah berakhir, karena pembahasan nya sudah berubah tapi nyatanya tidak kedua putrinya itu masih berebut perhatian dari Papa nya.

__ADS_1


Brak.


"Pergi dari sini kalian berdua kembali saat sudah bisa mengolah pikiran kalian, lihat kalian berdua itu sudah punya suami terlebih kau Stevani!" tunjuk Agatha pada putri sulung nya yang berdiri di samping papa nya.


Sedangkan Jimmy dan Albert mereka sama sekali tidak menghiraukan nya mereka tetap menyantap sarapan pagi nya, begitu juga dengan Darren yang juga tengah lahap dengan wortel yang di suapkan oleh Maria.


"Apa kalian berdua kekurangan kasih sayang dan perhatian dari suami kalian hah, bahkan kau Diana meski suami mu itu punya istri dua dia tetap adil dengan perhatian nya, bahkan tidak ada malam tanpa di buat mendesah oleh nya!"


Uhuk-uhuk.


Semua orang tersedak makanan yang tengah mereka makan, kecuali Darren yang tidak faham dengan apa yang di katakan Oma nya itu.


"Mulut mu licin sekali Tha, lagi pula dari mana kamu tahu kalau setiap malam aku menggagahi dua istri ku?"


"Aaahh, sakit sayang kenapa mencubit ku!"


"Tidak malu kah kamu pada saudara ipar mu sayang!" ucap Maria yang malu setengah mati saat melihat Jimmy yang tengah menatap kearah mereka.


"Biar kami anak-anak papa melayani papa di meja makan, bukankah mama sudah lama tidak menghiraukan Papa!" kita Diana yang tahu bahwa hubungan Papa dan Mama nya merenggang sejak kejadian di mall waktu itu.


"Eehh, mana ada" ucap Agatha dengan wajah panik nya.


"Kami bukan anak kecil lagi Ma yang tidak tahu bagaimana perlakuan mama pada Papa" ucap Stevani menimpali ucapan adik nya.


"Sudah-sudah sekarang cepat makan, nanti kalian terlambat!"


"Tapi pa?"


"Ini urusan papa dan mama kalian di larang ikut campur!"


"Tidak ada tapi sekarang makan!" ucap Geffrey tak terbantahkan.


"Maafkan Mama pa!" ucap Agatha di sana.

__ADS_1


"Sudah lah cepat makan, jangan dengar kan ucapan anak mu itu!" Kata Geffrey lagi dengan nada yang tak biasa.


Deg


__ADS_2