
" l LOVE YOU MY SECOND WIFE"
Ucap Albert tepat di telinga Diana, sedikit lirih tapi terdengar jelas di telinga Diana.
Laju air mata Diana tidak lagi dapat dia tahan, dia menangis bahagia di sana, dia bahagia sekaligus bingung harus seperti apa.
Grep.
Diana langsung memeluk tubuh suaminya itu, suami yang kini juga membalas cinta yang selama ini hanya bisa dia lihat dari jauh, tapi hari ini, di tempat ini dia mendengar jelas suami nya itu membalas cinta nya.
Menyambut uluran cinta nya, menggenggam nya hingga dia tidak akan pernah melepaskan genggaman tangan itu apapun yang terjadi.
Bahkan kalau pun nanti dunia menentang cinta mereka dia aka tetap berusaha sebisa yang dia mampu untuk tetep berdiri di samping pria nya, suami tua nya, sahabat orang tuanya.
"Maafkan aku yang terlambat menyadari cinta mu honey!"
Deg.
Honey?.
Benarkah seperti itu, benarkah suami nya itu memiliki panggilan sayang untuk nya, ah Diana bahagia sekali hati ini, bahagia yang tidak akan pernah bisa di ganti kan oleh apa pun di dunia ini, tidak ada dan tidak akan pernah.
Diana sangat bersyukur pada Tuhan, dua permintaan nya sudah terkabulkan, bukan dua tapi tiga, iya tiga bukan dua lagi.
dan itu merupakan anugerah terindah setelah banyak pengorbanan yang dia lakukan, rencana Tuhan memang selalu indah pada waktunya dan Tuhan juga tahu kapan waktu nya untuk memberikan apa yang di minta umat nya.
Keinginan pertama untuk menjadi istri Albert sudah lebih dulu di kabulkan oleh nya, yang kedua restu Papa nya untuk benar-benar di miliki oleh suaminya juga sudah dia dapatkan dan sekarang lagi-lagi Tuhan mengabulkan permintaannya agar suami nya itu melihat nya.
Permintaan nya bukan cinta suami nya tapi terlihat di mata suami dan kini dia mendapatkan kedua nya, cinta suami nya yang kini merengkuh cinta nya.
Kini tinggal satu lagi, yang harus di perjuangan, dan mungkin ini yang tersulit di antara semua nya.
Dan itu adalah restu sesungguhnya dari madu nya, yang benar-benar ikhlas menerima dan berbagi suami seutuhnya dan adil tentu nya.
Entah itu nafkah lahir yang sudah Albert berikan sejak dulu atau pun nafkah batin yang selama ini belum pernah dia terima dari suaminya itu.
"Sayang kamu baik-baik saja kan?"
"Aaah,,,, sakit, kenapa suka sekali mengigit ku?"
"Karena om menyebalkan?"
__ADS_1
Albert melerai pelukan mereka, terlihat mata indah itu membengkak karena kebanyakan menangis, di cium nya kedua mata yang basah oleh air mata itu.
Rasa nyeri tiba-tiba menjalar di lubuk hati nya, entah berapa banyak sudah dia menguras air mata itu, tidak Albert tidak ingin lagi ada air mata yang keluar dari mata kedua wanita nya.
Dia seorang suami dan dia harus memutuskan untuk berbuat adil pada mereka semua, ya dia kembali akan mengambil keputusan besar dalam hidupnya, keputusan yang mungkin saja tidak bisa di terima begitu saja oleh Maria, istri pertama nya.
Tapi dia juga tidak bisa membiarkan satu bunga nya terus layu menangis nya, ya mulai saat ini dia mengambil keputusan untuk benar-benar mengikat Diana dengan pernikahan yang sesungguhnya layak nya pasangan suami istri pada umum nya.
Terlepas dari segala resiko kemarahan dari semua orang terdekat nya.
"Mau kah memaafkan aku yang tidak bisa membahagiakan mu sayang!"
Duk
"Hey kenapa? kenapa memukul ku?"
"Om jahat tadi memanggil ku Honey lalu sekarang memanggil ku sayang nanti apa Diana lagi,?"
Albert menyunggingkan bibir nya saat tahu apa yang membuat istri nya itu marah, hanya karena sebuah panggilan saja, mungil hari-harinya setelah ini akan lebih berwarna dengan kehadiran dua wanita yang menemani masa tua nya.
"Katakan pada ku! kamu mau aku panggil seperti apa?"
Blush
Wajah Diana memerah di sana dia malu pada suaminya itu, ternyata suami nya itu memang seorang perayu ulung yang bisa membuat hati wanita seakan terbang ke angkasa.
"katakan atau kamu lebih suka aku memanggil mu princess Hamilton, heem!"
"No, princess Hamilton hanya untuk anak kita nanti!"
Albert terkejut di sana saat mendengar ucapan Diana yang terlalu aaahh.
Pikiran kotor Albert langsung berkelana hanya dengan mendengar kata anak kita, yang artinya Diana benar-benar siap menjadi istri dan ibu dari anak-anaknya.
Albert patut berbangga hati saat ini, istrinya itu menawarkan sesuatu yang tidak pernah dia pikirkan jangankan memikirkan membayangkan nya saja dia tidak pernah.
Tapi seperti dia mendapatkan lampu hijau dari pemilik raga itu untuk mereguk madu bersama mendaki kenikmatan yang orang bilang sebagai surga dunia.
Sedangkan Diana tertunduk malu saat menyadari ucapan nya itu, dia merutuki kecerobohan mulutnya yang tidak bisa dia kontrol itu.
bisa-bisanya dia menawarkan diri untuk di jamah oleh suaminya, tapi bukankah itu hal yang lumrah, jika dia bercinta dengan suami nya tidak ada larangan bukan mereka sudah menikah.
__ADS_1
"Apa kamu yakin?" tanya Albert tangan nya itu berada di pinggang ramping milik Diana.
"Aku yakin!" jawab nya tanpa ragu.
"Tapi kita tidak bisa melakukan nya sekarang Honey, aku harus membicarakan semua ini dengan ayah mu!"
"Aku akan meminta mu lagi untuk diriku sendiri!"
"Tapi aku akan mengikat mu dengan,,,,!"
Albert merogoh saku celana nya, dia berjongkok di depan wanita yang berhasil membagi hati dan cinta nya yang dia upaya kan hanya untuk Maria.
Tapi semesta yang membuat nya membagi cintanya dengan ijin dan kerelaan hati istri pertama nya.
Di buka nya kotak bludru berwarna merah yang terdapat sebuah cincin cantik di sana.
"Will you marry me!"
Lampu tiba-tiba menyala di belakang Diana, yang kini menatap Albert yang sedang ber jongkok di depan nya sambil tersenyum dengan kotak bludru yang berisikan sebuah cincin cantik untuk istri cantik nya itu.
Diana mengangguk lalu membantu Albert berdiri, tangan nya terulur saat Albert memasang cincin bermahkota kan berlian hijau di kelilingi oleh daun-daun kecil di sekelilingnya nya.
Pilihan Albert memang tidak pernah salah cincin itu melingkar cantik di jari manis Diana terasa sangat pas tidak terlalu besar atau kecil.
Albert membawa diana mendekati ke arah tulisan yang ada di belakang Diana, untuk kesekian lagi nya Albert berhasil membuat nya sangat merasa istimewa hati ini, sungguh ini adalah mimpi terindah yang benar-benar menjadi nyata.
"Terus lah berbahagia honey, teman aku bersama madu mu"
Cup
Mereka kan udah nikah🤭🤭🤭🤭🤭
Jangan lupa bintang lima nya akak
LEV youuuuu😘😘😘
Peluk jauh dari aku ya 🤗🤗🤗🤗
__ADS_1